My Little Husband

My Little Husband
Pagi



Dion bangun di pagi cerah, sinar matahari masuk menembus kaca jendela kamar mereka berdua. Matanya terbuka lebar setelah sadar melihat istrinya yang berada di sampingnya tidak tidur sendiri lagi.


melihat istrinya yang tertidur nyenyak dengan rambut yang berantakan dengan posisi tidur yang terlihat lucu itu membuatnya tertawa kecil.


"Cantiknya" ucap Dion sambil merapikan rambut Rara


Sambil merapikan rabut Rara dia tertuju ke sehelai rambut panjang itu yang telah melepati batas yang membuat dia merasa senang karena akan memberikan hukuman kepada Rara.


"Ra bangun Ra udah pagi Ra" ucap Dion sambil mengguncang tubuh Rara


Rara terbangun dari tidurnya dengan kaget karena dibangunkan dengan cara diguncangkan itu.


"Ra bangun" ucap Dion


Rara yang telah bangun merasa kesal dengan Dion langsung melemparkannya dengan batal.


"Apaan ini masih pagi" ucap Rara kesal


"Rara kelewatan batas, kena hukuman ya" ucap Dion


"Mana kelewatan batas Haaaa..." balas Rara


"Tadi rambut Rata melewati batas, jadi harus dapat hukuman Rara sendiri yang bilang semalam" ucap Dion sambil tersenyum


Membayangkan hukuman apa yang akan di terimanya dari Dion saja membuat dia bergidik ngeri bagaimana jika hukumannya di atas ranjang. Rara bergegas pergi dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.


"Rara... Rara" teriak Dion


Gubrak... bunyi pintu kamar mandi yang di tutup secara keras oleh Rara.


Setelah selesai bersiap siap mereka bergegas turun kebawah untuk sarapan. Di rumah itu terdapat beberapa pelayan yang siap melayani mereka setelah selesai mereka melanjutkan kegiatan mereka masing masing.


.....


Rara bertemu dengan para sahabatnya dan meluapkan semua kekesalannya terhadap Dion. Dan tidak lama datang seorang lelaki yang bergabung dengan mereka yang membuat suasana hati Rara menjadi bahagia.


"Dellan" ucap Rara sambil tersenyum bahagia


"nggak kok" ucap Rara


Rara terdiam mengingat kejadian sebelum berangkat dimana Dion ingin ikut dengannya hingga membuatnya emosi mengatasi Dion yang sulit untuk di ajak bicara. Walaupun mereka sudah menikah tapi Rara itu hanyalah pernikahan di atas kertas saja tidak lebih dari itu.


"Bab kamu baik baik ajakan?" Tanya Dellan


"Iya sayang" ucap Rara


"Kalo kamu sakit aku antar kamu pulang ya" balas Dellan


"jangan jangan aku baik baik aja kok" ucap Rara panik, dia tidak mungkin pulang bersama Dellan apa lagi ke rumah orang Tuanya itu bisa menjadi petaka buat dia serta Dellan belum tau tentang pernikahan dia dengan Dian.


"Kamu santai aja dong sayang" balas Dellan


"oh ya sayang maaf ya beberapa hari ini aku sibuk banget jadi nggak ada waktu temani kamu" sambungnya lagi


"Nggak apa apa kok yang" ucap Rara


Setelah menghabiskan waktu bersama beberapa jam akhirnya mereka berpisah, Rata kembali ke kediamannya bersama Dion.


....


Rara masuk kedalaman kediamannya dengan diam diam, betapa kagetnya dengan Dion yang sedang duduk di ruang tamu menunggunya...


"Ngapain kamu" ucap Rata kaget


"Rara kenapa jam segini baru pulang suda hampir jam 1 malam Rara" ucap Dion


"Terserah saya dong" Jawab Rara ketus


"Aku suami Rata jadi aku harus jaga Rara kalo pulang malam kayak ginikan buat Dion khawatir" ucap Dion


"Masa bodoh" ucap Rata sambil berjalan menuju kekamarnya