Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Australia , Episode Lengkap



Australia , Pagi Yang Cerah


" Honey, wake up please !" terdengar suara merdu seorang perempuan.


" Honey ... !"


" Iya ... aku bangun ."


" Ini kan hari libur Cait, kenapa harus bangun pagi-pagi sih ? ayo tidur lagi !" kemudian Arya menggendong Caitlin dan membawanya ke tempat tidur .


" Honey turunkan , aku sudah semakin berat !"


" Gimana gak semakin berat , si baby yang di dalam perut ini semakin besar ." sambung Arya dengan mesra.


Memang setelah Alexa meninggalkan Arya dan kembali ke Inggris banyak hal telah terjadi .


#Flashback On#


Arya yang merasa tidak tahu pasti tentang perasaannya hanya diam dan merasa terluka karena ternyata Alexa lebih menyayangi pria Inggrisnya.


Arya berusaha menelaah hidupnya, dia ingin mengatur ulang kehidupannya nya , sementara ini dia tidak ingin bertemu siapapun tanpa terkecuali, tidak juga Caitlin.


Walaupun diperlakukan demikian Caitlin tidak protes, dia dengan sabar tidak memaksa untuk bertemu Arya karena dia tahu pasti Arya butuh waktu menyendiri, untuk memikirkan semua kejadian ini.


Tapi saat sedang dalam masa penantian menunggu Arya kembali normal , Caitlin mendapati bahwa dia mengalami morning sickness dan tanda-tanda kehamilan awal.


OMG ??!!!


Caitlin berusaha untuk memikirkan langkah apa yang harus diambil sehubungan dengan kehamilannya.


Dia bergegas bersiap-siap kemudian berangkat untuk memeriksakan kecurigaannya dan ternyata tidak berapa lama dia menunggu dia pun sudah mendapatkan hasilnya.


POSITIVE , saat ini dia sedang mengandung anak Arya.


Caitlin ingin segera membagi kabar bahagia __ menurutnya __ ini dengan Arya, tapi dia tidak yakin dengan reaksi Arya.


Dia begitu bahagia bisa mengandung benih dari orang yang dicintainya sehingga saat nanti tidak ada harapan bagi mereka berdua pun dia bersyukur dia masih akan memiliki anak yang adalah bagian dari Arya..


Setiap hari mereka berinteraksi di kantor ,tetapi Arya yang masih dalam " mode diam " tidak pernah bersosialisasi dengan yang lain, dia berkonsentrasi penuh, bekerja keras sampai malam kemudian pulang, tidak ada pesan yang dijawab, tidak ada panggilan yang diangkat, semua jalur komunikasi terputus.


Kalau bertanya tentang penelitian yang sedang mereka kerjakan, Arya akan menjawab dan menerangkan dengan sepenuh hati dan membahas sampai tuntas, tapi jangan sekali-kali bertanya tentang keadaannya atau masalahnya , seketika bibirnya akan terkunci.


Akhirnya setelah 2 minggu berlalu, Caitlin memaksa dirinya untuk mencoba memberitahu Arya.


Sabtu sore yang cerah Caitlin memacu mobilnya menuju rumah Arya, jalur yang sangat dirindukannya, jalur yang mungkin bisa ditempuhnya dengan mata tertutup.


Setelah memarkir mobilnya di depan rumah Arya, Caitlin menekan bel dan menunggu.


Klik


Pintu terbuka dan seraut wajah tampan yang sangat dirindukannya muncul dihadapan Caitlin .


Tampang bangun tidur malah membuat Arya semakin tampan.


Mereka saling berpandangan kemudian Arya mundur dan mempersilahkan Caitlin masuk.


Mereka menuju ke dapur , dalam diam Arya menyeduh kopi , bahkan sambil menunggu kopi pun tidak ada dari keduanya yang memulai percakapan.


Setelah kopi siap Arya menyerahkannya kepada Caitlin dalam gelas favorite Caitlin seperti biasa.


Kemudian Arya duduk di meja makan , dengan kedua siku di atas meja makan dia meraup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Melihat dan menimbang keadaan yang terjadi Caitlin mulai ragu-ragu , haruskah dia memberitahukan hal itu hari ini ? dia bukan wanita lemah tapi kalau sampai ditolak oleh pria yang dicintainya akankah dia bisa pulang dengan kepala tetap tegak ? .


Caitlin tidak pernah histeris karena pria, dan dia tidak ingin memulainya hari ini.


"Aku salah, ternyata ini bukan waktu yang tepat


jadi aku akan kembali lagi kapan-kapan ." kata Caitlin yang membuyarkan lamunan Arya.


Kemudian Arya memandang wajah Caitlin, turun ke dadanya, tangannya, dan kembali ke wajah Caitlin.


" Tidak akan ada waktu yang tepat, bicaralah ," lanjut Arya sambil menegakkan badannya, kini dia duduk tegap dengan kedua tangan bersedekap di dadanya yang bidang.


Caitlin harus menelan ludah melihat pemandangan favorite dihadapannya, ada kupu-kupu yang menari di perutnya.


" Aku hamil ." Caitlin mengatakan hanya dua kata, tapi itu harus diucapkannya dengan susah payah.


Sunyi....senyap , tidak terdengar suara apapun bahkan tidak ada suara mobil melintas, seakan semuanya dibekukan..freeze...sedingin suasana di dapur.


" Itu anakku ?" Arya bertanya sambil menatap mata Caitlin.


Seketika mata Caitlin terbelalak dan tercermin perasaan kaget dan kecewa di sana tapi saat itu Arya sudah menunduk dan mengacak-acak rambutnya sendiri.


Kemudian Arya yang tidak mendengar jawaban Caitlin kembali mengulang pertanyannya.


" Kau yakin itu anakku ?" kembali Arya menatap mata Caitlin dan kini pasti dia melihat apa yang tercermin di sorot mata Caitlin ...kaget, kecewa dan kemarahan...sangat marah.


Caitlin sangat murka , dari semua jawaban yang dibayangkannya tidak pernah terlintas Arya akan meragukan anak dalam kandungannya.


Dalam gerak perlahan Caitlin bangkit berdiri kemudian dia mengambil tas dan kunci mobil di atas meja dapur dan dia sudah setengah perjalanan menuju pintu saat dia berhenti dan menoleh pada pria yang telah membahagiakannya sekaligus menghancurkan hatinya.


" Pergilah ke neraka , hubungan diantara kita__itupun kalau kau pernah menganggapnya sebagai sebuah hubungan__sudah selesai..!"


Kemudian Caitlin segera berlalu, dia tidak ingin Arya melihat air matanya yang bercucuran.


Untuk yang pertama kalinya dia menangis saat harus berpisah dengan seorang pria.


Tapi memang Arya bukan pria biasa bukan ? dia ayah dari anak yang dikandungnya.


Caitlin bukan orang miskin, dia memiliki dana perwalian yang besar yang belum pernah dipakainya,dan dia sangat ahli dalam bidang IT, dia punya impian suatu hari saat pengalamannya cukup dan waktu yang tepat dia akan mendirikan perusahaannya sendiri ...bersama Arya...pria indonesianya yang sangat pintar...tapi itu dulu, ternyata Arya bukan miliknya lagi , dia harus mengubur impiannya membangun perusahaan bersama Arya.


Kali ini dia harus berjuang sendiri dia akan mempercepat rencananya untuk memiliki perusahaan sendiri, dia tidak ingin lagi berada di ruangan yang sama, menghirup udara yang sama dengan orang yang meragukannya.


Pertanyaan macam apa itu "Apa kau yakin itu anakku" bahkan bertanyapun tanpa menyebut namaku, mengingat kembali percakapan mereka membuat Caitlin semakin terluka.


Sesampainya di rumah Caitlin segera membuat surat pengunduran dirinya sebelum dia berubah pikiran dan langsung mengirimkannya by email ke kepala HRD perusahaan tempat dia dan Arya bekerja selama ini.


Hidupnya berubah drastis karena itu dia harus kuat, dia akan menyusun rencana segera tapi sebelumnya dia membuat janji dengan dokter kandungan yang praktek tidak terlalu jauh dari apartemennya.


*****


KEDIAMAN ARYA


Sepeninggal Caitlin, Arya termenung dia merasa bersalah telah menyakiti hati Caitlin, memang awalnya mereka sepakat hanya akan bersama tanpa melibatkan cinta, dan itu adalah usulnya, tapi yang dilihatnya di mata Caitlin adalah sorot mata orang yang sangat amat terluka.


Mungkinkah seseorang bisa sangat terluka jika tidak ada rasa cinta di hatinya ??


Arya merasa dia sudah cukup lama berkubang dalam kesedihannya, banyak yang mengira dia patah hati dan Alexa sudah menghancurkan hatinya tapi sebenarnya tidak demikian.


Jika hatinya hancur lebur tidak mungkin dia bisa bekerja dengan konsentrasi tinggi, bahkan dalam beberapa minggu terakhir team nya bisa mencapai kemajuan yang sangat pesat, yang jika sesuai agenda team, baru akan mereka capai beberapa bulan yang akan datang.


Sebenarnya Arya menutup diri bukan karena patah hati, dia kecewa, dia merasa sedih bagaimanapun Alexa adalah seorang gadis impian, gadis yang sangat disayanginya tapi tentang Cinta ?? dia pun tidak yakin dengan hatinya, mungkinkah jika ada cinta dia tidak akan melibatkan diri dengan Caitlin ?? Hanya waktu yang bisa menjawabnya, entah kapan.


Sudah waktunya dia berhenti mengasihani diri sendiri, dia akan kembali menjalani hidupnya, dia akan menelpon Alexa, memastikan hubungan persahabatan mereka tidak hancur kemudian dia akan mengejar Caitlin dan memperbaiki kerusakan yang dibuatnya.


*****


Kringg


Alarm Arya berbunyi dengan nyaring, hari ini dia memasang alarm karena Arya tidak ingin bangun kesiangan, dia akan berangkat lebih pagi, syukur-syukur kalau Caitlin sudah datang.


Arya ingin segera berbicara dengan Caitlin dan yang pertama dia ingin meminta maaf karena mengucapkan pertanyaan serampangan yang pasti melukai hati Caitlin.


Dia berusaha menghubungi Caitlin tetapi tidak bisa, dia maklum pasti Caitlin masih marah dengannya.


Setelah mandi dan minum secangkir kopi, Arya bergegas berangkat ke kantor


Sesampai di area parkir karyawan dia melihat sekeliling dan harus kecewa karena tidak nampak mobil Caitlin di antara mobil yang ada.


Bergegas Arya naik ke kantornya, dan mulai membuka komputer dan mulai bekerja.


Tidak terasa waktu berlalu cepat, kemudian Arya mengirim email ke semua anggota teamnya untuk berkumpulsetelah jam makan siang.


Tanpa beristirahat untuk makan siang, Arya segera naik ke ruangan meeting tempat team mereka menghabiskan waktu bersama.


Di sana sudah hadir semua timnya, lengkap kecuali Caitlin.


Kemudian rapat dimulai, semua anggota team sangat puas dengan kemajuan yang mereka capai, hanya tinggal selangkah lagi maka mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dengan hasil sangat memuaskan dan mempersembahkannya kepada perusahaan yang pasti akan memberikan kompensasi yang cukup besar bagi team mereka.


Hingga rapat selesai Caitlin tetap belum muncul, Arya tidak bertanya karena dia tahu Caitlin pasti masih marah padanya.


Arya kembali ke ruangannya tapi di tengah jalan dia berhenti dan berbelok menuju meja Caitlin, tapi meja itu kosong.


Arya mulai resah, karena dia tahu Caitlin sedang hamil muda, bisa jadi kondisinya sedang tidak stabil.


Sambil mencoba menghubungi ponsel Caitlun untuk yang ke sekian kalinya, Arya kembali berbalik menuju ruangannya, hampir saja dia menabrak ibu Desi Olivia Jansen, kepala HRD mereka.


" Maaf Des , nyaris ." kata Arya sambil tersenyum kepada ibu Desi.


" Tidak apa-apa, oh ya Arya , kamu sudah menentukan siapa anggota team-mu yang baru ?"


Arya heran dengan kalimat yang Desi lontarkan.


" Kenapa harus menambah anggota team Des ?"


" Kau belum membuka emailmu ?, kemaren aku ada kirim 2 email ke tempatmu Ar, dua-duanya top urgent, kamu buka ya , dan segera balas jika sudah menemukan solusinya!" kemudian ibu Desi pun berlalu.


Arya segera kembali ke ruangannya dan membuka tautan email dari Desi Olivia Jansen.


Bak disambar geledek saat Arya membaca dia harus segera mencari anggota team baru untuk menggantikan Caitlin.


Dia nggak akan rela melepas Caitlin pindah ke divisi lain walaupun mungkin itu atas permintaan Caitlin sendiri.


Kemudian dia membuka lampiran email dari bu Desi dan seketika dia terhenyak, Caitlin mengundurkan diri, dadanya bergemuruh dan seketika dia berdiri , mengambil kunci mobilnya dan keluar dengan langkah-langkah panjang seperti sedang mengejar sesuatu.


*****


Caitlin sedang menyibukkan diri di dapur setelah seharian mengurus surat-surat pendirian PT nya saat rasa mual tiba-tiba menyerang.


Dia menunduk di tempat cuci piring dan mengeluarkan semua yang dimakannya sepanjang pagi hingga siang hari ini.


Kemudian telinganya menangkap bunyi mobil berhenti di depan rumahnya, suara kunci diputar dan langkah kaki yang sangat familiar berjalan semakin mendekatinya.


Dalam posisi tetap menunduk dan masih mengeluarkan sisa-sisa cairan perutnya, dia menangkap aroma pria yang dirindukannya.


Kemudian dia merasa rambutnya di angkat dan sebuah tangan yang kuat memijat leher dan bahunya .


Dia masih sangat marah tapi disaat yang sama dia juga sangat merindukan Arya.


Caitlin berusaha mengakkan badan setelah berkumur saat Arya mengusap mulutnya dengan saputangannya, setelah selesai dia mengembalikan saputangan ke dalam sakunya.


Caitlin hanya berdiri diam saat Arya memeluknya dan menyandarkan kepala Caitlin di dadanya. Caitlin berusaha menahan diri, dia tidak akan menangis di hadapan Arya, tapi kelembutan yang di terimanya mulai mengikis pertahanannya.


Kemudian Arya berkata "Maafkan aku Cait ." dan runtuhlah pertahanan Caitlin dia menangis, dan menampar Arya secara bersamaan, Arya memegang tangan yang habis menampar pipinya dan meletakkan tangan Caitlin di dadanya, Caitlin yang masih sangat emosional memukul dada Arya berkali-kali sambil menangis semakin keras.


Arya membiarkan Caitlin menangis, menampar, memukulnya, dia membiarkan Caitlin mengeluarkan semua emosinya, kemudian dia mengendong Caitlin dan membawanya ke sofa.


Arya tahu bagaimana rasanya hati yang tersakiti, karena itu dia diam saja hanya memeluk Caitlin, dia sudah mengambil langkah awal untuk berbaikan, dia sudah meminta maaf, kini selanjutnya terserah Caitlin.


Kemudian Arya teringat bayi dalam kandungan Caitlin, dia meletakkan tangannya di perut Caitlin dan bertanya, " Anak kita baik-baik saja ? kasihan kalau mamanya menangis terlalu lama kan ?"


Caitlin mendongak menatap mata Arya, dia mengeliat dan berusaha untuk duduk sendiri, tapi Arya tidak melepaskannya, kemudian dia melihat langsung wajah Arya.


"Kapan kau memutuskan percaya kalau bayi ini anakmu ?"


" Saat kau berkata " Aku hamil " aku tahu itu anakku !"


Caitlin memandang mata Arya, mulut Arya yang hanya berjarak beberapa centi dari mulutnya.Akhirnya merekapun berciuman tanpa tahu siapa yang memulai.


Caitlin segera menyadari bahwa apapun yang telah terjadi dan mungkin akan terjadi di antara mereka, dia akan selalu merindukan ciuman Arya, pria itu menggoda bibir Caitlin sedemikian rupa hingga sekujur tubuh Caitlin berdenyar, dia menggerakkan tangannya di dada Arya dan membiarkan dirinya hanyut dalam gairah.


Arya menjelajahi bibir Caitlin dengan posesif dan terdengar suara Arya menggeram pelan saat Caitlin menggigit lembut bibirnya.


Arya menjauhkan wajahnya, tatapannya panas sewaktu dia membelai wajah Caitlin dengan kedua tangannya.


"Maafkan aku Cait, dari awal aku tahu itu anakku, darah dagingku, hanya setan yang menemaniku berhari- hari mengacaukan otakku ."


" Kau masih menangisi kepergian Alexa !"


" Tidak ada orang yang tidak bersedih saat hubungannya berakhir, tapi bukan berarti orang itu hancur ."


" Saat ini aku tidak akan berbohong dengan berkata aku mencintaimu Cait, tapi aku akan belajar dan berusaha untuk mencintaimu demi anak kita, dan itu pasti tidak sulit mengingat gairah yang begitu meledak-ledak di antara kita ."


" Satu hal lagi, aku pria Indonesia , aku ingin anakku lahir saat kita sudah menjadi suami istri, jadi aku akan melamarmu dan kita akan menikah secepatnya !"


" Aku tidak memiliki siapapun, dan budayaku tidak seperti budayamu, jadi aku lebih ragu-ragu tentang penerimaan keluargamu akan posisiku sebagai istrimu ."


" Jangan takut, percayalah orang tua dan saudara-saudara ku akan menerimamu apa adanya ."


" Jadi , Caitlin Amanda Pierce maukah kau menikahi ku , pria yang masih harus berjuang dalam banyak hal ?"


" Maukah kau berjanji akan menempatkan kejujuran, nomor satu dalam hubungan kita ?"


" Tidak , itu nomor 3 , yang pertama aku akan sangat amat menyayangimu dan anak kita , no 2 aku akan menghormatimu sebagai istri dan ibu dari anakku , baru no 3 jangan pernah ada rahasia di antara kita ."


" Jadi sekarang cepatlah jawab YA untuk pertanyaanku !"


Untuk yang pertama kalinya Caitlin tersenyum dan menjawab ,


"Itu bukan pertanyaan itu__"


" Cepat jawab YES Cait !"


"__adalah paksaan !"


Kemudian Caitlin tertawan lebar saat Arya kembali mengurungnya dalam pelukan yang membahagiakan.


" Aku akan menciummu sampai kau tidak bisa lagi berpikir dan berkata-kata selain YES YES YES ."


Dan itulah yang terjadi kemudian , mereka berdua merasakan kebahagiaan karena kehadiran bayi di perut Caitlin , juga karena keberadaan mereka satu sama lain.


# Flashback Off #


Mereka telah menikah di Australia karena Arya tidak mau Caitlin terbang ke Indonesia dengan kondisi kehamilannya yang super duper ribet.


Kedatangan Alexa di hari pernikahan mereka membuat hubungan Arya dan Caitlin semakin mesra karena Caitlin semakin yakin hanya ada rasa sayang diantara Alexa dan Arya setelah dengan tidak sengaja dia tahu dari Alexa bahwa Arya dan Alexa tidak pernah bercinta.


Hanya ketidakhadiran Jonathan karena sedang berada di Turki membuat kebahagiaan Arya kurang lengkap.


Dan kini mereka sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka, Arya yang super tenang sudah mulai cerewet tentang segala barang yang harus dipersiapkan seperti yang dia ingat biasa disiapkan oleh tante-tante nya di Indonesia saat mereka akan menjadi Oma.


Caitlin yang tenang-tenang saja kadang membuat Arya gemas, dia yang tidak ikut mengangkat beban sebesar itu saja bingung , yang bersangkutan malah tenang-tenang saja, senyum bahagia selalu tersungging di bibirnya.


Arya mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada 2 orang sahabatnya , dalam satu teks yang sama ,satu di Inggris , satu lagi di Indonesia .


Hai Lex , hai Jo


Aku harap kalian bisa mengosongkan jadwal 2 bulan dari sekarang , dan terbang ke Australia.


Aku ingin kalian menjadi orang tua baptis dari anakku.


Caitlin akan melahirkan 1,5 bulan yang akan datang.


Awass kalau tidak datang .


Pemberitahuan ini bukan sebagai undangan tapi paksaan !!!


Nb : by the way ,


Lex, sementara aku tidak bisa panggil


kamu dengan "Ndut" aku pinjam dulu buat


istriku yang super gendut, ok ?


nanti selesai aku kembalikan dan kamu


kembali akan menjadi "Ndut"ku lagi.


Selamanya, "Miss You Ndut".


Kemudian sambil tersenyum senang Arya mengirimkan pesannya kepada dua orang yang sangat disayangnya itu tanpa dia tahu mereka sedang bersama.