
Ada sesuatu yang salah dengan bahasa tubuh gadis semampai itu .
Seorang pemuda tampan, namanya Arya, sedang berdiri sendiri menatap keramaian di hadapannya , hiruk pikuk teman- temannya yang sedang menghabiskan waktu istirahat , tapi bukan hebohnya teman-temannya yang menarik perhatiannya tetapi sosok semampai yang membelakangi dirinyalah yang membuatnya tertarik .
Dengan postur ideal , rambut panjang yang indah , betis kuning langsat yang memukau pasti gadis itu sudah biasa mendapat banyak perhatian dari pria di sekitarnya dan seharusnya tidak sulit untuk berbaur dengan hebohnya kemeriahan di sekelilingnya .
Anehnya , gadis itu seperti kesepian di tengah keramaian , gadis itu seperti sendirian di antara begitu banyak orang .
Arya berpikir , mungkin gadis itu hanya indah di pandang dari belakang , mungkin wajahnya berdandan menor dengan aura ketus atau jutek yang membuat dia tidak membaur .
Trus kenapa aku sangat tertarik ya, gak biasa- biasanya , pikir Arya.
Tidak ada yang bisa mengalihkan niatku untuk menggapai cita-citaku , banyak teman gadis yang berjuang mencuri hatinya tapi dia tetap dengan pendiriannya .
Lalu kenapa sekarang dia memusatkan perhatian pada gadis yang bahkan wajahnya dia belum tahu.
Arya tertawa dalam hati , mana bisa hanya tertarik dengan melihat bagian belakang seorang gadis , ah sudahlah mending aku ngobrol sama Jo .
Saat Arya akan beranjak , dia melihat si gadis membalikkan badannya dan saat mereka bertatapan Arya merasa ada yang menghantam dadanya dengan keras sampai rasanya sesak , dia tidak dapat mengalihkan pandangannya ,
semua perkiraannya salah , salah total .
Wajah yang sedang menatapnya sungguh luar biasa tenang , wajah yang ayuuuuuu , lembuttt , bening dan segar , sangat memukau , hanya ada 1 yang mengganggu yaitu mata yang menyimpan kesedihan .Why ? She is so young ?
Arya terpaku dan tidak dapat mengalihkan pandangannya hingga si gadis berpaling .
Arya heran dengan dirinya , begitu banyak gadis ceria dan berbahagia yang berusaha mencuri hatinya tapi yang bisa mencuri hatinya bahkan jauh dari itu semua , apa aku memang agak aneh ya , senyum miring tersungging di wajahnya yang tampan , ah sudahlah bukan aku juga yang merancang ini semua , syukur syukur ternyata hatiku bukan batu ,sekarang yang harus ku lakukan adalah segera berkenalan dengan calon gadisku ( he he he dalam hati Arya kembali tersenyum .... belum apa -apa sudah yakin bakal gadisku ) .
Arya memantapkan hatinya untuk nyamperin calon gadisnya , menyiapkan berbagai kemungkinan yang harus di hadapinya nanti , bisa jadi si gadis jauh lebih kaya ,karena sekolah mereka sekolah yang terpandang dan elit di kota S atau bisa jadi si gadis sudah punya pacar , atau si gadis menolak berkenalan dengan dia ( kalau ini sih kayaknya gak mungkin , bukannya sombong ,kalau urusan tampilan Arya pasti tidak akan di tolak , kata Arya dalam hati ).
Try do the best ,God do the rest .
Jodoh tak akan lari kemana .
Itu yang Arya pikirkan dan kemudian dia mulai melangkah , percuma kalau cuma niat tapi gak segera di lakukan ,aku samperin aja sekarang .
Saat itu si gadis tanpa nama sudah mulai beranjak bersama teman-temannya , dan Arya langsung menghampirinya , menghadang jalannya .
" Hai ..." kata Arya
Si gadis tanpa nama diam saja ,hanya memandang Arya dengan keheranan .
" Aku Arya..." kata Arya sambil mengulurkan tangannya .
" Alexa ." jawab si gadis sambil menjabat tangan Arya dan segera berlalu .
YES YES YES ,teriak Arya dalam hati sambil memandang tubuh semampai itu dari belakang untuk yang kesekian kalinya , awas kalau sudah jadi gadisku , aku akan menatapmu dari depan sesering yang aku bisa.