Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Mengejar Harapan



Arya terbangun saat keadaan masih belum terang, matahari masih bersembunyi, ternyata dia tidak bisa tertidur dengan nyenyak, terlalu banyak hal-hal yang membebani otaknya , yang membebani hatinya hingga saat tidur pun dia terganggu.


Masih di atas tempat tidur Arya menerawang ke langit-langit dan mulai memikirkan semua peristiwa yang dialaminya hari sebelumnya , kedatangan Alexa yang mendadak , reaksi Caetlin yang begitu berbeda, telepon Jo yang diluar bayangannya dan semuanya bercampur aduk menjadi satu hal yang sangat membingungkannya.


Padahal saat ini dia sedang dalam keadaan sangat sibuk sehubungan dengan penelitiannya.


Ahh dia sangat merindukan hari-hari sebelumnya di mana semua dapat dikendalikannya dengan teratur, dia dapat melakukan tugas-tugasnya dengan penuh konsentrasi di sela-sela waktu santainya sehingga semua berjalan begitu seimbang dan itu sangat menyehatkan jiwanya.


Arya pun bergegas bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi, selesai mandi hanya berbalutkan handuk , Arya keluar menuju dapur untuk membuat kopi , betapa terkejutnya Arya karena dia melihat Caetlin yang sepertinya sedang membuat sarapan .


" Apa yang kamu lakukan pagi-pagi begini ?" Arya bertanya sambil bersandar di pintu dapur .


" Biasa orang menyebut yang kulakukan ini adalah memasak , membuat sarapan untuk dimakan .. ." jawab Caetlin sambil sekilas melihat Arya .


" Maksudku ini masih terlalu pagi untuk tamu berkunjung , jadi tadi malam kamu tidak pulang ? atau pagi ini kamu datang kepagian ? "


" Oh ,jadi sekarang aku hanya seorang tamu bagimu ?" kali ini Caitlin membalikkan badannya sepenuhnya menghadap Arya .


" Jangan menganalisa perkataanku dan memutarbalikkannya Cait , kamu tahu apa maksudku , kemaren kita tidak berpisah dalam keadaan baik-baik saja , pagi ini kamu datang seolah tidak pernah terjadi apa-apa !" sambil berkata Arya membetulkan letak handuk di pinggangnya .


Dulu Arya akan dengan santai hanya memakai handuk berkeliaran di rumahnya walaupun ada Caetlin dan begitu juga sebaliknya dengan Caitlin , tapi itu dulu sebelum Alexa datang dan membuka begitu banyak kenyataan .


Arya pun masih bingung dengan perasaannya terhadap Alexa , pertemuan mereka tidak seperti yang selama ini dibayangkan oleh Arya, dalam bayangan Arya mereka akan sulit untuk melepaskan pelukan mereka, bayangannya Alexa akan meneteskan air mata bahagia, tapi semua itu tidak terjadi dan yang juga paling membingungkan adalah sikap Caetlin yang seakan terluka .


" Aku hanya mencoba bersikap rasional , toh ada yang harus kita selesaikan tapi sebelumnya kita berdua butuh makan , jadi aku memasak apa salahnya ? kalau kamu mau aku sudah masak untuk berdua , kalau nggak juga nggak apa-apa , tapi kalau aku bisa bersikap rasional aku harap kamu juga bisa ." Caetlin kembali menghadap kompor dan melanjutkan memasak sarapan untuk mereka .


" Terserah kamu aja , aku ganti baju dulu ." Aryapun berbalik menuju kamarnya , dia merasa semakin pusing , belum selesai dia menganalisa semua kejadian kemarin, hari ini sepagi ini dia harus sudah berhadapan dengan Caitlin , Caitlin yang tidak dikenalnya , Caitlin yang ia tahu adalah orang yang paling santai menjalani hidupnya , yang tidak pernah mau berlama-lama dalam masalah , jika ada masalah seketika dia akan memasang mode bye bye , bukannya bertahan seperti saat ini .


Alexa , Alexanya yang sangat disayanginya , dulu dia selalu melindungi Alexa , dia akan menjaga Alexa seperti induk beruang menjaga anaknya tetap hangat di musim dingin , tetapi kini saat Alexa berkata ada yang menemani hari-hari nya di Inggris , Arya tidak seperti induk beruang yang terluka , dia hanya merasa sayang Alexa yang semakin cantik bukan lagi miliknya , dia menyayangkan hilangnya cinta tak bersyarat yang dulu diberikan Alexa padanya .


Bagaimanapun keadaanya sekarang , kalau bisa dia akan berusaha kembali memenangkan Alexa ,karena dia tahu betapa berharganya Alexa , seorang gadis cantik yang berkarakter kuat , yang berhati lembut dan welas asih , jika kau beristrikan gadis seperti Alexa , kau tidak akan pernah cemas tentang apapun di belakangmu bahkan jika kau harus meninggalkan rumah berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.


Selama ini dia bersama Caetlin di Australia dengan asumsi di manapun Alexa berada, Alexa masih miliknya , tapi saat ini sepertinya kalau dia salah menekan tombol dia akan kehilangan dua -duanya .


***


Caitlin merasa gusar di dapur Arya , untung Tante Arya sedang berlibur ke Indonesia , kalau tidak dia malu kalau harus menjelaskan alasan kedatangannya pagi- pagi ke sini , walaupun sejak tantenya berlibur ke Indonesia , Arya sudah memberikan kunci kepadanya supaya dia bisa datang dan pergi tanpa harus menunggu Arya .


Caitlin tahu seharusnya kebersamaan mereka saat ini sudah berakhir , tidak pernah ada hubungan yang lebih di antara mereka , dan itu sudah di tegaskan oleh Arya di awal mereka sepakat untuk bersama .


Tapi siapa yang bisa mengendalikan hati ? dia tidak ingin jatuh cinta pada siapapun , selama ini dia menikmati kemerdekaannya , tapi kalau tiba-tiba dia tidak ingin melepaskan Arya ? dia akan mencoba membuka pikiran Arya betapa berharganya apa yang selama ini sudah mereka bagi bersama , kalau memang dia harus kehilangan Arya dia akan merelakannya toh dia sudah berusaha .


Banyak yang berusaha merayunya tapi ternyata hatinya tertambat dalam diri seorang pria dari Indonesia, pria yang sangat pintar dan begitu gigih untuk bisa menjadi seorang yang sukses karena usahanya sendiri .


Dia tetap akan menunggu Arya di sini , mereka akan menyelesaikan masalah mereka sebelum hari ini berakhir .