Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Demi Cintaku Padamu



Jo tidak tahu harus mengatakan apa , tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan Arya , kalau Arya tidak tahu siapa pria itu kenapa semua kalimatnya mengarah ke Jo dan persahabatan mereka ? atau ada persahabatan yang lain ? perlahan Jo membalikkan badan dan menatap Arya , dia mengira percakapan mereka tadi sebelum dia memutuskan untuk pergi adalah akhir dari episodenya sebagai orang ke tiga tetapi ternyata bertolak belakang dengan kenyataan ,ini baru awal ,masih panjang dialog- dialog yang harus di sampaikan .


" Apa masih penting untuk diperdebatkan jika nanti kamu mendapat kepastian tentang cinta Alexa yang hanya untukmu ? " Jo berkata kepada Arya , dalam hati dia masih mempertimbangkan apa perlu dibuka kalau hanya kerusakkan yang ditimbulkan tidak ada manfaat positive sedikitpun ? bukan karena dia pengecut , dia akan siap menghadapi dunia jika dia tahu Alexa sudah benar-benar ingin melupakan Arya, resiko sebesar apapun akan diambilnya kalau dia tahu tidak ada rasa yang tertinggal di hati Alexa buat Arya dan masih ada resiko.berikutnya yaitu Arya mungkin awalnya marah tapi kemudian mundur dan memberi dia kesempatan , itu sangat tidak diinginkannya , kalau dia bersama Alexa itu karena keinginan mereka bukan sebuah hadiah atau pemberian .


Arya termenung, benar juga yang dikatakan Jo , dia juga tidak bisa dikatakan menjaga hubungan mereka dengan baik , kalau memang Alexa bisa memaafkan semuanya diapun akan melupakan pria yang pernah ada, yang menemani Alexa di Inggris .


Semoga mereka dapat memulai awal yang baru, mungkin kali ini dia dapat berusaha meluangkan banyak waktu untuk Alexa , mencari tahu apa masih ada gairah membara dalam hubungan mereka , jika tidak dia akan mengupayakannya dengan segenap kekuatan dan pengalaman yang dimilikinya ,toh tidak susah melihat kecantikan dan kesexyan Alexa .


" Yah ... mungkin tidak usah lagi aku memikirkannya , benar katamu , lebih baik aku melupakan bagian itu , toh aku juga sama tidak berhasilnya menjaga hubungan kami tetap hangat , padahal banyak pasangan LDR yang berhasil menjaga cinta mereka ."


" Hubungan membutuhkan 2 orang untuk berhasil , tidak bisa usaha 1 orang membuat sebuah hubungan sukses, lama - lama akan ada yang lelah bahkan mungkin terluka , jadikan pelajaran ke depan Yak, Alexa tidak hanya sekedar butuh dicintai apalagi dari jauh , itu tidak cukup , wanita tidak hanya butuh kata sayang , mereka juga butuh waktu dan perhatian dari kita , kalau kita mencintai mereka dengan sungguh-sungguh seiring hubungan yang berjalan kita akan dapat memenuhinya bagai air mengalir , sudah Yak , aku bukan orang yang berhasil dalam sebuah hubungan ." Jo mengakhiri kalimat panjangnya dengan perasaan ganjil dalam hatinya .


" Hubunganmu bukan tidak berhasil Jo, tapi kamu aja yang selalu menjaga hatimu jauh tinggi di awan ,tak terjangkau , dulu aku berdoa akan kau merasakan perasaan seperti yang kurasakan terhadap Alexa , tapi kau bilang jangan mendoakan hal itu ! ,sampai kapan Jo ? belum ada juga yang berhasil mencuri hatimu ? ingat tanda-tandanya ya Jo , kalau kamu lupa menarik nafas atau kamu merasa ada yang menonjok dadamu atau mendadak otakmu kosong dan bibirmu kelu , nah itu tanda- tanda awal hatimu akan hilang tercuri , bukan lagi milikmu ."


Jo hanya terdiam mendengar kalimat Arya.


Seandainya dia bisa mengatakan kepada Arya , dia tidak hanya sekedar sudah tercuri hatinya , tetapi yang memegang kunci hatinya adalah orang yang sama yaitu Alexa , hanya Alexa .


" Tidak setiap saat kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan Yak, hidup penuh dengan kejutan tapi tidak jarang kita juga mengalami jalan datar yang sangat panjang dan membosankan , sudah Yak , aku pergi God bless you and your's , ehh...salam buat Alexa ..." hampir saja Jo tidak berhasil mengucapkannya .


Mengucapkan nama Alexa dalam bentuk orang ke tiga sangat mendatangkan nyeri di hatinya.


Kemudian Jo menghilang dari hadapan Arya , dia segera menyetop taxi dan melaju menuju hotel .


Dalam taxi Jo mempertimbangkan akan mampir ke kamar Alexa dan mengatakan semua yang harus di katakannya , dia berhutang penjelasan kepada Alexa , setelah semua kata cinta dan banyak janji yang diucapkannya walaupun itu semua sebelum dia mendapatkan banyak bukti bahwa Alexa masih menyimpan perasaan buat cinta pertamanya .


Sepertinya Alexa tidak ada di kamarnya ,karena Jo sudah mengetuk berkali-kali tapi tidak ada jawaban , kemudian Jo turun ke resepsionis dan bertanya kepada petugas yang ada ternyata Alexa memang sudah meninggalkan kamar bahkan dia menitipkan pesan untuk Jo .


Jo mengambil pesan Alexa dan merobek amplopnya , secarik kertas yang ditulis dengan huruf kecil yang lembut ,


" Demi Tuhan ,apa yang terjadi ????"


Jo mengamati kertas ditangannya , dia melihat ada bekas airmata , dan dia membayangkan Alexa yang sangat lembut meneteskan air mata karena dia , oh Tuhan , sungguh berat rasanya harus merelakan Alexa , satu- satunya gadis yang sangat dicintainya ,dia melihat tulisan Alexa semakin mengabur , dia pria yang sudah mengalami rasanya hidup miskin kasih sayang, tumbuh dengan miskin perhatian , tidak ada pelukan sayang dari keluarga terdekat , selama ini dia bisa bertahan dan berhasil melaluinya , tapi saat ini dia merasa kekuatannya perlahan tapi pasti mulai menurun menuju ambang batas kekuatannya .


Dia akan memberi penjelasan kepada Alexa tapi tidak sekarang , dia masih sangat rapuh merasakan dengan perlahan cinta yang digenggamnya mulai terlepas .


Jadi dia akan mencari waktu untuk menemui Alexa , nanti .... .


Kemudian Jo kembali ke kamarnya dan mulai berkemas , tidak membutuhkan waktu lama karena toh dia belum membongkar semua barangnya .


Setelah proses chek out yang dengan cepat selesai , Jo pun memanggil taxi , dia akan mampir untuk makan siang sekaligus makan pagi dimanapun tidak masalah yang penting perutnya terisi , kemudian dia akan menunggu saja di suatu tempat sampai jam keberangkatan pesawatnya atau mungkin lebih baik diam menunggu saja di bandara.


Sambil memandang handphone dalam genggamanya dia mempertimbangkan untuk menelpon Alexa tapi diurungkannya karena dia merasa tidak cukup kuat untuk mendengarkan suara Alexa saat ini dan sepertinya saat ini Alexa pasti sedang bersama Arya membahas masalah mereka berdua .


Semoga mereka bisa menemukan jalan keluar terbaik , dengan tulus dia mendoakan mereka karena mereka berdua bagaimanapun adalah 2 orang terdekat dalam hidupnya , 2 orang yang sangat memperngaruhi warna hidupnya.


Sesampai di Inggris dia bertekat untuk mencurahkan seluruh waktu ,tenaga dan pikirannya untuk bisnis yang baru dibangunnya , sudah waktunya dia membangun sesuatu yang akan jadi miliknya , yang tidak akan bisa diambil oleh siapapun kecuali atas kehendaknya , minimal hal itu bisa menolong dia memberi kesibukkan yang akan mengalihkan pikiran dan hatinya agar tidak berkubang dalam duka .