My Little Husband

My Little Husband
Pulang



Setelah menghabiskan waktu di kantor Dion tidak sabar untuk segerah tiba di rumah untuk bertemua Rara dan seperti yang dia harapkan setibanya di rumah dia di sambut dengan wajah cantik istrinya itu.


Rara sudah menunggu kedatangan suaminya itu di depan teras rumah.


"Rara nungguin aku ya" ucap Dion bahagia


"ya nggak lah, ngapain mingguan kamu" balas Rara dengan gengsi mengakuinya...


"Masa sih, Rara pasti nungguin aku ya" ucap Dion sambil berjalan mendekati Rara


"dasar... ada ada aja" ucap Rara sambil berjalan masuk ke dalam rumah yang diikuti oleh Dion


Dion merasa sangat bahagia walaupun Rara tidak ingin mengakuinya tapi dia yakin bahwa istrinya itu sengaja berada di luar untuk menunggunya pulang.


Rara menyiapkan semua pakaian Dion di saat Dion sedang berada di dalam kamar mandi membersihkan diri setelah itu turun ke bawah mengecek makanan yang di siapkan pelayan tidak lama Dion juga meyusul turun untuk menyantap makan malam mereka.


Seperti biasanya Sebelum tidur Dion selalu meminum segelas susu tapi kali ini pelayan lupa menyiapkan susu tersebut dan Dian seakan kebingungan mencari di atas meja.


"Cari apaan?" ucap Rara


"Ra pengin susu" jawab Dion sontak membuat Rara kaget


"Susu apaan jangan gila deh, tidur sana" ucap Rara sembari menarik selimut menutup seluruh tubuhnya.


"Mau susu Ra" Rengek Dion mengguncang tubuh Rara


Wajah Rara sangat panas memerah tidak habis pikir dengan ucapan Dion


"Susu Ra" ucap Dion kembali


"Apaan susu jangan minta sembarangan ya aku hajar tahu rasa" kata Rara


"Apaan sih Ra aku mau minum susu kok di bilangi sembarangan, kan sebelum tidur aku memang selalu minum susu tapi kok pelayan tidak menyiapkan sih" ucap Dion kesal


Rara yang mendengar ucapan Dion kembali berpikir jernih karena yang dimaksud adalah susu sapi, pikiran Rara beberapa hari ini sedikit kacau karena banyak memikirkan hal hal tentang Dion dan Rara.


"Tunggu aku ambilkan" ucap Rara sambil berjalan keluar kamar


Setelah beberapa menit Rara kembali dengan membawa segelas susu sapi segar yang langsung dimunum habis oleh Dion.


"Rara" ucap Dion


"Apa lagi?" tanya Rara


"Bulan madu, memangnya kamu tahu bulan madu itu apaan?" ucap Rara


"Tahu lah" balas Dion


"Apaan ya" kata Rara yang langsung membalikkan badannya ke arah Dion


"Kata mama bulan madu itu waktu kita menghabiskan waktu bersama, bermain dan jalan jalan" ucap Dion


"Main apaan" tanya balik Rara


"ya seperti main tebak tebakan, parsel seperti yang sering aku yakin dengan Cika" ucap Dion


"Diam deh, kalo belum dewasa nggak usah bahas bulan madu duh" ucap Rara sambil memejamkan matanya


mendengar kalimat belum dewasa itu membuat hati Dion tidak nyaman.


"Dion sudah dewasa kok" ucap nya


"mana ada orang dewasa modelan kayak kamu" ucap Rara


"Rara mau bukti aku bisa buktikan sekarang" ucap Dion yang mendekati Rara


Rara membuka matanya dan melihat Dion sangat dekat dengannya yang membuat jantungnya berdegup kencang.


"pembuktian apa coba" ucap Rara menantang


"Dion sudah bisa memegang perusahaan dan berhasil meloloskan proyek besar dan berhasil serta Dion sekarang sudah bisa memakai sepatu sendiri bahkan membereskan pekerjaan Dion yang berantakan" ucap Dion


"sudahlah tidur sana" ucap Rara pusing melihat tingkah Dion sambil membelakanginya


...


Keesokan harinya saat berada di kantor Dion meminta salah satu kepercayaan orang tuanya untuk memesankan tiket untuk bulan madu mereka, Cika yang mendengar itu tidak senang dan berusaha untuk membius pikiran Dion agar membatalkan acara Bulan madu itu tapi tetap saja gagal karena Dion sudah teguh dengan pendiriannya itu. cika merasa sangat kesal karena tidak berhasil meminta Dion membatalkan rencananya itu dia sangat khawatir jika sampai Rara dan Dion menjadi suami istri seutuhnya dia terus memutar otak agar mendapatkan ide.


Sore telah tiba Dion langsung bergegas pulang dan seperti biasanya Rara sudah berada di teras rumah menunggunya walaupun selalu di tepis oleh Rara karena sikap gengsinya.


....


Setelah Beberapa minggu hari yang di tentukan untuk berangkat telah tiba Dion memberitahukan Rara secara mendadak sehingga berhasil membuat Rara menjadi emosi melihatnya.


Mereka melakukan bulan madu di luar negeri dengan menyewa pulau yang telah terdapat villa yang cukup mewah.