
Alexa terbangun dalam pelukan seorang pria , dan dari perasaan yang membuncah di dadanya dia tahu orang itu adalah Jo .
Jo yang begitu menyesal sudah menyakiti hati Alexa dengan perkataannya.
Jo yang dikenal Alexa sejak SMU adalah Jo yang tidak pernah terlihat kacau , Jo tipe easy going , tapi malam ini Alexa melihat Jo yang terlihat sangat kacau dan gelisah .
Alexa ingin tetap berada dipelukan Jo tetapi dia tahu dia harus menyelesaikan masalah perasaannya terhadap Arya , dan itu hanya bisa di lakukan jika dia bertemu langsung , muka dengan muka .
Dia harus memastikan bahwa hatinya memang tidak dapat lebih dalam lagi menyayangi Arya seperti dia mencintai Jo.
Dia harus memastikan penemuannya bahwa Arya adalah pahlawan masa remajanya yang muncul di saat dia sangat membutuhkan sosok pria baik yang tidak seperti pria- pria lain dalam keluarganya.
Lebih baik dia bangun sekarang , bersiap-siap dan segera menuju bandara ,pesawatnya akan berangkat jam 12.00 AM , semoga Jo tetap terlelap dan tidak terbangun dulu.
Dengan perlahan Alexa memindahkan tangan Jo , dan beringsut turun dari tempat tidur.
Dengan diam- diam dan sepelan mungkin dia membawa baju dan tas yang sudah disiapkannya ke kamar tamu , kemudian mandi dan segera berpakaian .
Saat Alexa keluar kamar ,dia menabrak dinding dada yang kokoh .
Alexa mendongak , memandang wajah Jo yang semakin seksi di pagi hari dengan bakal janggutnya yang samar-samar terlihat.
Jo yang masih tetap dalam pakaian jeans dan kaos polonya , saat acak-acakan pun di matanya Jo adalah pria tertampan .
" Mau pergi tanpa membangunkanku ?" kata Jo
" Aku tidak ingin berantem lagi Jo "
" Aku ingin menemani kamu ke Australia !"
" Lebih baik aku pergi sendiri untuk kali ini " sahut Alexa sambil menarik kopernya keluar kamar.
" Aku sudah tahu perasaan yang mengikat aku dan Arya tidak sekuat ikatan di antara kita , tapi banyak hal bisa jadi penyebabnya , mungkin jarak , ruang dan waktu , entahlah , untuk itulah aku akan mencari tahu dan membereskannya." terang Alexa tanpa memandang Jo , dari ekor matanya dia dapat melihat siluet Jo yang mengikutinya.
" Bagaimanapun Arya sudah sangat menolongku disebagian masa remajaku , menumbuhkan kepercayaanku bahwa hidup masih sangat bersahabat denganku , dia menjagaku ." Kali ini Alexa berbalik dan menatap wajah Jo .
Alexa melihat ada perasaan sangat terluka yang sekilas nampak di mata Jo, tapi dengan cepat hilang dan digantikan sorot pengertian .
Alexa tahu berat bagi Jo untuk melepaskannya pergi seberat hatinya meninggalkan Jo di Inggris, tapi ini adalah moment yang sangat penting yang akan menentukan arah hidupnya kelak .
Bersama Arya dia merasa tenang dan nyaman , tapi setelah bersama Jo dia tahu dia ingin bahagia , dia ingin meraih gairah mudanya akan kehidupan bukan sekedar perasaan tenang , aman dan nyaman karena dia tahu Arya selalu ada untuknya.
Dia berhutang banyak kepada Arya , karena itu dia harus pergi dan membereskannya dengan penghargaan penuh kepada Arya , dia akan menyadarkan Arya bahwa masih ada di luar sana orang yang bisa membangkitkan gairah Arya karena cinta , orang yang bisa membuat Arya harus berjuang menahan gairahnya dengan setengah mati , orang yang bisa membuat Arya pusing mengatur antara pekerjaan dan pasangan , dan mereka berdua tahu orang itu bukanlah Alexa .
Pengaruh Alexa tidak sebesar itu , dia bisa melihat jauh ke belakang saat-saat mereka bersama yang ada hanyalah kebersamaan yang menenangkan , penuh pengertian tapi tidak ada gejolak perasaan yang membuncah dalam dada , tidak ada rasa yang begitu kompleks hingga tak terpetakan .
Dia tidak berani menjanjikan apa-apa terhadap Jo seperti dia tidak berani meminta Jo berjanji kepadanya.
Dia hanya bisa berjanji terhadap diri sendiri akan selalu memberikan tempat di hatinya untuk 2 pria yang mewarnai hidupnya .
Hanya siapa nanti yang akan menemani dia menjalani sisa hidupnya masih belum jelas ,jika hanya tergantung padanya dia tahu siapa yang akan dipilihnya , tapi jika memilih salah satu dari mereka akan membuat yang lain terluka , mungkin lebih baik dia yang mundur dan .....terluka.
Mereka berdua terlalu berharga baginya.
Jo masih menatap Alexa seakan ingin memeteraikan wajah ayu itu di hatinya , kemudian Jo mengambil jaket dan kunci mobil ,
menghampiri koper Alexa dan mengangkatnya sesaat kemudian dia berhenti, berbalik dan meletakkan koper Alexa , kemudian menatap lurus ke arah Alexa .
" Aku pernah berjanji untuk tidak pernah memaksamu harus memilih satu di antara kami, kamu hanya tinggal mengirim tanda atau isyarat apapun maka aku yang akan pergi ,tapi hanya kamu yang ada di hatiku , tidak pernah ada yang lain dan tidak akan ada ."
Setelah mengungkapkan isi hatinya Jo berbalik dan kembali mengangkat koper menuju mobil .