
Alexa kembali menjalani hari-harinya , sikap Jo yang selalu mesra , bahkan semakin mesra , sangat membuat Alexa terharu , Jo ternyata orang yang sangat perhatian ,mungkin tidak terlalu romantis tetapi peka sekali dengan segala yang Alexa inginkan .
Alexa mendapatkan apa yang selama ini kadang-kadang di abaikan oleh Arya yaitu waktu dan perhatian .
Tetapi semakin hari mereka semakin sulit untuk menahan diri , sedangkan Alexa bukan orang berhati dingin yang bisa bermesraan dengan bebas saat statusnya masih kekasih orang lain .
Dia tidak ingin menipu Arya ,lebih lagi dia tidak ingin menyakiti Jo ,yang kian hari kian menempati tempatnya sendiri di hati Alexa .
Dulu dia merasa dia begitu mencintai Arya , sampai apapun mau dilakukannya , tetapi kenapa sekarang hatinya bisa melihat perbedaan perasaannya yang sesungguhnya ?
Dulu perasaannya kepada Arya sangat menggebu-gebu dan emosional tapi setelah terpisah oleh jarak dan waktu ,lama kelamaan seperti bayangan film yang diputar berulang-ulang dengan kadar emosi yang semakin berkurang
Sedangkan perasaannya kepada Jo sekarang begitu kuat dan nyata , membuatnya perasaannya hidup dan tubuhnya bersemangat .
Alexa tahu dia harus bisa memutuskan , dia akan mendengarkan suara hatinya , karena ini hidupnya , dia tidak akan bisa bahagia jika hidup dalam bayang-bayang impian remaja yang bertahan karena alasan yang salah .
Dulu dia sangat bahagia karena menjadi bagian dari keluarga Arya , keluarga yang luar biasa melimpah ruah dalam kasih sayang satu dengan yang lain , sangat bertolak belakang dengan keluarga Alexa yang sangat kaya materi tapi sangat amat miskin kasih sayang .
Dia bahagia hanya dengan berada di tengah keluarga Arya , walaupun Arya sedang tidak berada di rumah .
Yah , dia harus mencerna ulang perasaannya .
Dia akan berusaha jujur dengan hatinya .
Arya patut mendapat kekasih yang kuat dan tidak rapuh seperti dirinya, yang mencintai apa adanya , bukan mencintai keluarga , mencintai kebersamaan pengganti moment yang hilang dalam sebagian besar hidupnya.
jadi harus bagaimana ?
Cinta adalah anugerah yang indah ,jika datang dalam waktu dan takaran yang pas .
Dia akan berusaha sejujur-jujurnya mengatakan semua yang di rasakannya , biar kemudian Tuhan yang akan menunjukkan langkah berikutnya ,kalau bersama salah satu dari mereka malah menghancurkan persahabatan yang ada bahkan menambah permusuhan, mungkin lebih baik dia yang mundur dan menghilang .
Tapi tidak mudah , karena sepanjang masa hidupnya Arya orang pertama yang mengisi hatinya , menemaninya , dan Jo dengan caranya sendiri dan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah menempati posisi yang spesial di hatinya .
***
Suatu sore di Apartemen Jo
"Jo ... , aku mau ngomong sesuatu ", Alexa berusaha terdengar seringan mungkin di telinga Jo .
Jo tersenyum __ sangat tampan dan sangat menyenangkan memandang wajahnya __ , dan berkata " Kenapa nggak langsung aja ? " sambil tetap menatap Alexa , Jo mulai berjalan menghampiri Alexa .
" Jo ....., stop ! aku mau ngomong dulu ", kata Alexa sambil tangannya terentang di depan dada berusaha menghentikan langkah Jo yang semakin mendekat .
" Ini sudah bukan jaman kuno Lex , kita harus bisa multitasking ,kamu ngomong , telingaku ndengerin mulutku bekerja, tanganku mengembara , semua bisa bersamaan ", kali ini Jo sudah berhasil memeluk Alexa , kedua tangannya saling bertaut di belakang tubuh Alexa .
Alexa masih berusaha mendorong dengan setengah hati tubuh kekar Jo , tapi akhirnya dia bersandar dan merebahkan kepala di dada Jo, mendengarkan detak jantung Jo yang menentramkan , kemudian tangannya memeluk pinggang Jo , dan Alexa berpikir seandainya tidak ada masalah yang begitu pelik di antara mereka .
" Jo .... aku mau ke Australia !"