
Alexa baru saja pulang dari bandara , mengantarkan Arya yang akan berjuang demi masa depan mereka di Australia .
Untung ada Jo yang menemani ,hingga Alexa tidak merasa sengsara seorang diri.
" Jo , kita pulang ke mana ? "
" Gimana kalau ke rumahku ? "
" Whattt ?" Alexa membuka matanya yang indah lebar- lebar .
" Kan lu nanya , gue jawab ."
" Ihh apaan sih , yang ada mamamu heran lihat aku ."
" Paling yang ada cuma bik Ning ama anaknya ."
" Yah , jadi yang heran ya bik Ning sama
anaknya ." timpal Alexa.
" gue kan dapat mandat dari si Arya buat ngejaga lu , paling gampang jaga seseorang kalau orangnya dekat dan berada disekitar kita , iya kan ?"
" Udah ah , ngomong lain aja ." kata Alexa yang wajahnya masih sembab .
Tambah cantik aja nih cewek , pikir Jo ,
beruntunglah sahabatku itu dapat gadis yang cantik wajahnya cantik hatinya , cinta nya luar biasa , anak orang kaya tapi gak tamak , yah semoga mereka bahagia .
" Oke , jadi tadi nanya pulang ke mana itu maksudnya apa ? , emang lu sekarang udah punya rumah sendiri selain rumah orang tua lu ? " tanya Jo yang lagi nyetir sambil sesekali memandang wajah Alexa .
" Maksudku pulang ke rumah Arya ," jawab Alexa lirih .
" Oh no no no , ini bukan waktunya bermain drama , udah cukup ya gua lihat drama Romantis Abis di bandara , nggak lagi deh , mending kita makan , lu mau makan apa ? " tanya Jo .
" Terserah Jo ."
" Pamer .... ," Alexa mencebikkan bibir ranum nan merah mudanya .
Kayaknya gue harus cepet cari pengalih perhatian nih ,ntar sampai rumah gue tilp Jelita kata Jo dalam hati , kalau gak ingin jatuh cinta sama pacar sahabat baik gue yang mempesona .
Alexa pun memperhatikan sosok Jo yang sangat tampan , membandingkannya dengan Arya , dengan tinggi hampir 181 cm , dengan badan atletis , mereka berdua punya perawakan yang hampir sama , bedanya Arya sangat tenang sedangkan Jo lebih ceria dan sangat senang membuat orang tertawa .
Tapi setelah bergaul erat dengan Jo , Alexa melihat Jo menyimpan karakter yang hampir sama dengan Arya , sangat baik hati , penyayang , dan antusias menjalani hidupnya.
Bedanya Arya punya tujuan yang sangat jelas yang sedang di kejarnya , Jo masih berjalan santai menikmati kemana angin akan membawanya .
*****
Mereka sampai di rumah makan pinggir pantai yang penuh dengan anak muda , dari mobil - mobil yang berjajar , bisa di pastikan ini tempat tongkrongan anak orang kaya .
Jo mempersilahkan Alexa jalan duluan , dan dia berjalan di belakang Alexa , bukannya sok jadi pengawal , tapi dia mulai gak percaya pada hatinya sendiri .
Saat mereka berjalan masuk , banyak mata yang memandang mereka , si cowok ganteng dan si cewek cantik , tiba - tiba ada yang berteriak .
" Alexa ..... Alexandra kan ? " tanya seorang cewek cantik mendekat .
" Iya .......emm , sorry aku inget wajahmu hanya lupa nama ," jawab Alexa berusaha menjaga perasaan cewek itu.
" Gpp memang kita lama gak ketemu , I remind you , aku adalah pasangan mainmu saat kita ujian piano kenaikan tingkat , remember me ? , dan aku juga yang membawamu pulang saat kamu pingsan dan tidak satupun keluargamu yang datang menjemputmu ," kata cewek cantik itu sambil sebentar sebentar memandang Jo yang tetap berdiri di belakang Alexa .
*****
" Kenapa kamu pingsan Lex ? , tanya Jo setelah mereka sendirian di meja mereka .
Alexa memandang Jo dan menjawab pertanyaan Jo dengan mengangkat bahu .
Tapi bahkan dalam waktu yang singkat itu Jo bisa melihat di mata Alexa , dia tidak lupa penyebab dia pingsan , hanya dia tidak ingin membicarakan hal itu , sebenarnya ada apa
, Jo hanya bisa penasaran dalam hati.