
Rara yang tiba di merasa lelah itu karena meladeni ocehan kedua orang tadi akhirnya masuk kekamar dan membersihkan diri dan langsung beristirahat dia tidak mempedulikan Dion yang sedang mengajaknya berbicara itu.
Dion terus mengoceh berbicara kepada Rara bahwa besok dia akan mulai bekerja di perusahaan keluarganya dan di percayakan untuk menggantikan ayahnya serta tujuan Cika yang datang ke rumah mereka bukan hanya mengunjungi dia tetapi juga memberitahukan nya bahwa besok dia juga mulai bekerja di perusahaan keluarga Dion.
Dion terus mengoceh sepanjang malam hingga ia tidak sadar tertidur. pagi harinya Dion terbangun lebih awal dan mendapi kaki Rara berada di atas pahanya yang membuat gaun tidur seksi Rara naik dan memperlihatkan Paha mulus Rara. Dion sejenak terdiam sebelum ia tersadar langsung merapikan baju itu dia merasakan hal aneh tapi karena kepolosannya dia belum mengerti apa yang dia rasakan itu.
Din mencoba membangunkan Rara yang disambut seperti biasa pukulan bantal dari Rara tapi karena Dion sudah menghafalnya akhirnya dia bisa menghindar dan mengulurkan lidahnya ke Rara dan mengejeknya karena bantal tersebut tidak berhasil menyentuh tubuhnya.
Rara yang setiap pagi bangun dengan rasa kesal langsung bangun dari tidurnya dan sudah lelah meladeni sikap Dion yang kekanak kanakan itu langsung ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Rara bersiap siap dia duduk di depan meja riasnya seketika dia kaget saat Dion meminta sesuatu darinya.
"Ra Aku pengen punya dedek bayi, kayaknya seru kalo aku punya teman main, soalnya Rara sibuk terus sama teman teman rara" ucap Dion
"Kamu gila ya"ucap Rara dengan wajah memanas
"Nggak lah, aku serius kita bikin ya" sambil berjalan ke arah Rara
"Jaga jarak Din, awas kamu macam macam ya" ucap Rara sambil memegang sisir di tangannya dan mengarahkannya ke arah Dion
"Aku salah ya, memangnya buat dedek bayi itu susah ya Ra bahannya apa aja kalo kamu nggak sempat nanti aku yang belanja sendiri atau minta tolong sama pelayan" ucap Dion polos
Mendengar ucapan Dion, Rara seketika emosi ucapan kekanak kanakan itu membuatnya serasa frustasi.
"Jangan minta pelayan, apa kamu bego atau bodoh Haaaa... buat kayak gitu aja kamu nggak tahu sebelum kamu bicara sesuatu dengan aku cari tahu dulu caranya d internet... OK" Bentak Rara dan mengambil tasnya berjalan keluar dari kamar mereka
Dion terus memanggil Klara tapi tidak di gubrisnya dia masuk ke dalam mobilnya dan menjauh dari rumah mewah itu, kepalanya seakan ingin meledak memikirkan kebodohan suaminya itu.... sepanjang perjalanan dia terus mengumpat kata kata kasar kenapa bisa dia menikah dengan laki laki bodor seperti itu.
...
Setibanya Rara di sebuah mol dia langsung menuju tempat yang telah dia dan teman temannya janjian. Rara menghabiskan waktunya bersama dengan teman temannya dan juga pacarnya hingga mereka tidak sadar telah larut malam.
Sedangkan di tempat lain lain seharian Dion menghabiskan waktunya di perusahaan keluarganya itu dia bekerja dengan serius terkadang dia di bantu oleh Cika yang sekarang juga bekerja di perusahaannya. Cika sesekali bersikap manja dengan Dion karena sebenarnya dia memiliki perasaan dengan Dion dan tidak rela bila Dion menikah dengan Rara. Tapi walaupun sekarang Dion sudah menikah dia tidak akan menyerah apa lagi dia tahu mereka menikah karena perjodohan dan jelas sangat bahwa Rara tidak pernah menyukai Dion walaupun Dion menyukainya.