
Sementara di rumah sakit, sang ibu yang semenjak dari pagi hari di temani Nelly pun sedang sibuk-sibuknya, menghadapi berbagai wawancara dari beberapa media.
Namun keduanya memilih untuk bungkam dan tidak mau menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang mereka ajukan.
Perasaan duka yang mendalam nampak di wajah kedua wanita tersebut. Berbagai media telah mengambil foto, bahkan setiap gerak-gerik ibu dan Nelly menjadi sorotan pada hari ini.
Berita kematian seorang putra pengusaha kaya yang menghilang 15 tahun lebih itu, membuat geger media cetak dan televisi sejak pagi dini hari.
Kakek dan nenek yang sedang istirahat dengan tenang pun tak luput menjadi korban dari media massa, dengan air mata dan tubuh yang lemah, kedua orang tua yang sudah bahagia dengan kedatangan putranya, serta menantunya, menjadi shock dan tertekan, dengan berita yang ada.
Dengan tergopoh-gopoh kakek dan nenek masuk kedalam Rumah Sakit, dan mencari sosok menantunya, melihat Ibu Silvia dan Nelly, kakek dan nenek sudah bisa memastikan, apa yang sebenarnya terjadi.
"Silvia.... apa yang. terjadi dengan Sam, bukankah kemarin dia sudah baik baik saja sebelum operasi?"
Nenek memeluk menantunya dengan erat.
"Mami... apa harus dikata, takdir berkata lain, kita harus kehilangan dia." tak ingin mertuanya tertekan ibu Sivia membisikkan kata kata yang membuat nenek dari cucunya itu langsung meredakan tangisnya, sehingga lebih tenang. Entah apa yang di bisikkan menantunya itu, semua orang tidak tahu.
" Vian... maafkan nenek ya... " Nenek memeluk Nelly dengan erat, mereka berdua menangis sejadi-jadinya.
"Papi... maafkan Sam, dia selalu merindukanmu, walau berjauhan, dia selalu menyayangi mu..." Silvia memeluk mertuanya, Sesaat kakek menangkap adanya keganjilan, namun setelah menantunya membisikkan kata keramat tersebut, sontak kakek ikut menangis dan memeluk menantunya itu.
Suasana haru sangat terlihat, bahkan lalu lalang media yang ingin meliput kejadian ini, sangat mengganggu aktivitas Rumah Sakit ABRAHAM pada hari ini.
Pukul 2 siang Varo memutuskan melakukan konferensi pers, di mana disana, sudah ada kakek dan neneknya, Aunty Silvia, dan juga Nelly.
Dalam kesempatan ini, Varo menjelaskan, memang Uncle Sam beberapa tahun ini menjalankan bisnisnya di luar negri, namun naas nya, kedatangan Uncle Sam ke kota kelahirannya, tak di ketahui oleh Varo dan keluarga, sehingga luput dari perhatian dan pantauan mereka, dari pihak keluarganya meminta maaf yang sebesar besarnya, kepada Aunty Silvia, dan putrinya, belum bisa melindungi Uncle nya.
Banyak media massa yang mengabarkan, bahwa kematian dari Uncle Sam, adalah orang suruhan dari Varo, karena tak ingin harta warisan keluarga Abraham jatuh ke tangan Uncle Sam.
Bahkan opini-opini yang menjebak dan menyudutkan Varo pun sudah semakin merebak di media massa, bahkan di media sosial.
Meeting yang seharusnya berjalan dengan lancar, harus terganggu dengan adanya berita ini. Varo mau tak mau harus kembali ke Mension utama, untuk ikut dalam pemakaman Uncle Sam.
Nyonya Sam yang terlihat memang sangat lelah beberapa hari ini,terlihat kurus dan tidak terawat.
Nelly yang bertugas menjadi anak Sam, memang gadis yang memiliki pesona tersendiri, di umurnya yang 25 tahun itu mampu mengelabui media massa, bahkan dari segi bahasa, Nelly mampu menirukan semuanya kebiasaan dan body language Vienna. Ternyata, kedekatan Nelly untuk tinggal satu kost dengan Vienna, bertujuan untuk mengetahui seluruh tingkah laku dan kebiasaan Vienna selama ini.
Sungguh di luar dugaan siapapun yang mengetahui ini, Varo memang sudah menyiapkan semuanya, dari bentuk wajah, tubuh dan rambut, Nelly memang sudah menyamakan dengan Vienna. Bahkan alasan Varo untuk tidak mengambil pakaian Vienna dari kos-kosan nya, adalah rencana besar ini.
Seharian penuh Vienna di larang melihat TV dan handphone miliknya, bhkan pak Wahyu melarang seluruh Maid yang ada di rumah Varo untuk membuka alat komunikasi mereka, selain dirinya.
Ayu dan Sofia yang selalu menemani nyonya muda, sangat melihat kekesalan yang ada di wajah Vienna, jika ada sedikit celah dirinya membuka handphonenya, Vienna akan melakukannya.
Sehari penuh Vienna merasakan bosan dan kebingungan. Karena lelah berpikir, Vienna memilih tidur, dari pada lelah memikirkan dirinya hari ini.