
Varo meninggalkan Uncle dan Aunty nya, menuju kamar di sebelah ruangan tersebut, dengan langkah pasti, Varo menuju ranjang besar milik mereka, terlihat disana Vienna sudah tertidur pulas.
Varo membawa Vienna keluar dari kamar tersebut, menuju ke rumah mereka, dan menyuruh kepada anak buahnya untuk membereskan semua yang ada di sana.
"Tiger... bereskan semuanya yang ada di sini, suruh Nelly sampai di sini dalam waktu kurang dari 2jam, dan katakan pada dokter Aldo, untuk membawa Uncle Sam dari sini."
"Baik tuan muda, kapan laporan kematian tuan Sam akan di keluarkan?"
"Sekarang, telepon Nelly, dan siapkan semua prosedur yang telah kita lakukan, dan buat seakan akan Nelly mendengar kematian ayahnya."
Varo membopong Vienna yang tertidur pulas, sungguh sangat menggemaskan, gadis kecil yang selalu dia lindungi, kini sudah ada dalam dekapannya.
Jalanan yang sepi, membuat perjalanan malam ini terasa cepat, kurang lebih 20 saja, Varo dan Vienna sudah sampai di kediaman mereka, para maid yang menunggu kedatangan tuanya, membungkuk dan mengucapkan salam, pak Wahyu selaku penanggung jawab rumah Varo, berinisiatif menanyakan apakah tuannya membutuhkan sesuatu.
"Tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Wahyu pada Varo.
"Siapkan air hangat untuk ku mandi pak Wahyu, dan siapkan juga baju tidur ku.
"Baik pak, bagaimana dengan nyonya muda?"
"Biar Ayu dan Sofia siapkan air hangat untuk Vienna, jangan bawa masuk, cukup taruh di dalam kamar mandiku, nanti aku ambil sendiri."
"Baik tuan"
Pak Wahyu berjalan mendahului tuanya untuk membukakan pintu kamar mereka, Ayu dan Sofia menyiapkan semua kebutuhan nyonya mudanya, sedangkan pak Wahyu menyiapkan kebutuhan tuan muda.
Setelah selesai semuanya, pak Wahyu mengetuk pintu kamar mandi, bahwa semuanya sudah siap.
"Bos... apa yang anda lakukan?" Tanya Vienna denga reflek menutup tubuhnya dengan selimut yang ada, Vienna meraba seluruh tubuhnya, yang sudah plontos, tanpa sehelai pakaian pun, kecuali segitiga pengaman nya, karena Varo tidak ingin melihatnya,dan juga sedang berhalangan.
"Mengelap tubuh mu Vienna... karena kamu sudah bangun, ya sudah kamu lanjutkan sendiri, aku mau mandi, aku panggilkan Ayu dan Sofia."
Dari interkom rumah, Varo memanggil Ayu dan Sofia untuk naik keatas, dan membantu nyonya muda bersiap.
Tidak menunggu lama, Ayu dan Sofia sudah ada di depan kamar Vienna, Varo yang sudah melihat kedatangan mereka pun menyuruh untuk membantu Vienna.
Vienna sungguh sangat canggung dengan semuanya, semburat warna merah di pipinya, tak luput dari perhatian Ayu dan Sofia.
"Nyonya kenapa? pakai blush-on ya? " goda Sofia yang akhirnya mendapatkan cubitan di prut dari Ayu.
"Aku malu, bosmu membuka semua pakaian ku, dan..." Vienna terdiam, sungguh malu, kalau Ayu dan Sofia mengetahui yang Varo lakukan padanya barusan.
"Nyonya muda sungguh polos, bukankah sudah biasa seorang suami melihat tubuh istrinya, sungguh tuan Varo sangat menyayangi nyonya."
Vienna terdiam, mendengar perkataan Ayu.
"Kalau tuan tidak menyayangi nyonya, tuan akan menyuruh kami untuk membersihkan nyonya, dan karena nyonya sudah terbangun, makanya kami yang membantu nyonya." Terang Sofia pada Vienna.
"Ah kalian betul, ya sudah, bantu aku memakai baju tidur." titah Vienna pada Ayu dan Sofia.
"Tunggu dulu nyonya, mandilah sebentar, biar tubuh nyonya segar, sudah saya siapkan air hangat." terang ayu pada Vienna. Akhirya mau tak mau Vienna pub menuruti saran kedua Maid nya.