My Little Husband

My Little Husband
Hitam



Setelah menerima kabar itu Rara segera bergegas pulang ke rumah orang tua Dion. Disana telah banyak orang yang datang, Rara berlari masuk kedalam rumah Mertunya itu dan langsung memeluk ibunya yang sedang duduk di samping ayahnya itu.


Rara hanya bisa menangis merasa bersalah karena terlambat mengetahui berita ini, dia segera mencari Dion suaminya itu dilihatnya sedang duduk di samping tubuh ibunya sedang menangis d pangkuan Cika.


Rara mendekatinya dan membelai rambutnya, Dion meliriknya sadar itu adalah Rara dia langsung bangun memeluk Rara dengan kuat seakan tidak ingin lepas. Rara membalas pelukan itu dan menenangkan Dion.


"Mama udah nggak ada Ra, dia ninggalan aku kamu jangan ninggalin aku ya" ucap Dion yang sontak membuat hati Rara sedikit terkikis


"Aku nggak akan ninggalin kamu" ucap Rara sambil mencium kepala Dion


Hal itu kali pertama Rara melakukan itu dia merasa sangat bersalah mungkin yang terjadi padanya pacarnya selingkuh merupakan hukuman untuknya karena sudah berselingkuh di belakang Dion.. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjadi istri yang baik untuk Dion


Setelah proses pemakaman selesai satu persatu pun kembali ke rumah mereka masing masing.. Rara dan Dion juga kembali ke rumah mereka.


Sepanjang perjalanan Dion terus memeluk pinggang ramping Rara. dan dalam perjalanan Rara hanya terus mengingat setiap ucapan ibunya yang berpesan agar bisa bersikap baik dengan Dion menjadi istri yang baik serta menjauhi Dellan.


Perasaan Rara saat ini sedang tidak karuan dia merasa sangat hancur dia terlambat di saat suaminya memerlukannya malah perempuan lain yang ada di sisi suaminya saat itu. Mengingat saat dia melihat Dion di pangkuan Cika saja sudah mau membuatnya ingin menampar perempuan itu tapi dia ingat posisinya sekarang dialah yang salah. Dia berselingkuh di belakang Dion dan tidak pulang semalaman itu saja sudah pantas untuk dia menerima hukuman.


Setelah tiba di rumah Rara langsung membawa Dion ke kamar untuk beristirahat dan menenangkannya mencoba menghibur Dion agar tidak larut dari kesedihannya.


....


Malamnya mereka tidur bersama Rara tidur berhadapan dengan Dion dengan di beri pembatas guling di antara keduanya. Mereka tertidur pulas hingga tak sadar Dion melewati batasnya dan memeluk Rara dari belakang.


Paginya Dion terbangun dan sadar bahwa dia telah melewati batasnya dan setelah Rara terbangun Dion memberitahu Rara bahwa dia membuat kesalahan dengan melewati batas itu dan di respon tidak seperti biasanya oleh Rara.


"Tadi aku melewati batas dan memelukmu saat tidur" ucap Dion


Dion yang mendengarkan itu merasa sangat bahagia tidak menyangka Rara mengizinkan dia untuk memeluknya.


...


Di meja makan mereka makan dengan keheningan yang dipecahkan oleh Dion.


"Rara hari ini akan keluar dengan teman teman Rara lagi ya?" tanya Dion


"Tidak hari ini aku di rumah aja" ucap Rara


Mendengar ucapan Rara, Dion merasa heran tidak seperti biasanya Rara tidak keluar bersama dengan teman temannya.


"Rara sakit, kita kerumah sakit ya" ucap Dion


"Tidak aku baik-baik saja, kamu bukannya mau ke kantor kan sudah hampir telat" kata Rara


"ohh iya, kalo gitu aku pergi dulu ya" ucap Dion sembari mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya


Rara mengantar Dion hingga ke depan, Dion memasuki mobilnya dan mengendarainya menjauh dari rumah mereka itu menuju ke perusahaan Dion.


...


Selama menyendiri Rara terus memikirkan Dion dan Cika, apa yang mereka lakukan di kantor apa hanya sebatas bos dan karyawan atau sebatas sahabat atau bisa saja lebih dari itu belum lagi Rara merasa yakin bahwa Cika memiliki perasaan dengan Dion dan hal itu membuat Rara merasa tidak nyaman.


Rara telah membulatkan tekatnya akan menjadi istri seutuhnya bagi Dion dan akan menyingkirkan semua yang menjadi benalu dalam pernikahannya apa lagi seorang pekakor yang akan merebut suaminya itu.