Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Kesalahpahaman yang Samar



Jo menutup Handphone nya ,kemudian memandang Alexa , yang masih berbaring di sampingnya .


Alexa pun menendang selimut dan bergegas bangun kemudian dia berjalan melewati Jo , menuju ke kamar mandi .


Jo terpana melihat Alexa melewatinya dengan baju tidur super sexy .


" Sayang ... ." Jo memanggil dengan suara serak .


Alexapun berhenti dan memandang Jo , kemudian dia mengikuti arah pandangan Jo seketika wajahnya merona , dia lupa sedang memakai gaun tidur yang sangat sexy .


" Seandainya tadi malam aku tahu apa yang kamu pakai .... mungkin kita berdua tidak akan tidur semalaman ."


Alexa segera berlari ke kamar mandi diiringi pandangan terpesona dari Jo .


" Sudahlah Jo , gak usah di perpanjang , ini juga gaun hadiah , bukan aku yang beli ."


Seketika Jo merasa hatinya nyeri , ternyata Alexa masih menyimpan hadiah- hadiah dari Arya , memang mereka sudah cukup lama bersama ,tetapi apa dia harus bersaing dengan berbagai barang yang penuh kenangan ? untung bagi mereka berdua , karena mereka belum sampai bercinta .


Saat mereka bercinta dia tidak mau ada apapun di antara mereka tidak juga kenangan- kenangan dari masa lalu , dia akan pastikan Alexa menerima banyak cinta , perhatian dan hadiah sehingga tidak ada tempat bagi masa lalu , dalam bentuk apapun .


Untuk saat ini kembali dia harus mengalahkan keinginannya untuk protes , keinginan untuk membahas masalah siapa yang sekarang memiliki Alexa , selalu saja ada sesuatu saat dia merasa mereka terhubung semakin dekat , yah dia tidak akan tergesa-gesa memaksa Alexa , bisa - bisa dia kehilangan semua yang sudah di impikannya.


Sesampai Alexa di kamar mandi , Alexa berpikir keadaan terlalu tenang , hening tidak sesuai dengan sorot mata yang dia lihat di wajah Jo , apa yang salah ? apa yang terjadi di antara jeda saat dia berjalan ke kamar mandi sampai dia menjawab pertanyaan Jo ? kenapa Jo seketika diam saja ? .


Jo memutuskan untuk mandi di kamarnya sendiri , bagaimanapun akan jauh lebih cepat dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan Arya jika dia bisa berangkat pagi-pagi sekali.


Sekaligus dia tidak ingin Alexa keluar dari kamar mandi dan melihat wajahnya yang mencerminkan luka hatinya, dia akan berusaha menetralisir perasaannya agar saat berhadapan dengan Alexa dia sudah bisa menetralisir hatinya.


Jo tahu sekarang , kenapa banyak pria memutuskan tidak ingin jatuh cinta , hanya hubungan mutualisme tanpa melibatkan perasaan , karena ternyata sungguh rumit dan bisa mendatangkan kegelisahan yang hebat bahkan nyeri yang tinggal dan tidak mau pergi.


Sesaat tadi baginya Alexa layak untuk di perjuangkan walau harus melewati rintangan dan tantangan yang bertubi-tubi, tapi kini setelah dia mandi dan mulai berpikir jernih , dia mulai ragu-ragu bisakah dia menang ? kalau yang di hadapinya adalah perasaan Alexa sendiri , yang mungkin belum bisa melupakan Arya ? atau Alexa tidak tega memutuskan hubungan dengan Arya ? , yah dia akan segera mencari tahu .


Jo pun meninggalkan pesan di meja buat Alexa , kemudian dia beranjak ke kamarnya sendiri.


Setelah selesai mandi dan sudah berdamai dengan hatinya , Jo segera berangkat ke tempat Arya , dia memberikan alamat kepada super taxi .


Saat taxi berhenti Jo melihat baru saja sebuah mobil berlalu dengan pengemudi seorang gadis berambut pirang .


Sebelum Jo mengetuk pintu , pintu sudah terbuka dengan sendirinya , kemudian muncul sahabat karibnya , sahabat setia dari masa remajanya .


" Hai Yak... ."


" Halo Jo ..," Arya yang sedang pusing menghadapi Caitlin merasa bersalah karena tidak menyambut Jo dengan semestinya , tapi apa daya beberapa hari ini terlalu banyak masalah membebani pikirannya.


" Masuk Jo .'


" Makasih yak ." Jo segera duduk dan berkata sebaiknya mereka segera mulai .


" Kalau kamu jadi aku , kalau kamu di posisiku apa yang kamu lakukan ? "


Jo menatap mata Arya kemudian dia menjawab


" Aku akan bertarung mempertahankan apa yang menjadi milikku , memang wanita diciptakan dengan segala kerumitan dan keindahannya ," jawab Jo dengan amat tegas .


" Kalau begitu kita sama , Jo ..," jawab Arya.


" Mari kita bahas inti masalahnya Yak !"


" Apakah kamu masih sangat mencintai Alexa ? , sama dengan saat kamu meninggalkannya di Indonesia atau kamu sudah tidak lagi memiliki perasaan yang tak lebih dari sekedar sahabat karib ?"


" Aku mencintainya dulu saat dia masih remaja yang haus kasih sayang , remaja yang kesepian di tengah gelimang hartanya , aku masih mencintainya hingga saat ini , saat dia sudah menjelma menjadi wanita yang luar biasa cantik dan menawan , itu yang kurasakan , tapi tidak semua berjalan sesuai keinginan kita bukan ? sahabat yang selama ini bersama kita malah mendatangkan kerumitan , aku harus bagaimana ? " Arya bertanya sambil merenung__ merujuk pada Caitlin yang menyimpang dari perjanjian mereka__ tanpa dia sadar terjadi perubahan raut wajah Jo .


" Kita tidak bisa memilih pada siapa hati kita berlabuh Yak !" jawab Jo membela diri


" Yap , tapi kita masih bisa mengendalikan kalau kita tahu posisi kita Jo !" Arya membantah dengan segera .a


" Tidak selalu begitu Yak, orang boleh menyombongkan kemajuan teknologi , kemajuan dunia , modernisasi dll tapi kalau urusan hati , dari dulu , sekarang dan sampai selama-lamanya tetap saja tidak ada rumus , tidak ada hak paten yang bisa kita pegang , semua mengalir , tiba-tiba kamu tahu kamu sudah tidak punya kendali terhadap hatimu ."


" Aku tidak pernah melakukan hal yang menyakitkan sahabatku dan teman-teman ku kenapa aku harus mengalami hal ini ?" kata Arya .


Jo termenung dengan wajah murung , bagaimanapun tidak setiap hari dia menghadap wajah orang yang dengan sengaja dan tidak sengaja disakitinya , apalagi orang itu adalah sahabatnya .


Tapi mungkin semuanya belum terlambat , mungkin kerusakan yang diakibatkan ulahnya belum terlalu parah , jika memang dia harus mundur ,dia akan mundur .


Peristiwa tadi pagi membuat dia berpikir ulang ,kalaupun dia berjuang untuk memisahkan Arya dari Alexa ,percuma kalau memang Alexa masih belum melupakan Arya ,terbukti dia masih membawa-bawa hadiah dari Arya , mungkin lebih baik mereka kembali bersama , atau tepatnya mereka tetap bersama ? , oh Jo mengusap dadanya yang terasa nyeri , rasa sakit yang nyata karena hati yang sedih dan terluka.


" Sebaiknya kamu dan Alexa membicarakan masalah kalian ,segera !! , yang lain biar menunggu , kalau cinta kalian memang kuat , yang lain akan mundur dengan sendirinya ."


" Yah , aku akan segera jemput Alexa , kamu tidak apa -apa Jo ? " Arya yang harus meninggalkan Jo bertanya tanpa dia tahu bahwa pertanyaannya murni hanya menanyakan kabar disalah artikan Jo sebagai sebuah kekalahan .


" Aku akan menjauh Yak , semoga kalian bisa menemukan solusi bagi masalah kalian !"


" Mungkin siang ini aku akan kembali , apapun yang kalian putuskan , kabari aku !" Jo pun segera berdiri dan berjalan keluar dari rumah Arya .


Arya yang menyadari ada sesuatu yang salah tapi tidak bisa menemukan hal itu , segera menyusul Jo .


" Jo , ada satu hal lagi yang mengganjal di pikiranku , apa kau tahu pria yang menemani Alexa di Inggris ?" tanya Arya


Seolah-olah dalam gerakan lambat Jo berbalik menghadap Arya dan melihat raut wajah Arya , seakan ingin memastikan ini bukan pertanyaan jebakan .


" Pria yang menemani Alexa di Inggris ?" Jo mengulang pertanyaan Arya .


" Iya , aku ingin tahu siapa pria itu !"