
Dimalam yang sunyi di sudut kota, disebuah rumah yang megah terdengar perdebatan antara dua orang yang memecahkan kesunyian malam.
"Mama Rara nggak mau nikah, apa lagi sama dia" Bantah gadis cantik berambut pendek itu.
"Mama nggak mau tahu, ini sudah semuanya di atur dan kamu harus siap" Balas mama Rara.
"Mama sama papa coba pikir masa aku harus nikah sama cowok yang kayak dia, cowok yang punya sifat manja" Balas Rara.
"Diam kamu Rara Dion itu laki-laki hebat yang pantas jadi suami kamu, walaupun dia terkadang punya sifat kekanak kanakan tapi itu semua bisa di ubah belum lagi dia berasal dari keluarga terhormat dan ayam dengan ibu kamu sudah lama bersahabat dengan orang tua dia", jawab ayah Rara
"hufffff" Rara hanya bisa mendengus kesal bingung dengan pikiran orang tuanya.
"Kamu pasti bahagia bila menikah dengan Dion" sambung ayah Rara
"Sudahlah ayah dan ibu tidak akan pernah bisa mengerti perasaan aku dan juga ayah sudah tahu aku sudah punya pacar, tapi masih saja mau menjodohkan aku" jawab Rara
"Pacar kamu itu bukan laki laki yang pantas buat kamu Ra, ayah dan ibu tidak pernah salah menilai orang lain kamu harus tahu itu" ucap Ibu Rara
"MAMA SALAH DELLAN ITU LAKI LAKI BAIK", bentar Rara
mendengar ucapan Rara, sang ibu tidak bisa menahan hati karena syok untuk pertama kalinya Rara membentaknya hanya karena seorang lelaki. Diapun segera keluar dari kamar Rara dengan perasaan sedih.
"Itu yang kamu maksud baik Rara, hanya karena lelaki itu kamu berani membentak ibu kamu sendiri, ayah tidak habis pikir dengan isi kepala kamu" ucap ayah Rata sambil menyusul istrinya
Dengan nafas yang belum teratur karena telah membentak ibunya, dia duduk di tepi kasurnya dengan perasaan bersalah dan juga rasa marah.
Tak lama ayah Rara kembali dan mendekati putrinya sambil mengusap rambut putrinya itu "bagaimana perasaan setelah membentak ibumu?" tanyanya...
Rara hanya bisa diam seribu bahasa tanpa bisa menjawab pertanyaan ayahnya itu...
"Kami sebagai orang tua hanya ingin yang terbaik untuk kamu, Dion anak yang baik walaupun dia terkadang kekanak kanakan tapu ayah yakin kamu pasti bisa mengubah sifat buruknya itu... ayah mohon kamu bisa menerima perjodohan ini" ucap ayahnya
Setelah berbicara sang ayahpun keluar tidak lupa menutup pintu kamar Rara..
Rara yang hanya bisa diam itu setelah melihat ayahnya menutup pintu hanya bisa melemparkan semua bantal dan bonekanya ke sembarangan tempat.
......
Keesokan harinya di sebuah kafe Rara dan teman temannya sedang membicarakan tentang pembahasan dia semalam dengan orang tuanya...
"Kamu terima ajalah, pernikahan ini dan aku yakin pasti ortu kamu nggak mungkin asal milih orang buat nikah sama kamu" ucap Vivi sahabat Rara
"Betul banget dan apa kamu usah pernah ketemu sama cowok itu" ucap Rita setuju dengan sahabatnya itu
"herder, gila banget kalian tawa bukannya dukung saya malah berpihak dengan ortu aku, aku pernah ketemu dengan dia ganteng sih tapi sayang manja banget" ucap Rara yang sedang merasa kesal
"Manja urusan belakang lah itu, lihat fotonya ada nggak??" tanya vivi
Walaupun kesal dengan sikap sahabatnya itu dia tetap mencoba mencari Foto lelaki yang dijodohkan itu dengannya.
"Ini fotonya, aku dapat dari ibu aku sebelum kamu bertemu sebelumnya dia anak sahabat baik ortu aku" ucap Rara sambil menunjukkan foto Dion
Rara hanya bisa memutar bola matanya merasa kesal melihat tingkah teman temannya itu.
"ahhh pengen juga dijodohkan kalo kayak gini iklas aku" jawab Vivi
"Aku juga" balas Rita
Melihat kelakuan menyebalkan temannya itu Rata hanya bisa diam dan mengingat kembali kisah awal pertemuan dia dengan Dion.
Pertemuan singkat mereka diawali saat makan malam di sebuah restoran di kota X, Rara merasa sangat kesal pada saat itu karena menurut dia Dion cowok yang sangat manja dimana saat ingin ke WC dia tidak ingin pergi sendiri melainkan harus di temani dengan Rara dan hal itu memberikan kesan buruk tentangnya di mata Rara.
Dia menceritakan semuanya kepada sahabatnya dan hanya di respon positif oleh para sahabatnya.
"Bukannya itu bagus, malah serasa dia cuma milik kita dia nggak mau jauh dari kita" Jawab Vivi
"sudahlah bosan bicara dengan kalian" Ucap Rata sambil menarik HPnya dari tangan sahabatnya.
"Tapi aku nggak akan terima pernikahan ini, kalian tahu kan aku punya pacar nggak mungkin aku putuskan dia hanya gara gara Dion dan dia juga bukan tioe aku" Sambungya...
"Tapi kok dia bisa manja kayak guru yak, apa karena dia berasal dari keluarga kaya kali yaa" ucap Rita
"Memang kata ayah aku kayak guru, ortunya terlalu memanjakannya jadinya guru deh" ucap Rara
"Serta dia juga anak tunggal jadi makin di manja deh" ucapnya lagi
"ohhh gitu, kayaknya itu sebabnya kalian di jodohkan soalnya keluarganya pasti udah percaya banget sama kamu untuk bisa menjadi pasangan yang baik buat anaknya itu" ucap Vivi
"Tahu ahhh" ucap Rara kesal
setelah beberapa jam merekapun berpisah Rara kembali ke rumahnya yang telah di sambut dengan kehadiran Dion...
"Hy Ra?", ucap Dion
"Hari ini kalian fitting baju ya" ucap ayah Rara
"haaaa" jawab Rara yang merasa kaget
"Nak Din sudah menunggu sedari tadi, sudah sana kalian pergi hati hati ya" ucap Ibu Rara
Rara yang merasa kaget dengan semua yang tiba tiba hanya bisa menuruti kata orangtuanya itu.
Selama perjalanan menuju lokasi fitting baju itu dia mereka berdua hanya diam, Dion tidak berani memecah keheningan dengan wajah Rara yang terlihat sedang kesal itu. sesampainya mereka di tempat tujuannya Rara langsung mencoba Gaun yang sudah di desain Khusus untuknya dan Rara sangat menyukainya tapi karena kesal tidak ada wajah bahagia yang terlihat.
"Kamu suka kan Ra" tanya Dion
"Iya" jawab singkat Rara
"Kita pergi cari makan dulu ya" ucap Dion
"Nggak usah aku mau langsung pulang" jawab Rara ketus
"Baik Ra" ucap Dion sambil tersenyum