
Keeso harinya seperti biasa Rara bersiap untuk kekuar berkumpul dengan teman temanya.
"Kamu mau kemana aku ikut ya Ra" ucap Dion
"Nggak" ucap Rara sambil berjalan keluar rumah
"Mau kemana" tanya Dion
"keluar sama teman temanku lah" jawab Rata ketus
"Aku juga mau kenal dengan teman teman Rara" ucap Dion
"Nggak, nggak, nggak, kamu diam aja di rumah, ok anak pintar diam di rumah ya" ucap Rara
Dion hanya bisa terdiam melihat kepergian Rata.
...
Malam semakin larut dan Rara belum pulang Dion menunggu di ruang tamu sudah serta sudah menghubunginya tapi tidak di respon oleh Rara.
Tok tok tok bunyi pintu yang membuat Dion kegirangan karena mengira itu adalah Rara ternyata sahabatnya yang sudah lama dia tidak temui.
"Cika" Ucap Dion
"Hy" jawab Cika
"Lama nggak ketemu ayo masuk" Jawab Dion kegirangan
"Iya, udah lama banget ya sudah hampir 6 tahun... ini hadiah untuk kamu" ucap Cika sambil berjalan masuk
"waw boneka beruang, imut banget" jawab Dion merasa senang dengan hadiah yang diberikan Cika
"Iya aku sudah menikah dan dia sekarang lagi keluar... ohh kamu tahu alamat aku dari mana? ucap Dion
"Dari ibu kamu lah, tadi aku habis berkunjung di sana... Jam segini kenapa belum pulang ini sudah larut malam banget loh apa lagi dengan status sudah menikah" ucap Cika
"Dia sedang main dengan teman temannya dan menurutku itu tidak masalah sih yang penting dia bisa menjaga dirinya" jawab Dion
Di tempat lain Rara melihat jam di tangannya yang menunjukkan waktu 11 malam dia bergegas pulang dan sesampainya di rumah ia membuka pintu dan melihat Cika yang sedang duduk di samping Dion dengan sangat dekat.
"Udah bali Ra, kenalin Cika Sahabat kecil aku" ucap Dion
"Hy, aku Cika" ucap Cika sambil mengulurkan tangannya
"Rara" ucapnya membalas tangan Cika
Dion meninggalkan kedua gadis itu dan masuk kedalam...
"Udah lama kenal sama Dion ya?? kok aku baru tau dia punya kenalan perempuan selain aku" ucap Cika
"baru sekitar 3 bulan" ucap Rara ringkas
Mereka berbincang dengan panjang terkadang pembicaraan yang Cika bahas membuat Rara merasa kurang nyaman tapi hal itu Rara menghempaskannya demi tidak ada rasa canggung di antara keduanya.
Cika terus berbicara tentang kehidupannya dan kisa lama dia dengan Dion, tak ada waktu sejedah pun dia bahas bukan tentang dia dan Dion seakan ia sedang mengisyaratkan bawa yang pantas sebenarnya menjadi istri Dion adalah dia, tapi tidak terlalu di gubris dengan Rara karena pernikahan ini juga sebenarnya adalah keterpaksaan untuknya.
Rara hanya terus mengiyakan semua ucapan Cika, karena di gilirannya hanya ingin cepat cepat perempuan di depannya itu pergi dari hadapan agar ia bisa beristirahat.
semakin lama ucapan tiap ucapan Cika membuatnya enek dan selalu saja d respon baik dengan Dion seakan mereka sedang kembali ke masa lalu mereka yang sangat indah.
dan terkadang membuat Rara merasa menjadi obat nyamuk di antara mereka berdua. entah kenapa lama lama bukan rasa jengkel yang muncul tetapi rasa cemburu melihat kedekatan mereka walaupun dia tidak menyukak Dion tetapi tetap saja Dion adalah suaminya.