Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Episode kelabu



Jo terdiam sangat lama ,sambil tetap memeluk Alexa , kemudian dia mengangkat kepala dan memegang dagu Alexa dengan tangan kanan sedang tangan kiri masih memeluk pinggang Alexa erat-erat.


" Apakah alasan kepergianmu sama dengan yang ada di pikiranku ?" tanya Jo .


" Apa yang ada di pikiranmu ?" mata Alexa bertanya dengan mulut yang tertutup rapat.


" Bahwa kau akan kembali padanya ,sudah cukup episode kekasih bayangan ", belum selesai kalimatnya Jo bisa melihat mata yang terbelalak dan terluka , mata yang sangat kecewa .


Alexa memberontak dari pelukan Jo , tapi Jo tidak membiarkan Alexa pergi ,dia senang reaksi Alexa menunjukkan perkiraannya salah tapi di satu sisi kalimatnya telah melukai Alexa .


" Lepaskan aku ", Alex berontak lebih keras lagi ,


" aku tidak ingin berada di pelukanmu , aku menyesal , lepaskan akuuuu ", dan di tarikan nafasnya yang terakhir dia mulai menangis .


" Tolong lepaskan aku ", suara Alexa pelan tapi sangat asing di telinga Jo , tanpa sadar pegangan Jo mengendur dan Alexapun mundur .


" Lex, aku lebih menyesal , aku terlalu terkejut ,


please forgive me Lex , please ...".


Alexa berusaha mencari tas nya , menyampirkannya di bahu , sambil berusaha menahan deraian air mata ,dia memandang jalanan melalui jendela yang buram oleh titik titik air hujan ,kemudian dia berkata kepada Jo


" Tolong antar aku pulang ".


" Alexandra , please aku tidak mungkin membiarkanmu pergi dengan masalah yang masih menggantung di antara kita ", kata Jo berusaha menarik perhatian Alexa


" Kalau begitu aku pesan tax..... ".


Belum selesai Alexa berkata-kata Jo sudah langsung memotong perkataan Alexa ,


" Oke ,aku antar kamu pulang malam ini !"


Dalam Perjalanan Tidak sekalipu. Alexa memandang wajah Jo , dia tahu dia tidak akan bisa menahan diri , air matanya akan berderai-derai .


Dari sekian banyak reaksi Jo yang di bayangkannya ,tidak satupun yang menyiapkannya untuk hal yang barusan terjadi .


Saat Jo mengatakan dirinya kekasih bayangan , Alexa merasa tertampar , seolah olah dia wanita dangkal yang hanya ingin bersenang-senang, yang senangnya memanfaatkan orang lain .


Tadinya dia yakin dengan siapa dia akan meniti hari-hari hidupnya di masa depan , tapi kini ada setitik keraguan , akan kah Jo masih menganggapnya pantas ? tidakkah Jo berpikir negative tentang dia ? wanita yang berani bermain di belakang kekasihnya ?


Oh Tuhan ,berat nian bebanku , bertubi-tubi masalahku , mungkin lebih baik sendiri , menyendiri , sementara .. , walau batin ini menangis .


Tanpa terasa mobil sudah berhenti , Jo keluar dan membuka pintu sisi penumpang , membantu Alexa keluar , tetapi tidak membiarkan Alexa pergi , Jo menutup pintu mobil di belakang Alexa , dan memeluk Alexa erat-erat .


" Maafkan aku sayang ..aku sangat menyesalll , tampar aku , tapi jangan menutup diri dariku Lex ".


Alexa pun menangis dalam pelukan Jo, membasahi kaos polo yang Jo pakai , kemudian Alexa melepaskan diri dan berkata ,


" Tidak semuanya salahmu Jo , aku memang sedang berada dalam kondisi tidak sehat , kalau keadaanku baik-baik saja pasti kata-katamu tidak akan menyakitiku , wanita macam apa yang berselingkuh di belakang kekasihnya ? !"


" Cukup Lex , cukup ....Lex ...aku ...", belum selesai Jo berbicara Alexa sudah memotong ..


" Beri aku waktu Jo, jangan datang , aku ...", giliran Jo yang memotong perkataan Alexa


" Nggak Lex , aku tidak akan pergi , aku tidak akan membiarkan kamu menjauh dariku , aku tidak akan bisa , aku tetap akan datang , bahkan lebih sering dari sebelumnya , aku tidak mau kehilangan apa yang sudah kita miliki hanya karena kebodohanku , seandainya aku bisa memutar ulang waktu ...aku mau menukar apapun dengan 2 detik tadi , saat aku begitu menyakitimu ".


Jo merasa dadanya sakit , benar- benar terasa sakit , melihat wajah Alexa yang murung dan itu karena dia .


" Pulanglah Jo , sudah larut malam, hati hati di jalan ", Alexa melepaskan tangan Jo dan berjalan masuk ke apartement nya, seandainya dia memandang wajah Jo dia akan melihat kesakitan yang amat sangat di wajah Jo , dia akan melihat penderitaan dan kesedihan sama seperti yang di rasakannya bahkan mungkin lebih .


Jo bukan orang yang tidak tahu kapan harus mundur , tapi saat ini dia tidak mampu menggerakkan kakinya meninggalkan Alexa , maka dia pun mengejar Alexa yang sudah mulai masuk Apartementnya.


" Lex , .bantu aku Lex , jangan sampai aku harus memohon , aku sungguh-sungguh menyesal , tolong hapus episode menyedihkan karena kesalahanku , kita ulang dari awal , aku tidak ingin meninggalkanmu seperti ini Lex , aku tahu kamu akan semakin sedih saat kamu sendiri , biarkan aku tidur di sofa, aku tidak akan mengajakmu bercakap-cakap kalau kau tidak mau , aku hanya tidak ingin meninggalkanmu sendiri , bukan demi kamu , tapi demi aku , aku tidak ingin jauh darimu ".


" Aku lelah Jo ", ujar Alexa dengan segenap tenaga yang tersisa , berpegangan pada sandaran sofa , menunggu reaksi Jo , bagaimanapun dia bukan wanita kasar yang tidak punya perasaan .


" Tidurlah !" kata Jo _ Jo mengingatkan diri agar nanti memeriksa semua pintu dan jendela _ saat Jo melihat pintu kamar yang tertutup barulah dia berbisik ...aku mencintaimu lebih dari siapapun ...Alexa .