Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Resah dan Gelisah



" Kamu sangat mengenalnya Yak "kata Alexa sambil menerawang .


Arya berkali- kali memandang wajah Alexa sambil berusaha berkonsentrasi mengendalikan laju mobilnya , dan setiap kali dia memandang wajah Alexa , dia merasa terlempar kembali ke masa- masa sebelum dia meninggalkan Indonesia , masa - masa yang sangat indah .


" Ndut , gimana kabarmu ? " Arya sangat senang melihat Alexa yang cantik jelita sampai mengalahkan rasa penasarannya tentang siapa orang yang bersama Alexa di Inggris .


" Baik Yak ."


" Gimana kabar keluargamu Yak ? pasti mereka sangat senang mendengar perkembanganmu ."


Arya berpikir betapa berbedanya Alexa dengan Caitlin , Alexa sangat memikirkan orang lain contohnya keluarga Arya , kalau Caitlin cenderung memikirkan diri sendiri .


Tidak terasa mereka sudah sampai di Hotel , Alexa turun , kemudian dia mencegah Arya yang akan ikut turun bersamanya.


" Terimakasih Yak , sebaiknya kamu tidak usah nganter sampai ke atas , kasihan Caitlin pasti gak senang nunggu terlalu lama , besok kita bisa ketemu jam berapa ? "


" Malam Ndut, pulang kantor aku akan menjemputmu ,"


" Aku tidak ingin merebut waktumu bersama Caitlin Yak , aku hanya ingin kita duduk bersama , berbicara , kemudian kita mencari tahu apa yg harus kita pastikan ,agar tidak ada satupun yang susah atau dirugikan karena keputusan kita."


" Ndut , aku tidak menjalin asmara dengan Caitlin , kami ......." Arya bingung bagaimana harus menjelaskan bahwa dari awal dirinya dan Caitlin sudah sepakat mereka akan saling menemani sampai salah satu dari mereka bertemu orang yang bisa membuat mereka jatuh cinta maka mereka akan berpisah baik-baik.


Arya heran kenapa gairahnya bisa membawanya ke hal yang rumittttt seperti ini .


Keadaan saat mereka berpisah di bandara dengan saat mereka baru saja bertemu , sangat amat berbeda .


Dulu mereka berpisah sebagai sepasang kekasih yang bersedih karena harus berpisah , tapi saat ini mereka bertemu seolah - olah bertemu saudara atau teman dekat ,tidak terlihat rindu yang mengancam akan meledak , hanya kesenangan yang ringan bertemu orang yang mereka sayangi tanpa tuntutan apapun di belakangnya .


" Sudahlah Yak, besok saja kita bahas , gak enak kalau ngomong terburu-buru , pulang Yak , kasihan yang nunggu ."


" Ndut , besok jangan kemana-mana , kalau bisa aku akan minta ijin dari manajerku , secepatnya aku ingin kita bicara ," Arya sempat berhenti sejenak , menatap Alexa sebelum kemudian melanjutkan langkahnya , berlalu dari hadapan Alexa .


Arya merasa semakin resah dengan hatinya , harusnya tidak seperti ini pertemuan mereka , kalau saja Alexa tidak datang mendadak , dia akan bisa menjaga semuanya tetap di tempatnya masing -masing, bagaimanapun Alexa adalah kekasihnya , yang dulu begitu mencintainya , kenapa saat bertemu setelah berpisah sekian lama hanya biasa - biasa saja ? malah Alexa dapat langsung menyimpulkan hubungannya dengan Caitlin dan seketika menerimanya tanpa ada keberatan sedikitpun , tanpa tuduhan dan drama apapun.


Kemudian Arya teringat orang yang kata Alexa dikenalnya ,yang menemani Alexa di Inggris , mungkinkah orang itu yang menghasut Alex, memfitnah Arya ? sehingga Alexa menjauh dari Arya .


Besok itu adalah hal paling utama yang akan dia tanyakan pada Alexa , siapa orang yang aku kenal yang menemani Alexa di Inggris .


Arya pulang dengan tidak bersemangat , biasa malam - malamnya di temani oleh Caitlin membuat dia bersemangat segera pulang, tapi malam ini dia malas untuk pulang , keinginan untuk menemani Alexa dan mengobrol lebih besar dari keinginan untuk pulang ke rumah .


Besok aku harus tahu siapa pria yang berhasil menjauhkan Alexa dari aku .