Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Habis Hujan terbit Pelangi



Hari masih pagi, udara masih lembab, dalam keheningan Alexa terbangun dia mengingat semua yang terjadi hari sebelumnya, segera dia teringat pertemuannya kembali dengan Jonathan, Jo-nya yang kembali muncul dihadapannya setelah menghilang tanpa meninggalkan jejak.


Alexa akan berbalik saat kesadaran kembali memberitahukan bahwa dia tidak tidur sendiri, ada tangan pria besar yang melintang di perutnya.


Alexa sedikit membalikkan badan ke arah pemilik lengan berbulu itu , maka matanya bertatapan dengan sepasang mata yang menatap dengan penuh perasaan.


" Good morning sweetheart ."


" Morning ."


Jo tidak berani melakukan hal yang lebih dari sekedar memeluk Alexa, dia tahu harus pelan-pelan, dia tidak ingin Alexa marah lagi .


" Kenapa kita tidur bersama Jo ?"


" Hanya ingin memelukmu sweetheart ."


" Kalau aku tidak ingin memelukmu ?"


" Kamu gak usah peluk aku ."


" hmmm , maksudku__"


" Masih pagi Lex, nanti aja bahasnya !"


Saat itulah terdengar bunyi notifikasi masuk, herannya baik ponsel Jo dan ponsel Alexa menyala bersamaan.


Jo yang malas melepaskan pelukannya membiarkan saja ponselnya, sementara Alexa berusaha menjangkau ponselnya di meja sebelah tempat tidur.


Kemudian Alexa membuka pesan yang masuk, yang baru masuk adalah dari Arya.


Segera Alexa membuka dan membaca pesan dari Arya :


Hai Lex, hai Jo


Aku harap kalian bisa mengosongkan .....


Jo yang ikut membaca sampai selesai, sangat terkejut dengan pesan yang Arya kirim .


Bagaimana Arya bisa tahu mereka bersama ? pikir Alexa.


Arya dan Caitlin ??? Jo mulai bisa melihat gambar besar dari semua peristiwa yang terjadi dan dia mengumpat dalam hati, mengumpati kebodohannya sendiri.


Kantuk mereka seketika hilang, dan mereka berdua duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan pikiran masing-masing.


Alexa berpikir betapa berbahagianya dia mendengar bahwa Arya dan Caitlin akan segera menimang anak yang mempersatukan mereka kembali setelah sempat berpisah.


Alexa melirik raut wajah Jo yang masih sangat kebingungan.


Alexa tahu apa yang dipikirkan Jo, pasti tentang undangan warna kuning.


" Arya dan Caitlin ???" Jo menyuarakan apa yang tadi hanya diucapkannya dalam hati.


" Yap.. !" jawab Alexa.


" Jadi undangan kuning itu adalah perkawinan Arya dan Caitlin ?"


" Yap.. !" kembali Alexa menjawab dengan nada yang sama.


" Kenapa kamu mengira itu aku ?" Alexa bertanya lirih.


Tapi Jo tidak menjawab , dia sedang mengacak-acak rambutnya dengan wajah geram, betapa dia sudah menyia-nyiakan waktu yang ada sangat merana membayangkan Alexa dalam pelukan Arya padahal bukan itu yang terjadi, dan semua terjadi, sekali lagi karena kebodohannya sendiri.


Hanya karena tidak tahan membayangkan Alexa bersama orang lain sampai membaca undanganpun tidak dia lakukan dan inilah akibatnya.


Jo turun dari tempat tidur , keluar kamar terus berjalan membuka pintu depan keluar ke halaman, menghirup udara dalam-dalam seakan ingin menghapus rasa sesak di dadanya.


Dia tidak tahu harus berkata apa pada Alexa, beginilah kalau terlalu mencintai seorang wanita, akal sehatnya terbang jauh hingga yang dilakukannya tidak pakai akal.


" Jo .."


Perlahan Jo membalikkan badan , melihat gadis yang sudah memiliki cintanya, mencuri hatinya dan mengambil akal sehatnya.


Alexa dalam wajah bangun tidur , hanya berdiri saja seakan dia tahu betapa Jo sangat maluuuu dan menyesali waktu yang terbuang karena dia begitu bodohnya mengira Alexa dan Arya kembali bersama.


Jonathan membalikkan badan dan berjalan kembali, setelah berhadapan dengan Alexa dia hanya berhenti dan diam seakan sedang berusaha menghafal adegan berikutnya , kemudian dia menangkup wajah Alexa dengan kedua tangannya, lama mereka berada dalam posisi ini tanpa bergerak hingga Jo menurunkan tangannya kemudian menggandeng Alexa masuk kembali ke rumah.


Jo mengunci pintu depan dan menggandeng Alexa terus menuju kamar tidur.


Sesampai di dalam Jo duduk di ujung tempat tidur dengan Alexa di sisinya.


" Lex , karena kebodohankulah kita sudah membuang-buang waktu berbulan-bulan, tapi kamu harus tahu itu karena aku terlalu cemburu setengah mati !"


" Jadi sekarang aku tidak lagi ingin membuang waktu yang ada, aku akan melamarmu dengan benar besok tapi malam ini, saat ini !, aku ingin mendengar jawabanmu Lex !"


" Bagaimana bisa pertanyaannya besok , jawabannya hari ini ?" sahut Alexa ingin tersenyum.


" Ada sesuatu yang aku harus ceritakan padamu Jo ."


Jo hanya memandang Alexa.


" Aku tidak ingin lagi ada rahasia di antara kita ." lanjut Alexa.


" Aku menerimamu apa adanya Lex ," dalam hati Jo berjanji dia tidak akan pernah mengungkit hubungan Arya dan Alexa, mungkin dia bukan yang pertama bagi Alexa, dia sungguh menerimanya dengan lapang dada.


" Dengarkan dahulu ceritaku, pikirkan dahulu baik-baik baru nanti kita akan kembali membahas hubungan kita Jo ."


" Hubungan kita akan tetap berlanjut, pernikahan kita akan segera terwujud apapun yang akan kau katakan !"


Alexa memandang Jo dan dalam hati berharap Tuhan menolong mereka berdua.


" Jo, kamu ingat saat kita makan di Indonesia sekembali kita dari bandara, kemudian ada yang menghampiri aku dan berkata dia adalah orang yang mengantarku saat aku pingsan ketika ujian piano berlangsung ?"


Jo mengangguk, " Ya aku ingat !"


" Dia tidak mengada-ada Jo, aku memang pingsan dan kemudian aku tahu bahwa aku tidak bisa punya anak , aku mendengar dokter bilang kepada mama saat mereka mengira aku masih fly ."


" Sudah ?" tanya Jo


" Sudah ." jawab Alexa lirih.


" Oke , ayo kita kembali tidur, besok kita harus bangun pagi, banyak yang harus segera kita bereskan ."


" Jooooo.....!" panggil Alexa.


" Ya ?" Jo berbalik melihat Alexa .


" Kok kamu gak dengerin aku ngomong !"


" Aku dengar setiap katanya Lex ."


" Jadi kamu tahu keenggananku dari awal untuk tidak ingin bersama siapapun karena aku tidak bisa memberikan seorang anak ." lanjut Alexa dengan mimik wajah sendu.


" Apakah itu mengganggumu sweetheart ?"


Alexa memandang Jo sambil menggelengkan kepalanya, awalnya itu sangat menggangguku tapi sekarang tidak lagi , " Aku bisa mengadopsi anak-anak yang kurang beruntung di luar sana."


" Maka itupun tidak menggangguku, aku bisa hidup tanpa anak-anak atau kita mengadopsi anak sebanyak yang kamu mau, terserah kamu Lex, tapi aku tidak bisa hidup tanpamu Lex, berbulan-bulan tanpa kamu disisiku sungguh seperti neraka bagiku !"


" Jo , itu bukan perkara kecil, ini masalah keturunan Jo !"


" Lex, masalah itu hanya jika aku harus kehilangan kamu...lagi, di luar itu bukan masalah bagiku !"


Alexa memandang Jo dengan mata berkaca-kaca kemudian air mata mengalir di pipi saat Jo meraih dan mencium dahinya dengan lembut.


Alexa tidak menyangka, masalah yang menurutnya begitu berat, yang dipikulnya sejak remaja, yang tidak dapat diceritakannya pada siapapun bahkan tidak juga Arya , ternyata bisa diterima Jo dengan begitu sederhana.


Dengan posisi masih memeluk Alexa, Jo membaringkan badan sehingga posisi mereka kini berbaring sambil berpelukan.


" Kita masih harus menjawab pesan dari Arya ," kata Alexa sambil bergelung semakin rapat.


" Nanti saja, yang utama jawab dulu lamaranku sweetheart !!!" kata Jo sambil membelai rambut Alexa naik turun.


Kali ini Alexa bisa tertawa walau singkat,


" Lamar dulu baru aku jawab ."


" Masak lamar gak bawa cincin, gak ada musik dan bunga, ayolah Lex besok aku akan melamarmu dengan sangat layak, saat ini jawab iya , bilang iya kamu bersedia jadi istriku biar kita bisa tidur kembali , ini masih gelap Sweetheart "


Ha ha ha ....


Terdengar Alexa tertawa lepas kali ini, betapa bahagia hatinya bisa menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.


" Lexxxx ..."


" Sttt, ayo tutup mulutnya, tutup matanya ,besok baru kita bahas lagi ," kata Alexa sambil mencium bibir cemberut Jo.


" Lexxxx..."


" Iya-iya , alamak , aku mau jadi istrimu selamanya Jonathan Xavier, puas ??"


" Belum , kita segel dulu dengan ciuman !"


" Bagaimana pesan Arya, Jo ?"


" Nanti !"


Dan merekapun berciuman mesra dan lama.