
Hari yang di tunggu tunggu akhirnya telah tiba pernikahan mewah telah dilaksanakan, Rara yang merasa kesal karena tidak senang dengan pernikahan ini dan Dion yang tersenyum bahagia karena hal yang di tunggu tunggunya telah tiba.
"Ra, akhirnya kita nikah ya" sambil tersenyum bahagia ke arah Rata...
Rata hanya terdiam dan membalasnya dengan tatapan sinis, Tapi tidak terlalu di pedulikan oleh Dion.
Dion mengambil sebuah kertas yang ada di dalam mobilnya dan mengubahnya menjadi bunga kecil yang membuat Rara makin merasa kesal.
"Cantikkan sayang" ucap Dion
"Bisa diam nggak" balas Rara
"Pak kita masih lama nggak sih sampainya" ucap Rara kepada supirnya
"Sebentar Lagi non" ucap sang supir
"Udah nggak sabar ya berduaan" ucap Dion sambil memegang tangan Rara
"mau mati kamu" balas Rata sambil menarik tangannya
Setelah perjalanan beberapa jam akhirnya mereka tiba di sebuah kawasan elit dan di sambut oleh kedua orang tua mereka yang telah lebih dulu sampai.
"Ini hadis pernikahan kalian semoga kalian suka, dan kalian akan tinggal berdua bersama disini" ucap Ibu Dion
"Iya tante" jawab Rara
"Jangan panggil tante ya panggil ayah dan bunda ya" ucap Ibu Dion sambil meraih tangan Rara
Rara hanya membalas dengan senyuman walaupun dalam hatinya sekarang sedang sangat kacau tapi dia tidak bisa bersikap egois.
"Kami berharap di pernikahan kalian ini bisa selalu bahagia" ucap ayah Dion
sambil mendekati putrinya ibu Tara hanya bisa berpesan kepada putrinya itu agar bisa menjaga pernikahannya ini dengan baik walaupun dia tau di wajah putrinya itu terserat rasa marah yang menggebuk gebu.
"Nak kalo begitu kami pamit pulang dulu ya, kalian baik baik berdua" ucap ayah rata sambil mengusap lembut rambut putrinya
Rara hanya terdiam mendengar ucapan orangtuanya itu dan di respon senyuman oleh Dion.
Setelah orang tua mereka kembali Dion mengajak istrinya itu masuk kedalam rumah megah itu
"wow mewah banget" batin Rara
setelah tiba dikamar mereka yang cukup luas dan megah itu yang fasilitasnya cukup lengkap Rara langsung memperingati Dion untuk tidak melakukan hal hal yang aneh kepadanya.
"ingat ya jangan ganggu aku, kalo tidak habis kamu" ucap Rata mengancam
"iya nggak lah aku mau gangguin apa juga coba" balas Dion
Rara mengganti baju dan membuka lemari yang di penuhi dengan baju tidur yang seksi yang berhasil membuat dia merasa semakin kesal.
"Nggak boleh ngomong kasar tau" ucap Dion
"Diam kamu" balas Rara
"Aku mau ganti pakaian jangan ngintip" ucap Rara kembali
"Kamu yang jangan ngintipin aku ganti pakaian" balas Dion
Rara tidak menghiraukan Dion dan langsung mengganti pakaiannya walaupun dia tidak menyukai pakaian itu yang terlihat cukup seksi tapi terpaksa dia harus menggunakannya.
setelah beberapa saat Dion berbalik ke arah Rara dan terbelalak melihat pakaian yang digunakan Rara dan hanya bisa mengalihkan pandangannya itu.
"Mata ku ternodai" ucap Dion
"Apa lu" balas Rara
"galak benar" ucap dion
Rara berjalan ke arah meja rias dan membersihkan make up yang ada di wajahnya. sedangkan Dion mengganti pakaiannya alangkah kagetnya Rara dia tidak menyangka Dion seorang anak manja memiliki tubuh yang cukup atletis yang terpantul di cermin riasnya itu.
Setelah selesai membersihkan make up Rara berjalan ke arah kasur mewah itu dengan jantung yang berdeguk kencang yang di susul oleh Dion yang langsung memeluknya dari belakang sontak iya mendorongnya menjauh.
"JAGA JARAK" ucap Rara
"iya iya" jawabnya dengan polos
"Rara" tanya lagi kepada Rara
"Apa" ucap Rara
"Kalo malam pertama itu kita ngapain"? tanya Dian polos
"Main jungkir balik" ucap Rata ketus
"ohhh ya seru dong, main yokk" ucap Dion yang polos
"Tidur sana, nggak usah main" Jawab Rara
"kamu jangan melewati batas ini ya, kalo tidak kamu akan dapat hukhman" ucap Rara kembali sambil memberi pembatas bantal guling
"Hukumannya apa?" Tanya Dion
"Terserah hukumannya, udah nggak usah tanya lagi ngantuk" ucap Rata sambil menarik selimutnya
"Ra aku boleh meluk nggak" tanya Dion
"Ngggggakkkk" bentak Rara