
Sepeninggal Jo , Arya segera menelpon Alexa , sejenak Arya menunggu ,kemudian terdengar suara Alexa menjawab di ujung sana .
" Ya Arya."
" Kita jadi ketemu , Lex ?"
" Jadi Yak, beri aku waktu sebentar , ada yang harus aku urus , setelah itu aku ke tempatmu !" jawab Alexa segera .
" Oke , kalau sudah beres bilang aja , aku jemput kamu , Lex !"
" Gak usah Yak, aku langsung dari luar ke tempatmu , tapi kamu gak kerja hari ini ? " tanya Alexa dengan sedikit keheranan , karena dia tahu betapa gila kerjanya Arya.
" Aku minta cuti hari ini Lex , kamu orang ke 5 yang keheranan mendengar aku cuti !" tukas Arya .
" Iya Yak , masalahnya semua juga tahu etos kerjamu , ya udah ya Yak , sampai nanti ."
" Eh Lex , kan aku lagi cuti, sekalian aja kamu aku antar ke tempat kamu harus menyelesaikan urusanmu , gimana ?"
" Thank you Yak, aku lebih baik sendiri aja , gak lama kok ." Alexa berusaha menolak karena bagaimanapun dia juga tidak tahu harus mencari Jo ke mana , tidak mungkin dia diantar Arya .
" Bukankah aku lebih mengenal kota ini lebih baik dari kamu Lex , ayolah , aku jemput ya ?"
" Gak usah Yak , sebentar lagi aja ,aku tilp kamu ya , ok ?" dengan kukuh Alexa menolak pertolongan Jo .
" Ya sudah lah kalau begitu, nanti tilp aku ya Lex , bye ." Arya pun mengakhiri tilpnya.
***
Alexa kebingungan dan sangat gusar campur gelisah karena saat keluar dari kamar mandi dia tidak dapat menemukan Jo , dia turun ke resepsionis yang mendapat jawaban bahwa Tn Jonathan belum check out , jika begitu kemana Jo pergi ?? apa yang sebenarnya terjadi ? apa yang luput dari pengawasannya ? apa yang di lakukannya ? Jo adalah tipe easy going jadi pasti ada yang tidak sengaja sudah melukai hatinya .
Tidak mungkin Jo jauh-jauh menyusul dia ke Australia kalau hanya untuk sekedar say hello kemudian menghilang ?.
Dia akan membereskan masalahnya dengan Arya saja dahulu , biar nanti saat Jo kembali , mereka bisa membahas semuanya dan kalau memungkinkan mereka akan kembali ke Inggris bersama-sama , memulai awal yang baru sebagai kekasih Jo sepenuhnya , Wow ..hanya memikirkannya saja sudah membuat darah Alexa berdesir kencang dan wajahnya merona .
Sambil menyimpan angan-angan yang indah itu, Alexa menekan nomor Arya untuk minta di jemput , tapi kemudian dia mengurungkan niatnya , sepertinya lebih cepat jika dia saja yang langsung pergi ke tempat Arya dengan menggunakan taxi daripada harus menunggu Arya menjemputnya.
Dalam perjalanan menuju ke tempat Arya , Alexa mencoba untuk kembali menekan nomor Jo tetapi belum sampai angka terakhir Alexa ragu ,ini sudah terjadi puluhan kali sejak dia menemukan Jo sudah pergi , kalau sampai memang ada sesuatu yang terjadi yang berkaitan dengan dirinya ,dia ingin saat mereka membahasnya mereka bertatap muka hingga tidak ada satupun bahasa tubuh yang terlewat.
Setelah membayar taxi , Alexa bergegas menemui Arya , dan ternyata Arya sudah menunggu Alexa di pintu .
" lho Lex , kok kamu gak tilp aku ? biar gak repot-repot naik taxi !"
" Nggak repot kok Yak , lebih menghemat waktu , memotong 1 jalur saat kamu menjemput aku kan ."
Kemudian Arya menghampiri Alexa , memeluknya , mengecup bibirnya tetapi dengan perlahan Alexa memalingkan muka sehingga bibir Arya hanya mendarat di pipinya .
Alexa merasa sikap Arya tidak seperti kemaren saat dia baru datang , oh tidak , dia tidak ingin harus kembali menjelaskan panjang lebar tentang perasaan mereka yang sebenarnya tentang kurangnya gairah ....bla...bla .... , dia ingin Arya yang memang telah berubah dengan Caitlin disisinya , sehingga sangat mudah baginya untuk berkata semuanya sudah selesai .
Alexa berusaha menahan dirinya , menenangkan pikirannya , kemudian masuk dan memilih duduk di sofa tunggal di ruang tamu , sehingga Arya tidak dapat duduk disampingnya .
" Lex , kenapa duduk di sini ? yuk di dapur sambil aku bikinkan kamu minuman segar , atau kalau kamu lapar masih ada snack yang Cait.....lin bikin ."
Arya terlihat sangat ragu mengucapkan nama Caitlin dan terlihat menyesal dengan kalimat terakhirnya .
" Caitlin mana Yak, kok tidak kelihatan ?"
" Caitlin ngantor Lex !"
Keheningan terjadi beberapa saat setelah itu, mereka hanya saling berpandangan dalam diam.
Kemudian terdengar suara Alexa memecah keheningan ,
" Yak , aku mau ngomong sama kamu tentang banyak hal , tapi waktuku tidak terlalu banyak , jadi sepertinya hari ini kita bahas yang paling mendesak menurutku ."
Arya terlihat berpikir dan menerawang memandang halaman melalui pintu yang terbuka .
" Menurutku kita memang harus bicara , banyak yang harus ku tebus , tapi aku tidak ingin membahasnya dengan tergesa-gesa, mungkin kita bisa membiasakan diri dengan kehadiran kita satu sama lain , aku bikin minum dulu , kemudian kita pindah duduk di teras , kalau hari ini waktumu terbatas kita bisa bicara nanti , kamu urus dulu urusanmu aku siap mengantarmu kemana saja , banyak yang bisa kita tangkap saat kita bersama di banding berjuta kalimat yang kita ucapkan Ndut ."
Wajah Alexa terpana lebih ke arah shok , kenapa bisa jadi begini ? kan semuanya sudah tinggal selangkah menuju penyelesaian ? misalkan sebuah lagu sudah sampai di Coda , penutup sebuah lagu , kenapa sekarang Arya seakan menyiratkan mereka bisa melakukan konsolidasi dan memulai kembali ? oh Alexa semakin pusinggggg dia semakin merindukan Jo .
Aku harus segera memulai rencanaku semula , sebelum Arya berhasil membawanya ke teras dan semua rencana santainya hari ini.
" Yak , sebelumnya aku sudah pernah bilang sama kamu kalau ada seorang pria yang menemaniku dan mengisi hari - hariku di Inggris ..."
" Aku ingin kita melihat episode itu sebagai kesalahan yang di maafkan , kita simpan sebagai peristiwa yang lebih mendewasakan kita Lex , akupun juga menyadari kesalahanku dengan mengisi waktuku bersama Caitlin , jadi baik pria itu di Inggris dan Caitlin ,kita jadikan pelajaran berharga agar kita lebih bisa menjaga hubungan kita lebih baik dibanding kemarin ."
Alexa mulai merasa pasti sekarang bahwa perpisahan yang diinginkannya akan berjalan sangat sulit tidak semudah saat dia baru pertama kali tiba , kalaupun terjadi ada yang terluka bahkan mungkin lebih dari satu orang yang menderita .
"Arya , aku akan memberitahumu terlebih dahulu , pria yang menemaniku itu adalah__ ,"
Belum selesai Alexa bicara Jo sudah memotong ,
" __ tidak usah di lanjutkan , bagiku tidak penting Ndut , siapapun pria itu aku akan berterimakasih karena sudah menjaga dan menemanimu di Inggris , bagiku peran pria itu sama dengan Caitlin , sama -sama membuat kita sadar ada yang perlu kita perbaiki untuk menjaga orang yang kita sayang !" tukas Arya berapi-api.
" Baiklah kalau kamu tidak ingin tahu , sebenarnya aku tidak nyaman harus bercerita dengan menyebutnya pria itu !"
Kemudian Alexa berdiri dan menghampiri piano yang ada di ruang tamu Arya .
" Kamu tahu Yak , saat aku datang pertama kali ke sini , ada yang menarik perhatianku , di tengah keramaian yang kamu ciptakan bersama temanmu , ada seorang gadis yang dengan tenang bermain piano dan larut dalam dunianya sendiri , jika suasana itu di capture dan suruh orang yang melihat menebak siapa pemilik rumah ini maka pasti akan banyak orang yang menjawab , pemiliknya adalah si gadis yang sedang bermain piano , you see ? "
Arya membuka mulutnya dan akan berbicara ketika Alexa mengangkat tangan memberi tanda dia belum selesai .
" Kenapa Caitlin bisa begitu nyaman disini ? karena dia merasakan penerimaan Yak , tidak ada gadis yang merasa santai dan nyaman kalau mereka tidak punya kepastian itu , dan pria hampir tidak pernah berdusta tentang gairah dan kerinduan mereka akan kenyamanan dari pasangannya , perasaan itu yang kami para wanita tangkap Yak , itu yang Caitlin tangkap !"
" Ndut , yang kamu katakan sebagian besar mungkin benar , tapi ada yang salah , gairah dan kerinduanku terhadap Caitlin tidak lebih besar di banding perasaanku buat kamu Ndut , hubungan kita jauh di atas itu , please maafkan aku seperti aku pun sudah memaafkan pria dalam hidupmu Ndut , please !"
Alexa merasa dia harus berjuang lebih keras lagi untuk menyadarkan Arya , karena saat Arya memanggilnya Ndut itu biasanya karena Arya berada di Mode Romantis .
" Oke Yak , aku tidak ingin menghakimi kamu, tapi kalau memang Caitlin tidak terlalu memiliki peran dalam hatimu pasti yang kamu lakukan juga biasa saja , yang aku tahu kamu tidak bisa main piano Yak , jadi piano ini punya kamu Yak ? "
" Iya , saat ada lelang aku berhasil mendapatkannya Ndut !"
" Yak , ini ada grafir nya ....tertulis ...!"
" Aku tahu apa yang tertulis di situ Ndut , itu aku belikan saat aku mendapat honor besar dari proyek pertamaku , tapi itu reflek Ndut , tidak ada perasaan yang terlibat , yah seperti euforia karena proyekku berhasil dan dia ada di sana , mungkin terdengar seperti tidak masuk akal tapi itu yang sebenarnya terjadi Ndut ! "
Arya masih merasa Alexa belum bisa menerima penjelasannya , dia harus berusaha lebih keras untuk meyakinkan Alexa .
" Kalau ada perasaan yang terlibat pasti aku akan menyuruh piano itu dikirim ke rumahnya bukan ke rumahku , Ndut !"
Setelah sama - sama terdiam , Arya yang lebih dahulu memecah keheningan ,
" Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua Ndut , please ?!"