Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Katakan kaupun Rindu



Hampir pukul 03.00 dini hari Jo mendarat di bandara , kemudian dia segera naik taxi menuju hotel Alexa , dia berharap hanya akan membangunkan Alexa dengan 3 kali ketukan , jika Alexa tidak terbangun dia tidak akan memaksa , dia akan menunggu sampai besok pagi, toh dia juga sudah memesan kamar di hotel yang sama .


Hampir 30 menit kemudian Jo sudah tiba di hotel Alexa , setelah membereskan masalah administrasi untuk kamarnya ,Jo bertanya di kamar berapa Alexa menginap , awalnya gadis resepsionis yang bertugas ragu- ragu untuk memberitahukan nomor kamar Alexa , tetapi saat Jo tersenyum dan membisikkan bahwa dia ingin memberi kejutan untuk kekasihnya , gadis resepsionis itupun luluh .


Dengan mata menerawang gadis resepsionis itu memandang punggung Jo yang sedang melangkah menjauhi lobby , dia berpikir seandainya pacarnya yang tidak tampan punya sedikit saja sisi romantis pria tampan yang baru saja berlalu , alangkah bahagianya , apalagi jika tampan ,kaya dan romantis seperti pria tampan tersebut.


Jo berjalan.menuju kamarnya tapi di tengah perjalanan dia berhenti dan membatalkan niatnya untuk masuk ke kamarnya tapi dia berputar arah mencari kamar Alexa.


Setelah naik 1 lantai , Jo akhirnya menemukan kamar Alexa , Jo mengetuk pelan pelan dan menempelkan telinga di daun pintu , tapi tidak terdengar ada aktivitas apapun di dalam kamar.


Kemudian Jo mengulang, kembali mengetuk pintu kamar Alexa tetapi tetap tidak terdengar ada aktivitas di dalam kamar .


Jo memutuskan dia hanya akan mengetuk 3 x saja , sebelum Jo mengetuk untuk yang ke 3 x nya ,Jo memutar knop pintu dan ternyata tidak terkunci , dengan perlahan Jo membuka pintu lebih lebar , membawa masuk barang- barangnya kemudian mengunci pintu ,setelah itu barulah Jo mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar yang cukup gelap , hanya lampu tidur yang menyala redup .


Kemudian Jo mendekati pembaringan , dan kemudian dia melihat gadisnya sedang tertidur nyenyak dengan rambut hitam legam yang lebat tergerai di bantal , baju tidur putih yang menyatu dengan sprei hotel ,seakan akan Alexa tidur hanya beralaskan sprei dan selimut hotel .


Tanpa bisa di tahan , Jo segera membuka sepatunya dan jaketnya , kemudian dia segera naik ke atas tempat tidur, menyusup ke belakang Alexa dan segera memeluk Alexa pelahan tapi dengan kerinduan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Alexa masih belum terbangun sepenuhnya , hanya sudah mulai terganggu ,karena ada rasa tidak sendiri , kemudian Jo kembali menyurukkan wajahnya ke leher Alexa , seketika Alexa terbangun , tapi sebelum dia dapat melakukan apa-apa , Jo sudah memeluknya erat-erat sambil menciumi Alexa.


" Sayang ini aku ..." bisik Jo .


" Jo .., kamu tiba-tiba kok sudah sampai di sini ? gimana kamu bisa masuk kamar ? apa aku sedang bermimpi ?"


" Nggak Alexa , kamu tidak sedang bermimpi , aku ada di sini , di Australia !, kamu tidak mengunci kamarmu , untung bagiku tapi jangan pernah terulang kembali , sebenarnya aku baru sampai dan sudah tidak sabar ingin memeluk gadisku yang cantik , tidurlah sayang , hari masih gelap , masih belum pagi !" bujuk Jo sambil menggosok punggung Alexa pelan-pelan , sehingga Alexa yang masih sangat dikuasai kantuk akhirnya tertidur kembali dalam pelukan Jo .


Sambil tetap memeluk Alexa dari belakang , Jo membenamkan wajahnya ke rambut Alexa , Jo merasa dadanya sesak , dia ingin seperti inilah dia mengakhiri harinya , setelah seharian sibuk dengan pekerjaan , saat malam tiba dia akan beristirahat dengan Alexa dalam pelukannya.


Sudah begitu lama dia menginginkan Alexa , sangat , hingga nyaris ekstrim , jadi ketika pilihan yang ada di hadapannya adalah tidur atau terjaga , dia lebih memilih terjaga dengan Alexa dalam pelukannya. Menyimpan momen yang sangat membahagiakan ini dalam hatinya .


Tapi seberapapun keinginan untuk tetap terjaga toh akhirnya harus menyerah kalah dengan kantuk , mungkin karena perjalanan 5 jam di udara , ditambah 30 menit dalam taxi , membuat mata Jo perlahan-lahan menutup , dan seketika Jo pun nyenyak .


Alexa perlahan membuka matanya, menikmati saat-saat hening di pagi hari , dengan udara pagi yang lembab , sinar mentari yang masih sangat malu -malu , tapi saat akan menggeliat Alexa merasa ada sesuatu yang berat di atas pinggangnya , seiring kesadaran yang semakin sempurna Alexa ingat samar-samar penggalan percakapannya dengan Jo.


......aku di Australia .....


.......kamu tidak bermimpi .......


..........tidurlah.....hari masih gelap .....


dengan perlahan Alexa membalikkan badan ,


seketika dia bertatapan dengan seraut wajah tampan yang dicintainya , yang memandangnya dengan mata mengantuk .


" Good morning sweet heart ." gumam Jo dengan suara yang masih serak


" Hmm nanti aja ceritanya ...!"


" Sorry , kamu pasti masih lelah , tidur lagi aja ."


" Siapa yang butuh tidur ?"


" Terus maunya apa ? "


" Ini ....!" dan Jo seketika mencium Alexa dengan rakus , sudah berminggu-minggu Jo merindukan saat-saat seperti ini .


Di dalam pikiran Alexa sempat ada kepanikan , terbersit pikiran " apa yang sedang ku lakukan ?" namun sementara bibirnya bertautan dengan bibir Jo sungguh sulit untuk berpikir lebih jauh dari menginginkan rasa tubuh Jo di tubuhnya, ingin merasakan kulit Jo di kulitnya.


Jo dalam ketergesaannya ,dia berusaha menahan dirinya , dia tidak ingin lebih jauh dari sekedar melepas rindunya dengan ciuman mesra , dia akan menunggu sampai mereka lebih yakin satu sama lain , namun ketika tangan Alexa membelai dada Jo , naik ke bahunya ,kemudian perlahan turun ke sepanjang lengannya , semua niat baik Jo melayang entah kemana, dia semakin rakus mencium Alexa di segala tempat .


Alexa menghempaskan kepala ke bantal , menarik nafas ,kepalanya menengadah ,bibirnya merekah karena kuatnya sensasi yang menggulungnya kemudian dia menarik kaos Jo , dia tidak mengerti apa yang akan dia lakukan selanjutnya hanya saja saat ini dia tidak bisa membiarkan ada ruang yang memisahkan mereka walau sedikitpun .


Melihat reaksi Alexa , Jo pun tidak lagi menahan dirinya ,dia segera akan memposisikan dirinya di atas Alexa , saat itulah mereka dikejutkan oleh dering tilpon yang berdering melengking di keheningan pagi.


" Sayang ....tilp mu." kata Alexa sambil menatap Jo .


" Abaikan , nanti kalau penting dia akan berusaha menghubungi aku lagi ." jawab Jo sambil kembali memeluk Alexa .


Tapi walaupun sudah diabaikan dering telepon itu tidak berhenti, terus menerus berbunyi, akhirnya Jo pun memisahkan diri dari Alexa , Jo menopangkan tangan di siku hingga wajahnya masih menempel dengan Alexa , kemudian mengangkat tangan dan membelai rambut Alexa " Di selamatkan oleh bell , dont you ?" Jo berkata sambil tetap membelai rambut Alexa dengan mesra .


" Sejujurnya aku merasa tidak di selamatkan ," sebuah pengakuan yang di ucapkan dengan wajah merona , semakin mempertegas kecantikkan Alexa .


Saat mereka sudah mulai bernafas normal kembali , dering tilp sudah berhenti , tapi mereka tidak dapat melanjutkan apa yang mereka mulai saat bangun pagi , mereka berdua berpandangan sambil tersenyum mesra , dengan wajah yang semakin memerah akhirnya Alexa menyembunyikan wajahnya di dalam bantal .


" Ha ha ha ....sayang , tahukah kamu dengan wajah merona dan malu-malu begitu kamu semakin menggemaskan .


" Udah ah , sana tilp balik temanmu !"


Jo pun mengambil Handphone nya dan melihat siapa yang memutuskan meneleponnya di pagi buta .


Seketika Jo terdiam .


" Kenapa.Jo ? siapa yang menelpon ? tanya Alexa .


" Arya ..... ," jawab Jo sambil menatap Alexa .


" Arya .....?"