
Bulan ini adalah bulan terakhir . Hari-hari mereka berdua di sekolah akan segera berakhir banyak kenangan indah yang terjadi .
Yang paling mengganjal di hati , mereka akan segera meninggalkan bangku sekolah yang sudah menyatukan mereka dan mereka akan segera melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih serius, kuliah yang akan menentukan masa depan mereka.
Ada satu masalah yang membuat mereka resah , Arya sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa ke Australia sedangkan Alexa , orang tuanya menginginkan agar Alexa harus kuliah di Inggris seperti kakaknya yang hampir selesai dan tidak boleh kurang dari itu.
Alexa benar-benar tidak ingin berpisah dengan Arya, sosok yang sangat kuat , yang sudah mengisi hari-harinya , yang selalu ada saat dia butuh tempat bersandar, yang sudah menghalau pergi kesedihan di matanya , yang sudah membuat dia percaya lagi bahwa masih ada kebahagiaan untuknya.
Alexa benar - benar menjadi lebih pendiam , tidak mau pulang jika belum benar-benar larut malam, saat Arya harus mengurus sesuatu yang tidak bisa membawa serta Alexa ,maka dia akan tinggal saja di rumah Arya karena dia merasa dengan dia berada di sekitar keluarga Arya dia masih bisa merasakan kehadiran kekasihnya .
Alexa menentang kedua orang tuanya , dia tetap ingin bisa kuliah bersama-sama dengan Arya di Australia jika Arya mendapat beasiswa itu atau jika tidak , tetap bersama-sama di Indonesia, tapi apa daya karena dia tidak memiliki dana semuanya berasal dari orangtuanya sehingga dia hanya bisa bersedih dan meratapi keadaan .
Hari ini , Alexa sendirian di rumah Arya , Arya pergi dengan Jo mengecek kabar beasiswa mereka , Mama , Papa dan saudara Arya sedang pergi ke rumah saudara yang berduka , mereka mengajak Alexa , tapi Alexa menolak , dia ingin menunggu Arya , dia sedang tidak ingin berbaur dengan orang banyak .
Tak berapa lama terdengar suara mobil Jo sampai di depan rumah Arya , mereka berdua turun dan masuk ke rumah .
Arya langsung menghampiri Alexa dan memeluknya kemudian menciumnya seketika di depan sahabatnya Jo , yang segera menghampiri meja makan sambil geleng geleng kepala ,
" Parah memang ...., yah mau gimana lagi , stadium 4 ." kata Jo dengan suara yang sengaja di keraskan .
Begitupun, Arya tidak menghiraukannya dan tetap mencium Alexa seolah- olah mereka sudah lama tidak berjumpa, Alexa yang malu dengan Jo berusaha mendorong Arya , tetapi Arya malah menggendongnya berputar-putar sambil berkata,
"Ndut....aku berhasil...Ndut, aku berhasil !!!"
" Selamat ya Yak, aku memang yakin kamu pasti akan mendapatkannya ." kata Alexa sambil mencium pipi Arya .
Arya terdiam dan mengamati bahasa tubuh kekasihnya , dia tahu kesedihan Alexa ,karena diapun mengalaminya , karena itu dia mengajak Alexa masuk ke kamarnya , menjauh dari Jo ,
sesampai di kamar dia mendudukkan Alexa di pangkuannya kemudian memeluknya dan seketika itu juga tangis Alexa pecah , Alexa menangis sampai terisak-isak.
Arya terdiam , dia membiarkan Alexa menangis sampai puas, setelah itu mereka hanya berpelukan dalam diam .
" Yak , aku ingin menjadi milikmu ." kata Alexa dengan suara serak habis menangis.
Arya hanya memeluknya dalam diam .
Kemudian Alexa mendongak dan sambil melihat mata Arya ,dia berkata ,
" Arya , jadikan aku milikmu , please ." kata Alexa dengan raut yang kembali akan menangis .
" Kamu tahu betapa aku sangat menginginkanmu, kau bisa merasakannya di bawahmu , menjadikanmu milikku dengan cara yang paling hakiki , tapi aku sangat mencintaimu ,kamu gadisku Ndut, kamu jantung hatiku , aku harus menjagamu , bukan sekedar seorang pria menyedihkan yang memanfaatkan keadaan ." kata Arya dengan wajah yang sangat sarat dengan berbagai emosi sambil semakin erat memeluk Alexa dan merebahkan kepala Alexa di dadanya ,sambil berjuang menahan gelora di antara kakinya yang terasa sangat menyakitkan.
Dia sangat ingin bercinta dengan Alexa , dengan kekasih jiwanya , tapi dia tidak ingin berbuat kesalahan yang akan membuat keadaan lebih berantakan , dia belum memiliki apapun yang bisa di banggakan , dia akan bersabar ,bersabar sampai waktunya dia bisa menunjukkan bahwa Alexa tidak akan menyesal telah memilih dia.
Dan merekapun semakin erat berpelukan tanpa berani berciuman lagi.