
Hari masih pagi saat Arya memasuki gerbang sekolah , dari jauh nampaklah sosok tubuh jangkung Jo yang berjalan mendekat .
" Wah...wah...wah , yang habis jadian , senyum -senyum , berubah lu tuh sampek 3600 derajat Yak ." kata Jo agak keras sambil meninju bahu sahabatnya .
" Kopler lu Jo , kalau gue berubah 3600 derajat, keliling dong ,muter muter gak jelas ."
" Emang menurut Lu ,sekarang lu jelas Yak ."
" Gue masih Arya yang sama hanya bedanya gue sekarang ....bahagiaaa... ." kata Arya sambil gak bisa menahan senyum lebarnya .
" Piss , gak inget ama nasehat lu ke gue ?" , gue ingetin ye , ini persiss kalimatmu gak gue tambahin gak gue edit ____Jo , hidup kita di masa depan harus kita yang upayakan dari masa kini , mau biru , mau ungu , mau lila , warna apapun bisa kita raih asal kita, berdoa , percaya dan berusaha , dengan satu syarat jangan dulu ada cinta ____ , inget nggak lu Yak ?"
" Trus waktu itu gue nanya ,apa yang salah dengan cinta ? itu anugerah yang indah ,
lu jawab gue ____ Jo ...,Jo ... cinta itu membawa ribuan warna kebahagiaan tapi juga jutaan masalah ____ "
Habis mengulang kalimat Arya , Jo terdiam sejenak kemudian melirik Arya.
" Jadinya gue yang inget itu nasehat, yang nasehatin gue udah lupa malah .... Arya ..Arya ,
Tekuk lutut di sudut kerling Alexa .... ." kata Jo tertawa sambil melantunkannya seolah olah bernyanyi .
Arya mengingat kembali apa yang di katakannya kepada sahabatnya yang ganteng dan kaya raya , yang pacaran kayak orang ganti baju .
" Maksud gue bilang begitu itu untuk elu Jo, kalau lu pacaran kayak orang ganti baju , gimana lu punya waktu buat meraih impian Lu ?" Arya berusaha ngeles.
" Alasan lu Yak ."
" He he ..orang ngeles itu hukumnya wajib Jo ." jawab Arya.
" Jadi , apa yang terjadi ? ada meteor jatuh ?
atau lu yang jatuh ? "
Wajah Arya berubah serius dan dia menjawab ,
" Manusia berencana tapi Tuhan yang menentukan Jo, semua gadis yang datang bisa aku tolak dengan mudah , tapi saat aku menatap Alexa , seketika pikiranku kosong, otakku lumpuh , saat itu aku tahu aku menginginkannya , aku telah menemukan belahan jiwaku , verry amazing Jo , aku doa kan kamu segera mengalaminya ."
" Kalau lagi santai kamu ngomongnya lu gue tapi kalau kamu ngomong udah pakai bahasa aku kamu ,berarti lu lagi serius Yak , yah congratts buat lu ama Alexa , dont forget traktir gue makan ." jawab Jo sambil beranjak menjauh .
" Eh satu lagi Arya , gak usah doain gue ketemu cewek sampai dada gue sesak , forget it ok ?" kata Jo sambil berjalan mundur
Karena berjalan mundur Jo menabrak seseorang .
Brakkkk
" Aduh... ." rintih lirih seorang gadis
" UUpsss ...sorry ya ." kata Jo sambil membantu mengumpulkan barang si gadis .
" Sayang ..kamu gpp ? "
Barulah Jo sadar dan melihat siapa gadis yang di tabraknya , ya ellah emang dunia ini sempit kayak gang kelinci .
" Lex , sorry aku gak liat kamu !" kata Jo
" Gpp , aku juga gak lihat jalan ." kata Alexa sambil tersipu .
" Kalau gak liat jalan liat apa ? " tanya Arya dengan mesra .
" Ya amplop , kalian ya , bisa nggak percakapan biasa tetep biasa ? gak usah bias ke mana-mana ?", sergah Jo
" Yuk Lex , susah gua ngomong di anggap salah melulu ama Jo , yuk sayang ... ." kata Arya sambil mengulurkan tangan untuk membantu Alexa berdiri.
Lumayan bisa ketemu sebentar pikir Arya ,bisa pegangan , sedikit pelukan sebelum pelajaran mulai .
Arya menundukkan kepala mendekat kepada Alexa dan berbisik ,
"Ndut, I miss u ."
" Gombal ."
" Beneran ."
" Kan , baru ketemu tadi malam ."
" kan ,udah lewat 10 jam ." jawab Arya agak keras , lupa Jo masih di situ .
" Pengen muntah gua , masuk angin kalik ya ." kata Jo sambil pura- pura lihat ke lapangan.
Arya tertawa , Alexa tersipu dan berjalan menuju kelasnya.
" Dagggg ....sayang... ." kata Alexa pelan
" Dag..dag...Ndut... ." kata Arya sambil memandang Alexa dengan tajam dan kemudian berjalan mengikuti Jo menuju kelas mereka sendiri.
" Ngapain panggil Ndut ? " body kayak model kok dipanggil Ndut .
" Rahasia .. ." Jawab Arya
" Panggil Cantik kek, bohay kek , sexy kek ....malah Ndut !?"
" Alexa bilang berat dia stabil , susah nambah , tapi begitu udah jalan ama gue , udah nambah beratnya, jadi gue pengen dia inget , dia itu bahagia jalan ama gue ".
" Cek cek cek ...parah abis lu sekarang Yak, masak sampai segitunya , sekalian lu bikin monumen ..ya Allah ..terimakasih gue masih sadar gak kayak teman gue ."