
"Ayah sudah membekali ilmu bela diri padamu, dan menembak, itu adalah bekal terbaik untuk kamu, lima bahasa yang kau kuasai, suatu saat kamu akan tahu manfaatnya, jadi cintai suamimu saat didalam rumah, namun bersikaplah sebagai orang asing bila di luar rumah." tutur Ayah pada Vienna.
"Tapi Ayah, kenapa dia di Rumah Sakit bisa romantis? gak seperti di rumah?" tanya Vienna keheranan.
"Karena di rumah, dia memiliki CCTV, yang bisa saja di retas oleh siapapun, ikuti saja permainannya, dia yang lebih tahu." ungkap Ayah Vienna.
"ah... harus jadi aktris ni, masak kehidupan saja bisa bersandiwara." gumam Vienna di depan Ayah nya.
"Yang aku takutkan, kamu lelah Vienna, maka dari itu, ayah menginginkan, pernikahan kalian jangan di gelar di publik, akan sangat berbahaya bagimu, terutama kalau kamu sudah hamil nanti, akan memudahkan mereka untuk menjatuhkan Varo, hanya dalam sesaat, ingat! harus selalu waspada, terhadap siapapun, bahkan orang terdekat kamu, harus kamu curigai, bahkan seperti Nelly." terang Ayah pada Vienna.
"Kenapa ayah bisa curiga sama kak Nelly? Bukankan dia sahabat Vienna sebelum menikah dengan Varo?"
ucap Vienna karena terkejut.
" Teman bisa menjadi musuh, hanya karena uang, suatu hari dia akan menjadi musuh dalam selimut mu, bila ada orang yang ingin memanfaatkan kedekatan kamu dengan Varo, jadi biasakan tidak menceritakan tentang kehidupan kamu kepada siapapun, kecuali Ayah dan Ibu mu." Ayah Sam menggenggam tangan Vienna dengan erat.
"Jangan pakai perasaan, hilangkan semua ego dan sifat Melo kamu, demi kehidupanmu yang normal." pesan Ayah.
"Tapi harus sampai kapan Ayah? Vivi harus bersandiwara seperti ini?" tanya Vienna dengan wajah memelas.
"Sampai dokter benar-benar mengatakan ayah benar benar sembuh, ayah pun berharap, kehadiran ayah belum terendus oleh mereka, sehingga tidak menggunakan Nelly untuk membunuh Ayah, akan Ayah katakan pada dokter Aldo, untuk memindahkan Ayah, keruang yang lain, Ayah sudah lebih baik."
"Tidak perlu, Ayah yang akan bicara pada dokter Aldo, jangan melibatkan dia, kasihan dia, sudah menjaga perusahaan selama ini, di umurnya yang masih kecil, saat ayah pergi meninggalkan rumah."
"Ayah, Vienna makin tidak faham arah pembicaraan yang Ayah ucapkan, bener-bener bikin pusing kepala." terang Vienna yang sudah tak tahu arah pembicaraan Ayah nya.
"Pelan-pelan saja sayang, nanti kamu juga akan tahu segalanya, jangan tergesa-gesa." Ayah hampir saja membuka jati dirinya di depan putrinya, terlalu cepat bagi Vienna untuk mengetahui kehidupan yang sebenarnya, " Kalau Ayah selama ini berbohong pada Vivi? apakah Vivi akan memaafkan ayah?" tanya Ayah pada Vienna.
"Selama kebohongan ayah membuat kita bahagia, Vienna akan sangat beruntung dan bahagia, karena kebahagian yang kita miliki Sekarang ini , bukan suatu kebohongan." jawab Vienna dengan senyuman.
"Terima kasih sayang, Ayah lakukan hanya demi kamu seorang, bahkan, bila Ayah bisa meminta, ayah ingin kita hidup sebagai orang biasa, yang memiliki kehidupan yang normal pada umumnya." pelukan ayah pada Vienna membuat Vienna semakin yakin, bahwa semua yang ayah lakukan hanyalah untuk kebahagiaan dan kehidupan yang normal untuk mereka.
Namun seberapa menjauh ayah Vienna, mereka pasti akan mengendus keberadaan nya, bahkan kecelakaan yang terjadi padanya, ayah Vienna sudah melihat adanya kejanggalan, namun ayah Vienna tidak mau membahasnya.
Akan sangat mudah untuk dirinya membuat musuhnya senang dengan kematiannya, sehingga berita kematian ayah Vienna akan segera di munculkan di ruang publik.
Tentu saja, untuk sementara ini, Vienna harus meninggalkan ayah dan ibunya, agar kehidupan Vienna tidak terusik, dan untuk Nelly, ayah Vienna akan mengangkat nya menjadi asisten pribadi istrinya, agar Nelly tidak menjadi incaran musuh-musuh nya.