
Alexa bingung harus mengatakan apalagi kepada Arya .
Setelah terdiam cukup lama Alexa mencoba kembali mengajak Arya melihat keadaan yang sebenarnya .
" Yak , kamu ingat hari- hari yang kita habiskan di Indonesia ? masa- masa indah di penghujung SMA ?"
" Aku tidak pernah melupakannya Ndut , ada apa dibalik pertanyaanmu ?"
" Mari kita saling jujur satu sama lain Yak, saat kita bersama apa yang kamu rasakan ? "
" Aku merasa sangat bahagia saat kita bersama dan sedih saat aku harus meninggalkanmu Ndut ."
" Pernahkah kamu membandingan kebersamaan kita dengan apa yang kamu alami dengan Caitlin Yak , jujur ?"
" Tidak pernah aku membandingkannya Ndut, mencobapun tidak , kenapa Ndut ?"
" Apa kalian juga tidak pernah tidur bersama ?"
" Pertanyaan macam apa itu Ndut , apa yang kamu harapkan , apa yang sebenarnya mau kamu gali Ndut ?"
" Kita tidak pernah tidur bersama Yak ! " Tidakkah kamu bisa melihat perbedaannya Yak , bukankah itu berarti sesuatu ?"
" Kalau menurutmu itu tolak ukur kedalaman hubungan kita , maka aku akan mengubah keadaan di antara kita , segera Ndut !"
" Yak __ ."
" Dengarkan aku Ndut , bagaimana mungkin kita membahas hal yang tidak masuk akal sedangkan masih ada hal yang lebih penting ? kamu ingin tahu kenapa aku tidak tidur denganmu Ndut ? karena aku sayang sama kamu Ndut , itu karena aku menjagamu !!"
" Benarkah Yak ? sejujurnya aku ingin kita saling berterus terang Yak , menurutku hal itu terjadi karena tidak ada gairah membara di antara kita Yak !"
" Apa maksudmu Lex ?"
" Kita tidak pernah bercinta , hampirpun tidak Yak ! mungkin jauh di dalam hatimu aku adalah adik yang harus kau jaga atau sahabat yang wajib kau bela ."
" Kalau memang tidak ada gairah yang besar diantara kita bukankah kita harus bertanya cinta jenis apa yang kita miliki Yak ? cinta di antara sepasang kekasih ? cinta di antara saudara ? sahabat ? "
" Ndut , kita orang timur , sebisa mungkin kita saling menjaga , kita tidak sebebas mereka bukan ? "
Alexa memandang Arya dengan tajam .
" Aku tidak munafik Ndut , kami pria memiliki gairah yang besar itu normal , tapi kami juga punya batasan ,tidak semua kami perlakukan sama ,terlebih kami akan menjaga milik kami ."
" Maafkan aku Yak , jauh di dalam hati aku merasakan sesuatu yang berbeda tapi sulit diungkapkan dalam kata-kata ."
" Menurutku analisamu sangat tidak masuk akal Ndut , sangat amat kacau !"
" Kita akhiri percakapan tidak masuk akal ini Ndut, ayok aku antar kamu menyelesaikan urusanmu , nanti malam kita makan di luar , aku ingin menghabiskan waktu denganmu , malam ini aku akan mengabulkan segala keinginanmu Ndut ."
" Yak , please Yak , kita belum selesai , aku tidak akan kemana-mana !"
Alexa hanya termangu , kenapa jadi semakin melebar apa yang mereka bahas. ? kemaren dia melihat Caitlin dan dia sangat lega karena mereka akan berpisah tanpa saling menyakiti .
Tapi kenapa sekarang Arya jadi berbalik lagi ke dia ? bagaiman dia bisa menjelaskan bahwa bersama Arya dia merasa tenang dan nyaman , tapi bersama Jonathan dia merasa hidup , dia merasa seluruh sarafnya siaga dan bergembira.
Bagaimana dia malah bertanya tentang tidur bersama ?! pertanyaan macam apa itu ? Alexa marah terhadap diri sendiri karena sudah melenceng jauh dari masalah , Alexa malu karena sudah membahas hal itu .
Sejujurnya semua akan lebih mudah jika ada Jo bersamanya , dia hanya akan minta maaf dan mengaku bahwa dia memiliki perasaan yang jauh lebih kuat dengan Jo , bersama Jo dia merasakan pengalaman baru rasanya diinginkan , dia melihat bagaimana Jo harus berjuang menahan diri agar tidak menerkamnya , dan semua itu belum pernah di alaminya bersama Arya .
Apakah dirinya sudah berubah liar ? tidak , Alexa hanya berusaha agar mereka berdua melihat realita yang ada , tapi tidak mungkin dia menceritakan hal itu kepada Arya .
Dia membutuhkan Jo saat ini , dia akan mencoba menelepon Jo.
Alexa mengambil HP dan akan mengirim berita kepada Jo , saat HP nya berdering dan nama Sarah muncul di layar .
Jika tidak diangkat Sarahpun akan tetap menelpon sampai besok .
" Hai .."
" Ya ampun Lex , lebih gampang tilp pak presiden dari pada telepon kamu Lex !"
" I am sorry ," jawab Alexa sambil berjalan menjauh dari Arya
" Sudah lama kita tidak keluar bersama Lex , Miss you Lex ."
" Miss you too ," Alexa menjawab sambil merasa tersenyum membayangkan Sarah dan Diane , teman dekatnya yang selalu ceria dan ramaiiii bawaannya .
" Aku pengen denger ceritamu yang selalu baik- baik dan cerita tentang sikapmu yang selalu menjaga tatanan masyarakat supaya tidak tercela ...," Sarah melanjutkan sambil tertawa lepas.
" Hm nanti aku cerita , tunggu aku ya !"
" Okay , see you soon Lex !"
" bye ."
Kemudian Alexa kembali mendekati Arya , dan yang dilihatnya di mata Arya adalah ekspresi baru , setengah marah bercampur gusar .
" Jadi , bagaimana sebenarnya hubungan kita Lex ? masih bisa diselamatkan ? atau semua yang kita bahas hanya hiasan dari tujuanmu yang sebenarnya ? ternyata semua yang kita bahas hanya omong kosong kan ? sebenarnya memang sudah tidak ada yang tersisa bahkan remah- remahnya pun tidak ?!"
" Si pria di Inggris itu tidak hanya sekedar berada di waktu yang tepat , tapi memang mungkin dia pria yang tepat bagimu ? "
Setelah diam menunggu jawaban Alexa , Arya melanjutkan ,
" Sebenarnya kau tidak usah membahas tentang Caitlin , Ndut , itu membuang-buang waktu sedangkan yang sebenarnya berada di antara kita adalah si pria Inggrismu ."
" Aku bukan orang yang lemah Ndut , kalau kamu berterus terang dari awal , aku akan menerimanya walaupun itu bukan keinginanku , aku hanya ingin bertanya satu hal Ndut ,
kapan kamu tahu bahwa kamu lebih memilih dia daripada aku Ndut ???"