
Jo bukan orang yang melankolis , sangat bukan , selama ini saat ada hal yang membuatnya bersedih atau peristiwa yang membuatnya berduka dia akan mengalihkannya ke hal-hal yang lain, dia akan melakukan hobinya , melakukan kegemarannya dan selama ini trik itu berhasil mengalihkan perhatiannya .
Tapi kali ini tidak ada yang bisa menghibur hatinya , dia sedang dalam perjalanan mengantarkan jantung hatinya terbang beribu km menjauh darinya , menemui kekasihnya , menyelesaikan masalah di antara mereka berdua .
Dia hanya bisa menunggu dan berharap, sangat berharap Alexa akan kembali padanya.
Kemudian Jo menggenggam tangan Alexa dan meletakkan di pahanya .
Sambil tetap memperhatikan jalan raya dia berkata kepada Alexa " Sudah pesan hotel atau mau aku teleponkan bibi Lili , dia pasti senang kamu temani ... ,atau ... " , belum lagi Jo melanjutkan ucapannya Alexa sudah menjawab,
" Aku sudah booking hotel A , don't worry Jo !"
" Oke , baguslah ", kata Jo
" Yap ..", timpal Alexa
Kenapa percakapan mereka jadi canggung begini ya kata Jo dalam hati.
" Eh .. sudah pesan tiket pulang Lex ? " Jo bertanya sambil mengangkat tangan Alexa ke bibirnya dan menahannya di sana .
Alexa tersenyum dalam hati , dia bisa melihat keresahan Jo , dia maklum , dan dia merasa terenyuh melihat pria yang biasa sangat tangguh ini, sehingga Alexa menarik tangannya yang masih dalam genggaman tangan Joo kemudian dia mengecupnya.
Jo sangat terkejut , sudah berjam- jam yang sangat panjang di lewatinya tanpa ada kontak dari diri Alexa, ini adalah inisiative yang pertama dari Alexa .
Walaupun hanya sesederhana sebuah kecupan tapi itu isyarat lemah sebuah kemesraan yang sungguh berharga bagi Jo.
Jo memberi isyarat lampu untuk membawa mobilnya ke tepi kemudian menghentikan mobilnya dan seketika dia menangkup wajah Alexa dan menciumnya dengan penuh kerinduan , Alexapun membalas dengan segenap hati .
Kemudian Jo menarik badannya dan memandang wajah Alexa yang bersemu merah karena malu dan gairah , dengan bibir yang bengkak Alexa terlihat sangat menggiurkan , amat sangat menggoda .
" Kau tahu hanya dengan membelaimu saja gairahku langsung melesat ke puncak tertinggi , apalagi saat kamu membelai tubuhku , hanya kamu yang bisa melakukannya Lex ,
aku bukan orang yang suci ,tapi tidak pernah ada yang bisa mempengaruhiku seperti ini , dan aku tahu kenapa , karena ini bukan sekedar ***** atau keinginan untuk bersenang-senang, ini murni karena ada keinginan untuk bersatu dengan belahan jiwaku , tubuhku bisa mengenalnya saat aku memelukmu ".
Kemudian Jo menyandarkan dahinya di kemudi untuk sejenak menenangkan gairahnya ,menurunkan darahnya ke titik normal kemudian melanjutkan perjalanan mereka .
Kali ini dia tidak berani menggenggam tangan Alexa , saat mereka masih hanya berdua , dia tahu gairahnya yang belum benar-benar turun akan bereaksi kembali , seketika celananya akan kembali sesak , sebegitu mudahnya Alexa mempengaruhi hati dan tubuhnya.
Sesampai mereka di bandara , mereka berjalan dalam diam ,kali ini kembali Alexa yang berinisiative untuk menggandeng tangannya .
Dengan satu tangan menggenggam tangan Alexa dan tangan kanan membawa koper , Jo berjalan dalam diam sambil menaikkan doa dan harapan , semoga ini bukan perjalanan mereka yang terakhir .
Semoga ini bukan hari terakhir mereka berjalan bersama setelah bermesraan.
Semoga ini bukan kali terakhir dia membuat Alexa terlihat sexy dengan bibir bengkaknya.
Alexa akan pergi menemui kekasihnya , dan dia bukan orang munafik , tak terhitung banyaknya sudah dia bersama wanita lain , tapi tidak pernah dengan kesadaran penuh dia menerima sisa orang lain , kali ini pengecualian , Alexa berbeda , dia akan menerima Alexa dan mencintainya dengan segenap hatinya , mungkin dia bukan yang pertama bagi Alexa tapi dia akan pastikan dia yang akan bersama Alexa selamanya .
Semoga ini bukan kali terakhir ......
.