Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Bayangmu Selalu Mengikutiku



INGGRIS , 1 tahun kemudian


Alexa sudah menyelesaikan kuliahnya sambil menunggu wisuda dia mulai bekerja sebagai sekretaris pengganti di sebuah perusahaan IT yang mulai berkembang pesat.


Hari - harinya hanya diisi oleh kesibukkan di kantor dan sisanya dia mendaftar menjadi relawan di sebuah organisasi sosial dia ingin membunuh waktu dengan kegiatan yang bermakna dan kalau bisa yang sangat melelahkan raganya , kalau harapannya sudah padam sejak dia mendapati Jo menjauh dan kemudian menghilang dari hidupnya .


Setelah mengaku kepada Arya dan kemudian dia meminta maaf , dia pun pergi , kembali ke Inggris sendirian .


Berusaha menghubungi Jo by phone tapi selalu nadanya sibuk , menghubungi telepon apartement Jo selalu diterima mesin penjawab dan Alexa bingung harus meninggalkan pesan apa ? .


Mau pergi ke apartement Jo , dia masih berusaha mengumpulkan keberanian , karena kalau sampai dia harus menghadapi penolakan dia tidak yakin mampu bertahan .


Akhirnya dia hanya bisa menunggu dan menangis , dia berusaha menghibur hatinya , hanya kalau rasa rindunya sudah memuncak dia akan mengijinkan dirinya untuk membayangkan Jo sampai dia tertidur dalam kesedihannya.


Seandainya dia tahu ada yang salah mungkin tidak sehancur ini hatinya , tapi dia tidak sedikitpun bisa membayangkan penyebab Jo pergi meninggalkannya .


Pagi ini seperti biasa , Alexa pergi berjalan kaki menuju kantornya yang beberapa blok dari apartemennya yang baru , dia sudah pindah karena berbagai hal diantaranya karena lebih dekat ke kantornya tapi yang utama sebenarnya dia tidak bisa menghapus bayangan Jo di kamar tidurnya , di dapur , di mana-mana di setiap sudut apartemennya.


Sesampai di kantor , Alexa segera bersiap-siap dan mulai membuka komputer dan bekerja ketika Ryan Duvall mulai mendekatinya .


Alexa sampai sudah kehabisan akal menolak ajakan kencan Ryan dan walaupun dia sudah muak tapi dia sadar sebagai orang baru dia harus bisa menahan hati.


" Pagi cantikku ," Ryan mulai berjalan mendekat menyunggingkan senyum cemerlangnya .


" Pagi Mr Duvall ," sahut Alexa seakan ingin mengingatkan Ryan bahwa mereka bukan siapa-siapa dan status Ryan yang sudah beristri .


" Bagaimana tentang nanti malam ?" lanjut Ryan Duvall yang tetap menolak menyerah walaupun dia merasakan dengan jelas penolakkan Alexa , si gadis cantik dari Indonesia .


" Sorry , sudah berkali-kali aku sampaikan , tidak akan pernah ada malam diantara kita Mr duvall !"


" Alexa __ ."


" Masih banyak tugas yang harus aku selesaikan Mr Duvall !" Alexa segera memotong perkataan Ryan Duvall .


" Oke , bye cantikk , see you soon !" Ryan Duvall pun berlalu.


Alexa meneruskan pekerjaannya sambil memikirkan Jo , semakin banyak pria yang menggodanya semakin rindu hatinya bertemu dengan Jo , where are you Jo ?


Brakkkkk


Bunyi pintu yang dibanting keras mengabarkan bahwa big boss yang garang datang dalam suasana hati yang buruk .


Mungkin yang lain akan lari terbirit-birit , tapi Alexa malah bersyukur karena harinya pasti akan padat melayani boss yang sedang murka sehingga tidak ada waktu tersisa untuk mengasihani diri sendiri.


" Pagi Mr Montgomery , anda ingin Coffe sekarang ? "


" Kenapa kamu masih bertanya lagi ?" jawab Mr Montgomery ketus .


" lebih singkat anda menjawab " Yes " itu hanya satu kata !" jawab Alexa santai.


" Yes !" Mr montgomery berkata sambil tetap memandang Alexa .


Alexa segera tersenyum dan berlalu sambil berkata " coffe segera siap Sir !"


Dan hari itu berjalan dengan cepat tanpa bisa sempat beristirahat , tapi Alexa menikmatinya apalagi walaupun memiliki suasana hati yang sangat burukpun , bossnya adalah orang yang paling masuk akal , jadi kapanpun diingatkan bahwa dia salah , walau dengan geram dia akan memperbaikinya , ha ha ha bagi Alexa itu sangat menyegarkan .


Alexa sudah bergegas untuk pulang ke rumah ketika untuk kedua kalinya di hari itu pintu ruangan penghubung terbuka dengan keras , dan seorang wanita yang sangat cantik dengan aura sedingin kutub utara masuk dan berdiri di hadapan Alexa.


" Apa Sam-ku masih ada di dalam ? " tanya si cantik dari Kutub Utara .


Alexa belum sempat menjawab ketika terdengar suara Mr Montgomery ,


" Aku masih di sini , tapi aku bukan lagi Sam - ku , kenapa kamu datang betsy ?" tiba-tiba Mr Montgomery sudah berada di depan meja Alexa .


Alexa berpikir jadi inilah yang membuat hari Mr Montgomery begitu sibuk dengan pekerjaan , gerutuan dan bantingan.


Tapi kenapa harus di depan mejaku ya ? apa yang harus aku lakukan ?


Alexa berdiri dan berusaha melewati Mr Montgomery , tapi dia terkejut saat merasakan tangan Mr Montgomery menahannya , bahkan menariknya mendekat .


Betsy dengan raut wajah semakin dingin memandang mereka berdua bergantian dan sebelum dia membuka mulut terdengar suara Mr Montgomery " Apapun yang akan kamu katakan , bisa kamu tunda dan sampaikan nanti , karena kami akan segera pergi sebelum kami terlambat , Come in sweetheart !"


Mr Montgomery menggandeng tangan Alexa yang terpana , mengambil tas dan mantel Alexa kemudian melewati Betsy yang juga ternganga .


Alexa berjalan dalam diam , di lift pun mereka berdua terdiam dan setelah sampai di area parkir khusus pimpinan dan staff , mereka saling memandang kemudian Alexa tertawa terbahak-bahak diikuti oleh Mr Montgomery .


Setelah beberapa saat Alexa berkata masih sambil bersandar di mobil Mr Montgomery ,


" Lain kali kalau mau berkencan kau bisa mencari yang lebih mendekati manusia boss , jangan yang punya kemampuan membekukan ." Alexa merujuk pada Betsy yang begitu dingin .


Mr Montgomery pun kembali tertawa mendengar komentar Alexa tentang Betsy , teman kencan yang bahkan belum jadi pacar tapi sudah berusaha mengklaim dirinya .


Sambil masih tersenyum Alexa berdiri tegak dan dalam hati bersyukur bisa tertawa melepas kepenatan nya selama berbulan-bulan.


" Semoga si Kutub Utara tidak sedang menunggumu di rumah Boss , see you tomorrow Mr Montgomery ." Dan Alexapun berlalu .


Kemudian terdengar suara Mr Montgomery berteriak memanggil Alexa .


" Alexa , thank you ." Alexapun menjawab dengan lambaian tangannya dan meneruskan perjalanannya menempuh beberapa blok untuk sampai di apartemennya.


Mr Montgomery memandang sekretarisnya yang berjalan menjauh , dia bersyukur mendapat sekretaris pengganti yang sangat cekatan , pandai dan tidak genit bahkan cenderung menarik diri jika ada yang mengirim sinyal asmara , Alexa tidak sadar bila ada yang mendekat dia bisa jauh lebih dingin dibandingkan Betsy .


Sesampai di apartemennya Alexa menyiapkan minuman hangat kemudian mandi dan memasak makan malam dari bahan seadanya di lemari es , hari ini tidak ada jadwal tugas sebagai relawan , jadi dia punya waktu sisa sebelum istirahat malam.


Setelah mandi dan makan malam sendiri , Alexa duduk di sofa satu - satunya yang dimilikinya kemudian dia berpikir bahwa apapun dan bagaimanapun aktifitasnya seharia n , serumit apapun masalah yang di hadapinya saat semuanya sudah mereda dan tidak lagi ada di pikirannya hanya satu hal yang tinggal tetap yaitu Jo.


Harinya selalu dimulai dan diakhiri dengan satu nama Jonathan .