Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Pesta ....Lagi ?



Alexa tiba di pesta dalam gandengan Mr Montgomery yang tampan, semua yang kenal Mr Montgomery pada bertanya-tanya siapa pasangannya kali ini , seorang gadis Asia yang sangat cantik .


Pesta berlangsung dengan meriah , terlihat yang datang adalah para pengusaha sukses yang ingin memperluas jaringannya sedangkan wanita yang menemani berusaha terlihat canggih dan sexy , mereka berlomba-lomba untuk menjadi yang tercantik , yang paling menarik perhatian malam ini .


Tapi bahkan tanpa berusaha keras , Alexa sudah menarik begitu banyak perhatian sejak dia datang .


" Mungkin aku akan mengubah orientasi sexualku dan memutuskan memilih wanita saja ," kata Mr Montgomery berbisik di telinga Alexa.


" Jangan berani-berani berubah saat ini ..Sam !":


Sam Montgomery tersenyum sambil kembali berbisik di telinga Alexa .


" Tidak setiap hari aku menikmati menjadi pusat perhatian karena pasanganku yang cantik bersinar malam ini !"


" Sudahlah Sam , ayo kita temui temanmu , orang-orang penting dalam agenda mu , kemudian makan dan berlalu!"


Sam mengedarkan pandangannya kemudian dia menghampiri temannya yang dulu satu kampus dengannya , mereka mengobrol dengan riang setelah sebelumnya saling memperkenalkan pasangan masing-masing.


Alexa dapat melihat sinar bertanya-tanya di mata teman Sam saat melihatnya seakan mengira-ngira status hubungannya dengan Sam.


Alexa mengabaikannya karena sejak dia tahu orientasi sexual Sam yang sebenarnya dia merasa sangat nyaman .


" Sam ... aku ke kamar kecil dulu ya ," pamit Alexa.


" Oke hati-hati ya ." jawab Sam .


Alexapun berjalan meninggalkan mereka menuju ke kamar kecil yang cukup jauh di belakang .


Alexa tidak sadar kepergiannya diiringi begitu banyak tatapan iri dari para wanita yang melihat kecantikannya yang eksotik ditambah aura keengganan untuk berpesta membuat Alexa lain dari yang lain.


*****


Jo bekerja lebih keras dari siapapun , bekerja lebih lama dari siapapun yang bekerja dengannya , dia berekspansi jauh lebih cepat dibanding rencana semula, pokoknya Jo mencurahkan semua tenaga dan pikirannya hanya untuk bisnis.


Sejak pulang dari Australia dia harus berjuang menahan keinginannya untuk menghampiri Alexa. Pesan-pesan yang masuk akan dihapusnya tanpa dibuka , dia sudah bilang pada Arya untuk mengabari hasilnya dan Arya tidak mengirim kabar apapun , itu berarti semuanya berjalan dengan sangat baik , kalau gagal Arya pasti menghubunginya untuk curhat seperti biasa .


Bahhkan di bulan-bulan pertama dia selalu tanpa sadar melewati apartemen Alexa hanya untuk berharap bisa melihat Alexa dari jauh , hingga suatu hari dia melihat orang lain sedang memasukkan barang ke apartemen Alexa berarti Alexa sudah tidak lagi tinggal di apartemen itu .


Dia merasa tidak mungkin dia bisa menghapus Alexa dari hatinya dia menunggu semoga ada keajaiban yang mengembalikan Alexa kepadanya .


Sejak itu banyak wanita yang mengirim isyarat padanya tapi semuanya tidak ada yang menarik hatinya, jadi Jo mengabaikan mereka semua , dia hanya berkonsentrasi kepada bisnisnya ia ingin membuat bisnisnya besar sehingga bisa mengobati luka hatinya.


Untuk sementara waktu , itu berhasil membuat dia bisa bertahan menjalankan hari demi hari hingga tibalah sebuah surat dari Australia.


Dengan tidak sabar dia menyobek amplop surat dan mengeluarkan isinya , belum setengah isi surat itu keluar , Jo menangkap kalimat " Invitation " yang di cetak dalam huruf kuning muda , warna kesukaan Alexa , seketika Jo melempar surat itu ke tempat sampah .


Jo berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya karena dia merasa sangat sesak , dadanya sesak sekali , dia tahu dialah orang ke 3 diantara mereka tetapi dia merasa begitu dikhianati , dia merasa dadanya sakittt sekali , selama ini dia merasakan Alexa begitu mencintainya sebesar cintanya pada Alexa .


Pantas saja Alexa menjual apartemennya.


Kenapa harus menikah secepat ini ? Jo memegang kepala dengan kedua tangannya , tiba-tiba ponselnya berbunyi dan nama Arya muncul di sana.


Jo sekilas membaca pesan dari Arya " saat ini pasti kau sudah menerima undanganku....."


Jo tidak bisa membaca kalimat selanjutnya


Dia membalas pesan Arya __ Selamat ya , tapi tanggal itu aku sedang dalam negosiasi final di Turki , semoga bahagia , salam....__ bahkan dia tidak mampu menuliskan salam buat Alexa .


Dia berusaha untuk makan tapi tidak ada yang bisa ditelannya , dia tidak mau menyerah , dia harus bisa mengalahkan kesedihannya toh dia sendiri yang berjanji tidak harus membuat Alexa berada di posisi sulit karena harus memilih , hanya dengan isyarat dia yang akan pergi .


Tapi begitu sulit melawan kesedihannya ,begitu sakit menjadi gentleman , akhirnya dia menyerah dan pergi bersama teman-temannya ,mabuk berat untuk yang pertamakalinya di masa dewasanya , saat itulah dia sadar cintanya pada Alexa sungguh kuat dan tak terkalahkan.


Kemudian Jo membeli ponsel baru , nomor baru dan memberi partner dan cliennya nomor barunya , yang lama dia simpan di laci , saat ini dia tidak ingin melihat jika nanti Arya mengirim foto pernikahannya atau apapun yang berhubungan dengan itu ,mungkin nanti , entah kapan .


Kemudian dia bekerja jauh lebih keras dari yang mungkin dilakukan manusia manapun , dia terbang pulang pergi Turki , Inggris , Jerman hanya agar tidak ada sisa tenaga untuk memikirkan kebahagiaan Arya bersama wanita yang dicintainya.


Malam ini , seperti malam-malam sebelumnya dia malas menghadiri acara atau pesta apapun tujuannya , tapi dia memaksakan dirinya hadir karena dia sudah berjanji pada temannya bahwa dia akan hadir , toh ada benarnya , kalau dia bisa bertemu dengan Jack Carter yang telah mengirim sinyal akan menerima tawaran mergernya .


Kalau pertemuan tidak sengaja di pesta akan terlihat seolah-olah dia tidak terlalu butuh , berbeda jika dia harus menghubungi khusus untuk menanyakan kelanjutan penawarannya.


Jo menunggu di pintu antara ruang pesta dan balkon , menurutnya ini adalah tempat yang paling pas jika dia ingin menemukan Jack Carter dengan mudah, sekaligus ini adalah tempat menyendiri yang paling tepat karena sejatinya dia tidak ingin berbaur dengan siapapun malam ini, semakin sedikit orang yang ditemuinya semakin baik baginya.


Sembari menunggu sosok Jack Carter yang belum kelihatan __atau bahkan bisa jadi tidak datang__ Jo melayangkan pandangan melihat para pengunjung pesta yang lain , sedari tadi dia belum melihat temannya yang lain .


Tiba-tiba Jo melihat sesosok wanita yang berjalan dengan santai dalam gaun malam yang sopan tapi sangat sexy di badannya , yang membuat jantung Jo berdegub kencang adalah rambut hitam tebal yang terurai di punggungnya , dia tidak dapat melihat wajahnya karena posisi yang menyamping dan dia berada di balkon .


Baginya sosok wanita itu sangat mirip dengan Alexa , dengan tangan gemetar Jo mengelus dadanya berusaha menenangkan dirinya dan mengusir bayangan wanita itu dari hatinya, sudah lama sejak terakhir mereka bertemu tapi bahkan hanya mengingat namanya saja membuat jantungnya bertalu-talu , Jo berusaha menahan dirinya untuk tidak turun dan mengejar wanita itu , dia berusaha melihat-lihat para wanita cantik lain yang pasti akan mau menerima ajakannya ,tapi sekali lagi dia kalah , dia sudah berusaha untuk mengacuhkan wanita itu , tapi akhirnya dia menyerah .