
Setelah mereka berkenalan , hari - hari Arya di isi dengan impiannya yang mulai sedikit teralihkan , dia ingin menjadikan Alexa gadisnya , tetapi akankah dia bisa membuat Alexa menerima dia apa adanya ?
Tidak sedikit yang jatuh bangun berusaha merebut hati Alexa , dengan lembut dia menolak mereka semua , peluang apa yang dimilikinya ?
Hasil tidak akan mendustai proses Bro , kata hati Arya .
Aku akan berusaha , berjuang , semakin sulit semakin berharga apa yang kita perjuangkan ,
cish ...kayak bijaksana banget ya ...padahal gue lagi menghibur diri sendiri ( Arya tertawa dalam hati ).
Hari demi hari akhirnya Alexa pun mulai sering berjalan jalan dan belajar di temani Arya , tidak sulit menerima Arya karena dia pandai dan sense of humor nya top banget , semakin mengenal Arya , Alexapun mengakui Arya memiliki kepribadian dan karakter yang kuat , tidak seperti beberapa temannya yang hanya bersenang- senang dan mengandalkan harta dan kekuasaan orang tuanya .
Apalagi Arya memiliki keluarga yang bertolak belakang dengan keluarga Alexa , keluarga Arya sangat penuh kasih sayang , perhatian tumpah ruah sampai kadang Arya pun jengkel karena jadi agak ribet , kalau mau pergi pamitnya bisa bermenit menit , telepon maunya sebentar gak mungkin bisa karena banyak sekali yang ditanyain , belum pesan pesan yang gak ada habisnya .
Beda banget dengan keluarga Alexa , yang seperti asing satu sama lain , sibuk dengan urusan masing -masing , di rumah yang begitu besar tidak ada kebahagiaan , tidak ada kedamaian .
Akhirnya , Alexa lebih senang menghabiskan waktu di rumah Arya , bercengkrama dengan sanak keluarga Arya , hingga merekapun semakin dekat.
Alexa kerap pergi berbelanja atau mencari kebutuhannya di temani oleh Ibunda Arya , yang juga sudah mulai menyayangi Alexa .
Hingga suatu malam Arya mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Alexa kekasihnya .
Saat mengantar Alexa pulang ke rumahnya yang megah tetapi sepi sunyi , Arya pun minta waktu untuk berbicara di teras .
Arya menatap Alexa cukup lama tanpa mengatakan apapun .
" Aku yang salah mengartikan kalimatmu atau aku yang disorientasi ya , bukannya tadi kamu bilang mau ngomong Yak ? , dengan kata- kata kan ." kata Alexa
Arya tetap memandang Alexa dengan tajam sambil berkata ,
" Aku sangat mensyukuri hari saat aku melihat kamu berdiri di keramaian , hari saat aku pertamakali memandang wajahmu dan dadaku sesak , hari saat aku mengingkari janjiku untuk hidup tanpa cinta sampai aku berhasil mencapai impian , hari saat aku tahu aku telah menemukan belahan jiwaku ."
Kali ini Alexa yang memandang Arya tanpa sanggup mengucapkan sepatah katapun .
Mereka berpandangan lama , yang terdengar hanya suara malam , hembusan angin , sayup- sayup suara binatang malam yang bersahutan , suara jam yang berdetak entah dari mana , hingga Alexa memecah kesunyian dengan suaranya yang merdu.
" Jadi ..."
" Jadi..."
mereka berdua berbicara bersamaan , saling memandang kemudian tersenyum , setengah mesra setengah gugup .
" Ladies first ." kata Arya
" Kamu aja dulu ..." kata Alexa sambil menenangkan degub jantungnya yang bertalu-talu, dia tahu hal yang penting segera tiba.
" Aku ingin bertanya dan kau harus menjawab malam ini , saat ini juga ........Alexa , aku ingin kamu menjadi kekasihku ."kata Arya .
" Itu bukan pertanyaan !" kata Alexa .
" Itu pertanyaan , hanya aku tidak ingin memberimu celah untuk menolakku ." jawab Arya .
Alexa tertawa lepas , lega rasanya mengetahui Arya yang super percaya diri bisa tidak yakin dengan dirinya.
" Kalau gitu ngapain pakai nanya ? "
" Lex , bisa gak langsung di jawab dulu ,baru kita becandaan ? " kata Arya sambil berdiri .
Alexa semakin tertawa lepas , bahagia banget lihat Arya yang biasa tenang dan cool bisa bingung begitu .
Kemudian Alexa pun berdiri menghampiri Arya dan memeluk erat , merebahkan kepalanya di dada Arya yang bidang ,setelah beberapa saat Alexa menengadah dan berkata ,
" Arya , aku akan menjadi kekasihmu , selamanya ..."
" Mari kita resmikan ." kata Arya
Dan mereka pun berciuman dengan mesra , bahagia karena bisa memeluk belahan jiwanya .