Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Salahkan Keadaan



Jo menengadahkan kepala sambil masih tetap memegang tengkuk Alexa dengan tangan kiri dan tangan kanan berada di pipi Alexa .


Mereka saling berpandangan dalam kebingungan .


Kemudian Jo kembali mencium Alexa dengan sangat bergairah , seakan akan mereka harus mengejar banyak ketinggalan , menebus waktu yang terlanjur tlah berlalu .


Alexa yang awalnya tercengang , diam saja tidak merespon , kemudian dengan lemah berusaha meronta , kemudian .... mulai membalas ciuman Jo .


Jo mencium dengan keahlian seorang jagoan yang berpengalaman dalam asmara , di dorong oleh perasaan yang membuncah dalam dirinya .


Sejak Arya menitipkan Alexa padanya , sejak mereka intens bersama sebagai seorang teman , saat itulah ada yang berubah dalam dirinya .


Kalau harus memeluk Alexa yang sedang bersedih ,dia berusaha menahan tangan dan bibirnya ,dia berusaha memeluk selayaknya seorang teman yang baik , padahal bukan itu yang dirasakannya.


Dia bahkan memilih kuliah di negara yang sama dengan Alexa , awalnya karena dorongan hati yang ingin bisa berada di dekat Alexa , tapi saat nalarnya sudah mulai jalan dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghubungi Alexa sama sekali , dia juga tidak satu kampus dengan Alexa .


Tapi alam semesta mempertemukan mereka malam ini .


Oh ,betapa senang hatinya bisa memeluk dan mencium Alexa .


Tok..tok..tok


bunyi kaca jendela mobil yang di ketuk mengagetkan mereka berdua.


" Man , masuk dulu acara puncak akan di mulai ," kata George , dan di belakangnya muncul wajah Sarah yang memandang Alexa dengan ekspresi yang hanya bisa di terjemahkan oleh mereka berdua __ awas ya , segera kamu harus menjelaskan padaku __ .


Alexa ,yang sedang kebingungan tidak tahu harus melakukan apa , akhirnya dia hanya memalingkan wajah dan memandang tangan dipangkuannya.


" Thank you George, aku dan Alexa ada urusan , sorry , bye , " jawab Jo sambil segera menjalankan mobil dan berlalu.


*****


Selang beberapa waktu mereka sampai di kompleks apartemen yang cukup mewah dengan tempat parkir pribadi.


" Aku ingin pulang ."


" Nanti ."


" Aku ingin pulang sekarang Jo !"


" Nanti , setelah lu menjawab pertanyaan gue ."


" Tidak ada yang harus di bahas Jo ."


" Banyak ."


" Ini tidak seharusnya terjadi ."


" Sudah terjadi ."


Sesampai di apartement , Jo mengambilkan Alexa minuman soda dari lemari es dan mengajak Alexa duduk di balkon yang sedang bermandikan sinar bulan .


sambil melepas dasi dan jas nya , Jo menatap Alexa dan mulai mengajukan pertanyaan .


" Kapan lu putus sama Arya ? "


" Whatt ? , aku gak putus sama Arya ,Jo !"


" Lalu ? , aku ditugaskan menemani seorang gadis yang kesepian dan sedang mencari pasangan .


" Kok bahasamu sekarang campur aduk Jo , lu gue aku kamu ...."


" Jangan berusaha ngeless Lex !"


" Ceritanya panjang Jo , Sarah dan Diana adalah sahabatku mereka merasa aku terlalu tidak normal ,tidak pernah bersosialisasi, menolak ajakan semua pria yang ingin menghabiskan waktu denganku, aku berusaha menjelaskan kepada mereka berdua ."


" Akhirnya perdebatan kami berakhir dengan aku menyetujui akan datang di malam ini tanpa pasangan, kemudian mereka men challenge aku bahwa kalau memang aku sebegitu yakin dengan cintaku berarti tidak masalah jika mereka akan mencarikan pasangan bagiku hanya untuk menghormati pesta HUT Sarah ," Alexa berusaha meyakinkan Jo tentang asal mula kerumitan ini.


" Kalau pesta dan pasangan yang dipilih Sarah , siapapun dia tidak berarti apapun bagi lu , kenapa baju ....penampilan lu meneriakkan hal yang sebaliknya ? " tanya Jo dengan wajah penuh tanda tanya .


" Hanya ini yang ada di lemariku ," jawab Alexa sendu .


Alexa mulai memikirkan perkataan sahabat- sahabatnya , apa memang hidupnya sedikit tidak normal , dia masih muda , dia punya uang banyak , kenapa tidak ada gairah untuk belanja , tidak ada keinginan untuk pesta , bersenang- senang .


" Aku senang karena hanya itu yang ada di lemari lu , sehingga gue bisa melihat sisi lain Alexa ." kata Jo


" Ini hanya sekedar pakaian Jo ."


Jo menghampiri Alexa yang sedang bersandar di balkon , mengurung Alexa dengan kedua tangannya , menatap mata Alexa , Diam .


Alexa menatap Jo , dan berkata dalam hati , Jo semakin tampan ,semakin matang dan ada sesuatu rasa yang asing dan mengganggu di dadanya.


" Gue gak tahu apa yang lu rasain , tapi gue tahu sekarang apa yang menggelisahkan malam-malam gue , apa yang membuat gue gak bisa bersenang- senang seperti dulu , apa yang membuat gue malas pacaran ....semua terjawab saat lu ada dalam pelukan gue, gue gak ingin yang lain Lex ."


Dengan setengah hati Alexa berusaha mendorong Jo , tapi yang di dorong tidak bergerak sedikitpun .


" Kamu tadi menyambut ciumanku sama ganasnya dengan aku Lex , jangan menyangkalku , kita akan melihat kemana rasa ini membawa kita , kalau memang aku nanti yang harus mundur , aku tidak akan memaksa mu untuk memilih , setidaknya mari kita berusaha untuk jujur terhadap diri sendiri , itu akan membawa kita pada pilihan yang tepat ."


" Aku sangat menyayangi Arya ,Lex tapi aku juga tidak bisa menghapus rasa ini begitu saja , aku sudah berusaha menjauh , tapi takdir mempertemukan kita kembali ."


Kemudian Jo memeluk Alexa , hanya memeluk dengan sayang dan berbisik " Aku hanya ingin melihatmu bahagia , dengan atau tanpa aku ."


Alexa bersandar di dada Jo , bingung dengan hatinya ,baru beberapa menit yang lalu dia sangat yakin dengan cintanya pada Arya, sekarangpun masih , tetapi kenapa ada rasa nyaman saat dia bersandar di dada Jo ? ada rasa malas untuk melepaskan pelukan hangat itu ? "


.