Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Aku Ingin Bahagia



Alexa sudah selesai membenahi make up nya , bukan supaya bisa memikat pria tetapi hanya untuk mengulur waktu , semoga waktu berlalu cepat hingga selesailah tugasnya menemani Mr Montgomery.


Alexa mendengar pintu terbuka dan dua orang wanita berdiri di sisinya sambil bergosip dengan riang .


" Ya ampun , tampan sekali !" kata si pirang .


" Tapi luar biasa acuh , membalas senyumkupun tidak " kata wanita satunya yang lebih pendek dengan gaun yang sangat terbuka, " Dia hanya membalas senyumku dengan anggukan samar nyaris tidak kentara!"


" Pria yang seperti itulah yang aku idam-idamkan sejak lama Cath, begitu serius , pasti panas di ranjang !"


" Bagaimana kita bisa menarik perhatiannya ya ? lagian ngapain dia berdiri di situ, menunggu siapa ? "


Alexa tersenyum dalam hati, di pesta manapun selalu ada cerita tentang menilai seseorang , terpukau , kejadian-kejadian unik dan menarik tidak jarang kejadian tragis seperti bertemu musuh , bertemu mantan istri atau suami , ah ada-ada saja kata hati Alexa dan berjalan keluar dari kamar kecil kembali ke Sam .


Tiba-tiba Alexa menabrak sebuah dada bidang yang sangat kokoh , kemudian aroma yang sangat familier menyergapnya , sesaat dia merasa oleng hingga tangan yang kuat memegang kedua lengannya .


Dengan perlahan dia mengangkat wajahnya dan bertatapan dengan sosok wajah yang paling dirindukannya , yang selalui menghantui mimpinya hingga ia harus bangun dengan bekas air mata di pipi dan di bantalnya.


Sosok yang meninggalkannya tanpa pernah menoleh ke belakang ,tanpa satu kalipun pernah membalas pesan-pesannya.


Tanpa terasa tetes air mata berjatuhan di pipi Alexa , dan semakin deras seiring kesadaran bahwa memang Jonathan yang berdiri di hadapannya .


" Alexxaa.. ?" terdengar gumaman halus seakan sedang melihat hantu .


Plakkkk , terdengar tamparan yang cukup keras .


" Jangan berani-berani memanggil namaku !"


kata Alexa dengan airmata yang semakin deras mengalir .


" Alexa ..!"


Plakkkk , untuk yang kedua kalinya terdengar tamparan yang keras kali ini diiringi isak tangis Alexa.


" Cukup Lex !" kata Jo sambil menahan tangan Alexa , Jo tidak tahu harus berbuat apa , bukankah seharusnya dia yang marah ? dimana Arya ? kenapa Alexa ada di sini ?


" Di mana Arya ? " tanya Jo sambil tidak melepaskan tangan Alexa .


Kemudian Jo melihat tanda tanya di mata Alexa tetapi Alexa tidak bersuara hanya airmata yang masih mengalir.


" Itu pertanyaan pertamamu ? setelah kamu meninggalkan aku di Australia tanpa pesan ? setelah sekian lama kamu tidak pernah menghubungiku bahkan membalas pesanku pun tidak ? mana janjimu ? kau bilang bila pergi secepatnya kau akan kembali ? lepaskan tanganku , aku tidak ingin menghirup udara yang sama denganmu !!" teriak Alexa dengan suara pecah seperti hatinya yang berkeping-keping.


Jo tidak sanggup melihat wajah yang sangat dicintainya berderai-derai seperti itu , dia tahu hukumnya membawa lari istri orang , dia salah tapi untuk kali ini dia tidak perduli , dia akan mencari tahu kenapa Alexa sebegitu marah padanya , karena Alexa yang terus meronta akhirnya Jo memanggul Alexa di bahunya dan berjalan keluar lewat pintu belakang agar tidak terlalu mengacaukan pesta .


" Lepaskan aku , turunkan aku !" teriak Alexa


tapi Jo tetap berjalan lurus menuju pelataran parkir hotel.


" Lepaskan aku ... Jo .. !" kali ini Alexa berkata dengan lirih .


Seketika Jo yang masih separuh jalan menuju mobilnya tidak kuasa meneruskan langkahnya saat dia mendengar Alexa menyebut namanya.


Dia menurunkan Alexa , menyandarkan kepala Alexa di dadanya dan memeluknya dengan erat , dia merasa setelah belasan bulan mati kini dia hidup kembali.


Masih sambil memeluk Alexa dia membelai rambut Alexa yang semakin menangis tersedu-sedu.


" Sayang.... sweetheart .. ," banyak yang ingin diucapkannya tapi pertama-tama dia akan membawa jantung hatinya pergi dari tempat ini.


Kali ini dia mengaitkan 2 tangan Alexa di lehernya dan menggendong Alexa , sesampai di mobil dia menurunkan Alexa di kursi penumpang dan berlari ke kursi pengemudi , dan dalam keadaan tergesa yang dia sendiri tidak pahami kenapa , dia melarikan mobilnya keluar dari area parkir dan melaju di jalan raya .


Dalam perjalanan Jo mengeluarkan saputangannya dan memberikan kepada Alexa , yang menerima dalam diam kemudian menyeka wajahnya dan membersit hidungnya .


Jo tidak tahu berapa kecepatannya , yang dia tahu sejak membeli mobil sport ini , belum pernah dia mengemudi secepat hari ini.


Sesampai di apartemennya Jo kembali membuka pintu sisi penumpang tapi kali ini dia menatap wajah Alexa yang melihatnya dengan wajah lembab dan kelopak mata bengkak , inilah wajah Alexa dalam keadaan paling cantik , mereka bertatapan hingga Jo ragu-ragu untuk menggendong Alexa seperti tadi, kemudian dia mengulurkan tangannya untuk membantu Alexa keluar dari mobilnya yang cukup rendah .


Sesaat Alexa melihat tangan Jo yang terulur , kemudian dia menyambut tangan Jo dan bergerak keluar dari mobil , tidak mudah keluar dengan anggun dalam gaun malamnya.


Sesaat mereka berjalan dalam diam , Alexa berusaha menarik tangannya tetapi Jo menggenggamnya erat-erat , terlalu erat .


" Sakit Jo !"


" Sorry .." bahkan rengekan Alexa tidak membuat Jo melepaskan tangannya , hanya melonggarkan genggamannya .


Saat semuanya sudah beres , tidak akan ada lagi omong kosong " kau kirim isyarat aku yang akan pergi " , dulu dia sudah menepati janjinya , kali ini dia tidak ingin lagi menjadi gentlemen , dia ingin menjadi orang biasa yang akan berbahagia dengan orang yang dicintainya , satu-satunya orang yang dicintainya dengan segenap hati.


Sesampai di apartemen, Jo mengambilkan Alexa air putih dan menyuruh Alexa minum , sambil melihat Alexa minum Jo melepaskan Jas nya , kemudian Alexa menyerahkan gelasnya yang sudah kosong .


Jo mengambil gelas Alexa , meletakkan di meja dan seketika menarik Alexa dalam pelukannya.


" I miss you so much Lex , sayangku ... ," kemudian dia mencium Alexa dengan segenap kerinduan yang ada .


Jo menengadahkan wajah Alexa , memandangnya dengan mesra kemudian kembali mencium bibir Alexa yang sudah membengkak , " I Miss You sweetheart, berbulan-bulan aku hidup di neraka !!"


Kemudian Jo menempelkan dahinya di dahi Alexa .


" I love You Lex , hanya kamu yang ku cinta , maafkan aku , aku tidak akan bisa membiarkanmu pergi kali ini , dan akupun tidak akan pergi , kali ini kau harus terjebak bersamaku !"


" Kalau kamu masih berstatus istri orang ...kau harus meminta cerai , aku yang akan berangkat kali ini , aku yang akan meminta perceraian untukmu !"


Jo melihat kebingungan kembali berkelebat si mata Alexa , kemudian Alexa bertanya ,


" Setelah itu , apa yang akan terjadi ?"


Jo melihat Alexa dan menjawabnya dengan segera sambil menggendong Alexa dan membawanya menuju sofa .


" Aku akan menikahimu secepat yang aku bisa , kita akan menikah dahulu secepatnya baru kau boleh mengundang siapapun ke pesta pernikahan kita kemudian , kau boleh mengadakan pesta se mewah yang kamu mau , aku sanggup membayarnya dengan uangku sendiri , tapi semuanya baru diadakan saat kita sudah menikah sah , aku tidak mau menundanya sedetikpun , begitu kamu bercerai seketika kita menikah .."


Jo melihat Alexa membuka mulut dan sebelum Alexa berbicara Jo sudah menyela ,


" Tidak ada perdebatan sweetheart , yang lain terserah kamu , seumur hidup kita kamu boleh mengambil keputusan apapun , tapi kali ini tidak , besok aku berangkat mengurus perceraianmu , kamu tetap di Inggris , aku yang akan ke Australia menemui suamimu !"


Kembali Jo melihat sesuatu berkelebat di mata Alexa ,tapi dia tidak tahu apa itu.


" Kalau kau tidak bisa menemukan suamiku ?" tanya Alexa .


" Aku pasti akan menemukannya !"


" Kalau tidak bisa ? selamanya tidak akan terjadi perceraian kan !" tantang Alexa .


" Aku akan menemukannya Lex , walau aku harus mengejarnya ke ujung dunia , walaupun itu harus menghabiskan uangku dan itu segera , harus segera terlaksana , aku tidak lagi ingin memikirkan orang lain , sudah waktunya aku memikirkan hidupku , hidup kita , aku ingin bahagia bersamamu !"


Alexapun memandang Jo , tiba-tiba ponselnya berdering .


Alexa mengambil ponselnya dari dalam tas dan akan menjawab ketika Jo mengambil dari tangannya dan menjawab ,


" Hallo !"


" Siapa ini , dimana Alexa ?" terdengar suara seorang pria.


Jo heran , dia kira dia akan mendengar suara Arya.


" Kamu siapa ? "


" Kamu siapa ?"


serentak bersamaan mereka melontarkan pertanyaan yang sama .


Dan kembali bersamaan juga saat mereka menjawab ,


" Sam !"


" Jonathan !"


"Than , kenapa kamu yang angkat , aku menelpon ke nomor Alexa !"


" Kenapa kamu tillpon Alexa , dia sudah ada yang punya !"


" Dia sekretarisku Than , kamu kira aku tidak bingung karena dia tiba-tiba menghilang ?"


" Berikan ponselnya aku ingin bicara sama sekretarisku , right now !"


tut..tut... nada sambung terputus.