Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Gundah gulana



Saat waktu semakin beranjak malam , Alexa pun pamit pada Sarah dan Diane yang herannya sekarang malah sudah tidak lagi memaksa Alexa mengikuti gaya mereka , mereka berdua bisa menerima Alexa apa adanya ,kalau Alexa cerita mereka mendengarkan kalau Alexa tidak bercerita mereka pun tidak memaksa .


Dalam perjalanan pulang , Alexa merasa sangat gelisah , dia tahu apa yang akan dihadapinya di rumah, dia tahu Jo pasti sudah menunggunya .


Sesampai di pelataran parkir apartemennya dia melihat mobil sport Jo yang tampak menyolok di antara mobil yang lain .


Setelah termenung lama , akhirnya Alexa pun keluar dari mobil dan berjalan menuju lift , dari sudut matanya dia melihat pintu mobil Jo terbuka , dan tidak lama Jo pun berada di sampingnya , ikut menunggu lift yang akan membawa mereka ke atas .


Keduanya tetap berdiam diri di dalam lift , bersama 1 orang petugas lift.


Setelah sampai di lantai 12, Alexapun berjalan duluan , sesampai di depan kamar , dia membuka pintu sambil berpaling menatap Jo ,


pria tampan yang saat ini tampak sedang berpikir serius.


Jo tidak membalas tatapan Alexa , dia hanya membuat gerakan tak sabar yang mengisyaratkan ....cepat buka pintunya ... .


Alexa pun berjalan masuk ke rumah dan berbalik untuk menyapa Jo ,tetapi belum sempat dia mengucapkan sesuatu , Jo sudah menyergapnya .


Jo memeluk Alexa , dan mencium bibir Alexa dengan setengah tidak sabar , sesaat Jo seperti teringat sesuatu , kemudian dia menempelkan dahinya dengan dahi Alexa.


" Hentikan aku sekarang kalau kamu tidak mau ", kata Jo .


Alexa hanya terdiam , bingung , tahu harus menolak tapi tidak ingin menolak .


" Lex , hentikan aku maka aku akan berhenti ".


" Aku ....... jangan , jangan berhenti ...Jo ."


Tidak ada lagi yang bisa menghentikan aku , pikir Jo , sudah lama aku memendam rindu ini .


Jo pun mencium Alexa habis habisan , dia mulai meletakkan tangan kiri di tengkuk Alexa dan tangan kanan di punggung Alexa , dan menekan punggung Alexa sehingga tidak ada jarak yang tersisa di antara mereka .


Sambil mundur ke arah kamar Alexa , mereka melekat erat tak ada tempat tersisa .


Sambil memeluk erat , Jo tidak membiarkan Alexa lepas dari sergapan bibirnya , dia ingin Alexa merasakan gairah yang sama dengan yang dirasakannya , gairah yang sudah di tahannya berhari-hari yang membuat pangkal pahanya sakit.


Jo mendengar Alexa mengeluarkan suara rintihan rintihan pelan yang sangat sexy .


Jo semakin terbakar , dia semakin menempelkan badan Alexa ke tubuhnya yang sudah membara , kemudian dia mendengar Alexa berkata ,


Dan seketika itupun Jo melepaskan pelukannya , di pegangnya bahu Alexa dan didorongnya mundur perlahan , kemudian dia memandang wajah Alexa yang sedang larut dalam kenikmatan .


Jo melepaskan tangannya dari bahu Alexa dan berjalan menuju kamar mandi .


Alexa mendengar suara air mengalir , dia mulai mengatur nafasnya dan berusaha mengembalikan pikirannya .


Alexa tidak tahu apa yang di lakukannya ,atau apa yang tidak di lakukannya , yang membuat Jo seketika berhenti .


Alexa tidak ingin menunggu Jo keluar dari kamar mandi kemudian melihat wajahnya yang masih sangat bergairah , Alexa sendiri tidak percaya dia bisa merasa begitu nikmat berada di pelukan seorang pria , lebih dari yang selama ini di rasakannya .


Alexa takut jika dia tetap di kamar saat Jo keluar , dia akan memohon Jo untuk kembali memeluknya, karena itu dia berjalan keluar dengan perlahan .


Sesampai di dapur , dia mulai sibuk membuat minuman hangat .


Sesaat kemudian dia mendengar langkah kaki mendekat , sosok pria yang mampu membuatnya sangat bergairah itupun muncul.


Jo , dengan rambut basah habis mandi , menatap Alexa lama, kemudian dia bersandar di meja dapur dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku .


Alexa mendekat dan berhenti beberapa centi di hadapan Jo .


" Aku tidak tahu pasti apa yang menghentikanmu , mungkin kamu merasa aku tidak punya hati atau tiba-tiba kamu merasa jijik karena dengan mudahnya aku membalas ciumanmu ... ," Alexa berkata dengan wajah yang sangat sendu.


Jo berusaha mengendalikan dirinya , tangannya terkepal erat di dalam saku , dia sangat ingin memeluk dan menghapus kesedihan dari wajah Alexa yang semakin cantik dalam kesedihannya , tapi Jo tidak ingin menjadi bayangan orang lain , tidak ingin menjadi bayangan sahabatnya , kalau nanti mereka bercinta itu adalah saat Alexa sadar siapa yang sedang bersama nya dan hanya namanya yang akan keluar dari bibir Alexa.


Saat dia mendengar Alexa memanggil nama Arya , seperti ada yang menendang ulu hatinya karena itu dia mundur , tapi dia tidak akan menyerah , karena dia sudah merasakan gairah Alexa untuknya .


Tidak mungkin ada gairah begitu besar jika tanpa perasaan sayang .


" Bukan karena semua alasan yang kamu sebutkan , hanya .....aku mengerti posisiku , Lex , tapi tidak semua orang bisa menerima bahwa dirinya nomor dua ," ujar Jo sambil tidak tahan untuk tidak menyentuh Alexa , dia membelai sisi wajah ayu Alexa dengan ujung telunjuk jarinya, kemudian dia memerintahkan kakinya untuk beranjak meninggalkan Alexa selagi masih bisa .


Alexa yang kebingungan hanya menatap Jo , yang berjalan meninggalkannya , dia mendengar pintu yang tertutup perlahan .


Alexa berusaha menahan hatinya untuk berlari memanggil Jo, dia hanya menatap pintu yang tertutup .


Sebulir tetes air matapun jatuh di pipinya dan kemudian dia terisak dan bersimpuh di lantai .


Kembali , untuk yang kesekian ratus kalinya di dalam hidupnya , dia sendiri.