Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Rindu Yang Mengoyak Raga



Alexa bangun dalam keadaan yang masih lelah , setelah pulang dari tempat penampungan semalam , Alexa langsung mandi dan tidur tanpa punya keinginan untuk makan .


Kejadian semalam yang membuat dia harus membuka kembali luka lama sangat menyesakkan dada , ditambah kerinduannya yang tidak terobati, keduanya membentuk kombinasi yang meluluhlantakkan dirinya .


Pagi ini untuk yang pertama kalinya Alexa tidak ingin bangun dan pergi bekerja , dia ingin tetap di tempat tidur mengasihani dirinya , tapi dia tahu kalau itu yang terjadi akan semakin buruk kondisi psikisnya jadi dia memaksakan diri untuk bangun dan bergegas berangkat ke kantor.


Sesampai di kantor , Alexa mendapati dia hampir terlambat , Mr Montgomery bahkan a


sudah datang , cepat-cepat Alexa menghampiri ruangan Mr Montgomery dan melihat bossnya sudah sibuk dengan berbagai berkas yang ditinggalkannya .


Mr Montgomery melihat Alexa yang menghampirinya , dalam hati dia menilai sekretaris penggantinya yang cantik sedang dirundung masalah , sepertinya lumayan berat kalau melihat raut wajahnya yang biasanya tidak menampakkan suasana hatinya .


" Kenapa terlambat ?" tanya Mr Montgomery.


" Apa saya terlambat ?" Alexa balas bertanya .


" Biasa kamu sudah datang sebelum aku !"


" Bukan berarti kalau saya datang sesudah bapak berarti terlambat kan ?"


" Jadi menurutmu kamu tidak terlambat ?"


" hmm...hampir " jawab Alexa pelan .


Mr Montgomery tidak bisa lagi menahan diri dan dia tertawa lepas , kemudian dia menatap Alexa .


" Kau mencerahkan hariku , aku lebih sering tertawa bersamamu dibanding bersama wanita lain dalam hidupku !"


" Itu karena mereka terlalu memujamu Sir !"


" Apa yang salah dengan itu ?"


" Tidak ada selain membuatmu menganggap mereka biasa sama seperti yang lain lalu kehilangan rasa tertarikmu dengan cepat !"


" Kau benar , jadi karena aku malam ini ingin bebas dari daya serang mereka yang memujaku , maka aku akan sangat berterimakasih kalau kau mau menolongku !"


" Mengapa aku merasa tidak akan menyukai lanjutannya Sir ?"


" Bagaimana kau bisa tahu kalau aku belum mengatakan apapun padamu ? "


Alexa hanya diam mematap wajah tampan Mr Montgomery yang sedang tersenyum simpul .


" So , apa yang bisa saya bantu Mr Montgomery ?"


" Aku ingin kamu menemaniku ke pertemuan malam ini !"


" Pertemuan seperti apa Mr Montgomery ? "


" Sam !"


" Sorry ??"


" Call me Sam !"


" Ehmm pertemuan seperti apa tepatnya ....Sam ? "


" Pertemuan para pengusaha muda , tidak usah terlalu tegang , santai saja ," jelas Mr Montgomery .


" Saya tidak memiliki gaun , sepatu untuk pesta


" Saya sudah menyuruh orang untuk mengantarkan semua yang kamu perlukan ."


" Saya tidak mungkin memakai pakaian yang anda pilihkan !"


" Kalau menurutmu tidak ada perlunya kamu mempunyai pakaian pesta berarti tidak masalah baju apa yang saya pilihkan bukan ? toh tidak akan kamu pakai lagi kan !"


Aku tidak pernah menang berdebat dengannya , kata Alexa dalam hati.


" Saya akan membayar kembali semuanya ."


" Terserah kamu !"


" Mungkin kamu mau pulang cepat hari ini ?"


" Tidak perlu .... Sam ."


Sam terdiam cukup lama , betapa sangat bertolak belakang dengan semua teman wanita yang pernah bersamanya , mereka semua memohon untuk jadi pendampingnya kemudian cenderung membuatnya menunggu saat berdandan, dan Alexa kebalikan dari semuanya itu .


Hari berlangsung dengan cepat , tanpa terasa waktu menjelang senja , Alexa membawa semua barang yang diterimanya dari sebuah butik ternama , kemudian dia bergegas ke kamar mandi yang cukup luas dan cukup lengkap.


Untunglah minggu kemaren Alexa sudah menghabiskan waktu di salon , merawat rambut , tubuh , kuku , semuanya.


Alexa mencuci muka dan merias ulang wajahnya , seperti biasa hanya make up tipis saja , kemudian dia memakai gaun dan sepatu pilihan Mr Montgomery , yang anehnya semuanya sangat pas , terakhir Alexa mengurai rambutnya dan saat memandang dirinya di cermin , dia melihat betapa dirinya terlihat berbeda .


Dengan gaun simplicity berwarna hijau tanah menonjolkan warna kulit mulusnya yang kuning langsat , model lipit di dada pas di pinggul kemudian jatuh hingga mata kaki , dengan belahan samping yang cukup tinggi tapi tetap sopan membuat Alexa seperti wanita berwajah Dewi dengan tubuh penggoda.


Alexa keluar dari kamar mandi sambil berharap semuanya cepat selesai agar dia bisa segera pulang ke apartemennya yang sepi , mengingat suasana hatinya sejak kemaren Alexa sangat malas bertemu orang lain apalagi kalau harus bersosialisasi dengan banyak orang .


Yah semoga secepatnya hari ini akan berakhir , kata Alexa dalam hati.


Alexa duduk dengan tenang di tempat duduknya menunggu Sam , saat mendengar suara pintu dibuka , Alexa berdiri tepat saat Sam keluar ,mereka bertatapan dan Sam terpana melihat sekretaris penggantinya yang sangat rapi dan tertutup berubah total dalam gaun malamnya .


Seandainya aku sedang tidak bingung dengan arah kecenderungan sexualku , pasti aku sudah jatuh cinta padanya.


Sam Montgomery tidak sadar mengucapkannya hingga dia melihat ekspresi Alexa dari terkejut kemudian menjadi ceria .


" Jadi , karena kau tidak akan tertarik pada wanita , siapapun dia , aku aman ? " Alexa bertanya dengan kelegaan yang kentara sekali di wajahnya.


" Aku belum memutuskannya , jadi jangan merasa aman , bisa jadi aku terpikat padamu dan berubah haluan !" tangkis Sam


Tapi Alexa yang sangat merasa lega tidak menghiraukan perkataan Sam , dia menggandeng tangan Sam kemudian melenggang ke pintu keluar .


" Ayo kita selesaikan acara ini segera Sam Montgomery sehingga aku bisa pulang dan kau bisa pergi ke manapun hatimu membawamu ."


Sam dapat memahami pendekatan Alexa yang seketika karena dia merasa Sam bukan lagi ancaman , bahkan menurutnya mungkin sekarang Alexa berpikir mereka bisa berteman .


Bahkan saat mereka tiba di area parkir kantor Alexa tetap menggandeng tangan bosnya , dia merasa sangat lega karena bisa menemukan teman yang setara dalam hal etos kerja dan kepandaian bersilat lidah dan selera humor yang sama, berikutnya mereka akan bisa berinteraksi tanpa rasa takut salah satu akan jatuh cinta .


Bagi Sam jika ada yang jatuh cinta padanya maka itu adalah awal dari keterbatasan , mereka semua sangat posesif dan suka mengatur , itu adalah pengalamannya dengan para wanita , dia belum pernah tahu bagaimana jadinya jika itu pria.


Bagi Alexa jika ada yang jatuh cinta padanya berarti kerumitannya akan bertambah, dia pernah menjalin dua kali hubungan yang berbeda tapi mendatangan kesedihan yang sama , sehingga dia selalu menjaga jarak sebelum ada lagi yang jatuh cinta padanya.


Sementara ini dia belum bisa melepaskan Jo dari pikiran dan hatinya , belum bisa melupakan Jo yang selalu menyisip di segala aktivitasnya ataukah mungkin tidak akan pernah bisa ? dia belum bisa menjawabnya , yang dia tahu Jo adalah pria pertama dan satu-satunya yang membuat dia merasakan cinta yang seharusnya di antara pria dan wanita .


Jonathan , akankah kita bertemu lagi ? kapan ? saat aku telah merelakanmu keluar dari hatiku ?


atau .... sebaiknya kita jangan pernah lagi bertemu ? ?