Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Menelaah Perasaanku



Arya memandang Handphonenya sambil berharap Jo mengangkat tilponnya tetapi sampai dering berakhir tetap tidak terdengar suara Jo , akhirnya Arya menutup HP nya .


Kemudian Arya duduk termenung di ujung tempat tidur , dia menopang kan kedua tangannya di lutut kemudian termenung , dia tahu cepat atau lambat dia harus kembali keluar untuk menemui Catlyn dan membahas hubungan di antara mereka.


Bagaimanapun dia harus berusaha menyelesaikannya baik-baik karena bagaimanapun Caitlin adalah rekan dalam satu tim penelitian di kantor.


Arya mengagumi kecerdasan Caitlin , kepandaiannya karena dia adalah satu dari 2 orang wanita yang ada dalam tim di antara begitu banyak pria.


Seandainya sebuah hubungan sesederhana sebuah penelitian , walaupun penelitian membutuhkan begitu banyak usaha, pikiran dan pengorbanan tetapi jauh masih lebih sederhana melakukan penelitian dibanding membina sebuah hubungan.


Contoh sederhana saat dia menemui kendala dalam penelitian, maka biasanya mereka akan membreakdown semuanya , memilah milah , apa yang mengakibatkan sistem berhenti atau sistem berjalan salah , setelah ada yang diperkirakan sebagai penyebab maka akan di buang , kemudian sisanya kembali dirakit kemudian dicoba kembali , begitu seterusnya , sangat sederhana .


Berbeda dengan hubungannya dengan Caitlin dan Alexa , jika ada yang salah tapi tidak bisa dengan seenaknya di buang dan di rakit ulang , jangankan membuang, melakukan hal-hal kecil saja sudah menimbulkan banyak permohonan dan air mata .


Akhirnya Arya meninggalkan kamar tidurnya dan berjalan menuju dapur , dia duduk di meja makan , kemudian menatap Caitlin yang sudah lebih dahulu duduk di sana .


" Makanlah Arya .. ." Caitlin yang lebih dahulu memulai untuk membuka percakan.


" Ok , sambil kita makan , aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita !"


" Sebenarnya ini adalah hal yang seharusnya sederhana jika kita tetap pada kondisi seperti saat pertama kita memutuskan bersama , tetapi siapa yang bisa mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dia rasakan ?" , aku bukan orang yang sama seperti dulu Arya , dan itu terjadi dengan sendirinya ." Caitlin menjelaskan panjang lebar .


" Tapi kita bukan sepasang kekasih Cait , saat kita memutuskan bersama kita tahu pada akhirnya kita akan berpisah hanya menunggu orang yang tepat datang , di waktu yang tepat ."


" Maksudmu kamu masih menganggap apa yang terjadi diantara kita tidak lebih dari sekedar jalan bersama ?"


" Cait , jangan membuat keadaan kita jadi serba salah ." potong Arya .


" Aku hanya tidak ingin melepaskanmu tanpa berusaha , minimal aku tahu kamu tidak memiliki perasaan apapun kepadaku ."


" Jangan menyakiti diri sendiri Cait, lebih baik kita berjalan sendiri tanpa saling menyakiti ." jelas Arya sambil mengikuti gerakan tangan Caitlin yang gelisah .


" Apakah kamu akan langsung kembali kepada Alexamu ? " tanya Caitlin dengan suara agak aneh , seakan dia menahan diri ,dia tidak ingin terlihat terpuruk di hadapan


Arya menerawang , sejujurnya dia sudah HAMPIR yakin bahwa Alexa sudah menemukan orang lain yang lebih mencintainya .


Tetapi sepertinya lebih baik dia berpisah dengan Caitlin pun saat ini sebelum mereka terlanjur masuk terlalu jauh , jika terlalu Sayang akan lebih susah nantinya saat mereka harus terpisah.


" Banyak yang masih harus kami perbincangkan, masih harus kami diskusikan, bagaimanapun Alexa adalah kekasihku yang pertama dan satu-satunya hingga saat ini , dia yang membuatku ingin berhasil , dia yang mengantarku dengan air mata berderai-derai ."


" Tapi kalau dipisahkan oleh jarak dan waktu kemudian perasaan itu berubah berarti memang cinta kalian tidak kuat , bahkan mungkin bukan cinta ." Caitlin berusaha menganalisa karena dia berharap masih memiliki kesempatan untuk bisa terus bersama Arya.


" Entahlah , bagiku Alexa selalu menempati tempat tersendiri di hatiku , bukan karena karakternya dan karena kebaikannya , tapi karena dia memang spesial , tapi apakah itu cukup kuat sebagai alasan kami tetap bersama ? aku juga masih harus bertanya padanya dan pada diri sendiri jangan sampai nanti kami saling menyakiti atau sebaliknya jangan sampai kami harus melepas sesuatu yang berharga hanya karena tidak cukup waktu untuk menelaah dan menyelami perasaan kami sendiri ." Arya mengakhiri kalimatnya dengan helaan nafas panjang.


" Yah sebaiknya kamu segera bertemu dengan Alexa dan melihat kemana hubungan kalian akan mengarah , tetapi aku tidak akan menghilang dari hidupmu , aku hanya akan menjauh sementara , bye Arya , see you soon ." Caitlin beranjak mengambil tasnya dan keluar setelah sebelumnya menghampiri Arya dan mencium bibirnya dengan lembut.


Kemudian Caitlin berjalan dengan perlahan dan berusaha terlihat biasa - biasa saja , tidak terpengaruh oleh penolakan Arya pagi ini ,padahal bukan itu yang di rasakannya .


Tapi dia melihat cinta Arya tidak seperti cinta yang seharusnya antara sepasang kekasih , lebih kepada cinta antara sepasang sahabat karib , yang begitu dekat tapi tanpa gairah yang menggebu-gebu.


Tapi kalau memang mereka , Arya dan Alexa , akan tetap bersamapun tidak ada kebencian di hati Caitlin buat Arya , pria Indonesia yang sudah mencuri hatinya.


Dalam hati dia berdoa biarlah yang terjadi yang terbaik buat Arya .


***


Arya memandang punggung Caitlin yang berjalan menuju pintu keluar , dia juga heran dengan hatinya , kenapa dia tidak bisa memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sahabat terhadap Caitlin , mungkin karena dia tahu Caitlin selalu tersedia baginya ? selalu ada saat dia membutuhkannya ? .


Sebenarnya Arya sangat merasa nyaman berjalan dengan Caitlin ,karena mereka sama-sama pandai , sama-sama menggeluti bidang yang sama , dunia yang sama sehingga saat mereka bercakap-cakap menghabiskan waktu luang ,apapun yang mereka percakapan selalu seru dan menyenangkan .


Arya adalah wakil kepala Tim dalam penelitian yang saat ini berjalan dengan anggota 13 orang dan 11 diantaranya pria dan 2 wanita , salah satunya adalah Caitlin.


Yah sudahlah , dia sudah berhasil sejauh ini bukan karena dia tipe orang yang bermalas-malasan dan menunda pekerjaan, dia adalah seorang pejuang yang pantang menyerah , karena itu dia akan kembali menelpon Jo , sahabat yang sangat dia butuhkan saat ini lebih daripada waktu lain , juga dia akan membuat janji untuk bertemu Alexa , agar semuanya segera menjadi jelas .


Apapun hasilnya nanti , dia akan berusaha untuk tetap tegar dan jika diambil positivenya berarti dia lebih punya banyak waktu luang untuk keluarga , dan orang - orang di sekitarnya , kaum keluarga yang selama ini menopangnya .


Arya kembali menelpon Jo ,dengan sabar dia memandang layar handphone , seakan menghipnotis Jo agar segera meninggalkan apapun yang saat ini sedang di kerjakannya dan bertanya apa yang harus dia lakukan .


Tiba-tiba suara Jo terdengar nun jauh di seberang sana ,


" Hallo ..."


" Jo .."


" Arya "


" Aku akan segera ke sana , tunggu aku ,kita selesaikan agar tidak ada salah paham diantara kita ." Jo tidak terdengar bersemangat malah lebih cenderung terkesan defensif .


" Oke , aku tunggu kamu ." jawab Arya.