
Kedatangan Varo yang mendadak di ruangan yang ayah Vienna tempati saat ini, mengagetkan Vienna dan Ayahnya, yang sedang berbincang rahasia.
"Assalamualaikum Ayah, apa kabar malam ini? sudah lebih enak kah?" tanya Varo sebagai basa-basi.
"Ayah baik-baik saja, kenapa kamu cepat pulang? bukankah masih ada meeting?" Ayah terlihat gugup dengan kedatangan Varo.
"Ayah bisa saja, meeting hari ini sudah dari jam 5.30 ayah, jadi sekarang saya bisa menemani Ayah dan Vienna." Varo beralasan.
"Sayang, kamu tidak ingin beristirahat? pergilah ke kamar sebelah, sudah aku siapkan Semuanya." Varo membelai rambut Vienna yang panjang.
"Oke, Vivi istirahat dulu ya Ayah, kalau ada apa-apa, telepon Vivi ya." Vienna berpamitan, sembari mencium tangan suami dan juga ayahnya
Tiger mengantar Vienna masuk kedalam kamar sebelah,dan di jaga oleh kedua bodyguard Varo.Tiger berpesan,agar Vienna tidak keluar dari kamar, sebelum Varo keluar dari ruangan Ayah Vienna yang saat ini sedang di rawat. Sedangkan Leo dan Tiger sendiri, berjaga di pintu masuk ruangan itu.
Varo memulai pembicaraan mereka, yang di dahului dengan hormat bak pendekar kungfu.
"Uncle, sebenarnya apa yang Uncle rencanakan saat ini? Mengapa Uncle menutupi kejadian 15 tahun lalu pada Vienna?" tanya Varo pada Uncle Sam.
"Varo, Uncle bersusah payah, meninggalkan keluarga, hanya untuk kehidupan Vienna, andai Uncle egois, tak akan melarikan diri ke pedesaan sana." ungkap Sm pada keponakan nya.
" Tapi kenapa Uncle melepas Vienna setelah lulus SMA?" tanya Varo semakin penasaran.
"Kamu pikir aku tidak membekali putriku dengan ilmu yang tinggi? tentu saja semuanya sudah aku perhitungkan." Jawab paman Sam.
"Uncle, andai Vienna tahu dan ingat kejadian yang lalu, apakah Vienna akan memaafkan Uncle?" Tanya Varo.
"Tentu saja dia akan memaafkan Ayahnya, walau awalnya sangat menyakitkan, dan semua itu, sudah menjadi tugas kamu, untuk membuka semua permasalahan yang sebenarnya, yang selama ini telah terjadi dalam keluarga besar kita." terang paman Sam Ayah Vienna.
"Varo akan mencobanya Uncle." tutur Varo dengan tegas.
"Varo, tolong sebarkan foto kematian ku, aku ingin mereka mendengar bahwa aku telah mati dalam kasus tabrak lari kemarin." Perintah Paman Sam.
"Apakah akan ada yang membocorkan rahasia dibalik ini semua Uncle?" tanya Varo pada paman Sam
"Aku sedikit khawatir saja dengan teman Vienna yang bernama Nelly." ungkap Varo.
"Jangan khawatir Uncle, Nelly adalah orangku, salah satu anak didik Tiger, dan memang saya tugaskan untuk menjaga Vienna semenjak masuk magang."
"Baguslah, berarti ketakutan ku sudah terjawab sekarang." ungkap Ayah Vienna merasa lega.
"Sebenarnya kalau Nelly bukan orangmu, aku sudah akan membawanya menjadi asisten aunty kamu Varo, tapi ternyata aku kalah start dari kamu, hahahaha. " suara tawa Ayah Vienna yang mampu membangunkan Bundanya Vienna.
"Nak Varo sudah di sini? Vienna kemana?" tanya Bundanya Vienna.
"Sudah masuk kamar Bunda, baru saja." jawab Ayah .
" Uncle... aku tak ingin kejadian 15 tahun lalu terulang kembali, maka dari itu sudah aku siapkan orang-orang yang benar-benar kompeten dalam menjaga Vienna." terang Varo.
"Aku rasa perusahaan kita semakin maju ada di tangan kamu Varo, lanjutkan saja, aku sudah menyerahkan semuanya padamu, dan ingat, jaga Vienna, dan jangan pernah kau ingatkan kembali trauma yang ada padanya." pesan dari Ayah Vienna.
"Saya usahakan Uncle, dan satu lagi, sebaiknya Uncle pindah dari sini, besok pasti akan ada wartawan yang meliput kemari, Tiger dan Leo sudah menyusun rencana, jadi secepatnya Uncle akan kami pindahkan, jangan bawa Aunty, Dengan adanya Aunty, akan sangat mudah membuat mereka keluar dari sarangnya." Saran Varo pada pamanya.
" Baiklah bawalah aku memakai kursi roda, Vienna mungkin tak akan bertanya keberadaan ku, aku sudah pamitan padanya." Paman Sam menegaskan.
"Aku kembali ke kamar ku Uncle."
"Jangan lupa sembunyikan keberadaan dan identitas Vienna, jangan sekali-kali nya kamu tunjukkan di depan publik." Titah paman Sam.
"Baik Uncle, aku akan mengingatnya." jawab Varo lantang.
"Cukup dengan adanya Nelly di sebelah Aunty mu, bisa meredam pertanyaan siapa anakku yang sebenarnya." paman Sam berharap publik bisa di kelabui dengan rencana yang sedang mereka lakukan.
"Bunda, sebaiknya kalian tinggal disini sampai berita kematianku muncul, siapkan segalanya, jangan mudah terkecoh, banyak yang menanti kemunculan kita, setelah 15 tahun tak terdengar kabar keluarga kita." ungkqpan paman Sam pada istri tercinta nya.
"Aku akan mendukung apapun itu, asal Ayah sehat dan kembali seperti semula."
"Aunty Silvia, Uncle akan kami bawa ke bawah tanah, jadi kami harap Aunty siap berjauhan dari Uncle, sampai uncle benar-benar dinyatakan sehat."
"Bawalah, Aunty akan di sini, Aunty juga pengen istirahat." sebenarnya Silvia sudah mendengar semua percakapan antara suaminya dan menantunya.
"Ya sudah Varo, mari kita beraksi." Ajak paman Sam.
"Apa Ayah benar-benar sudah sehat?" tanya Varo.
"Aku selalu sehat Varo, aku ingin segera menimang cucu-cucu ku." goda Ayah Vienna.
Bunda dan Varo yang mendengar hanya tersenyum dan merasa bahagia dengan pernikahan antara Vienna dan Varo.