Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Blind Date



Pesta Ulang Tahun Sarah .


Sarah mengamati kelompok pria di sudut bar yang sedang bercakap-cakap, selain George yang sudah 6 bulan ini menjadi pacarnya dan William adik George yang juga satu kampus dengannya , 4 orang yang lain dia tidak mengenal mereka .


Tetapi wajah mereka sudah familiar baginya , dia sering melihat saat dia dan George berpapasan di mall ,atau saat mereka menonton bola ( yang sebenarnya bukan hobinya ) , Sarah hanya senang melihat perut six pack , testosteron yang begitu tumpah ruah ada dimana-mana.


Hanya satu wajah yang masih asing baginya .


Saat itu dia melihat George menghampiri pria asing itu .


" Bisa nggak tambahin senyum dikit , jangan kayak orang mau di suruh wajib militer gitu , toh kamu hanya akan menemaninya beberapa jam saja ," kata George.


" Kamu tahu dari dulu aku tidak suka pesta yang liar , apalagi kali ini aku harus menemani gadis asing yang tidak punya pasangan ," jawab teman George sambil mengangkat alis kanannya .


" Kau tidak akan menyesal , aku jamin , dia mungkin tidak ceria , tapi dia baik hati dan tidak akan menyusahkanmu ," kata George berdiplomasi .


Pria asing itu tersenyum miring ,sambil memukul pundak George dia berkata


" Itu terdengar seperti kriteria anjing penjaga yang setia , bukan promosi pasangan blind date ."


Yah , dia tidak akan berharap muluk-muluk dari pasangan kencan gelapnya malam ini , toh dia memang tidak sedang mencari kekasih , dia sedang bingung dengan perasaannya sendiri .


Dia orang yang terkenal menjalani hidup mengalir apa adanya , tapi akhir-akhir ini dia merasakan ada yang berubah di hatinya , dia tidak lagi terlalu santai , dia mulai serius , bahkan dia mulai berdoa ( really ?? ).


Dulu dia merasa sudah cukup banyak yang di milikinya , sebagian besar bisa didapatkannya dengan mudah, sehingga jika dia punya keinginan tidak kesampaian dia akan menerimanya dengan enteng ,toh tidak pernah dia benar-benar sangat menginginkan sesuatu.


Dia bisa merubah haluan dengan seketika


Plan A tidak kena ,ganti plan B , santai .... .


Tapi itu dulu , sekarang tidak lagi , ada yang berubah di hatinya .


Yah ,sudahlah ..., dia akan menunaikan tugasnya membantu George yang diminta pacarnya yang sedang ber ulang tahun untuk mencari pasangan yang bisa menemani sahabat baiknya di pesta ini .


Gadis yang menurut mereka tidak ceria tapi baik hati dan tidak akan menyusahkan dia .


Hmm , pria asing yang tampan itu tersenyum , itu adalah kriteria yang jauh dari cantik ,yang jauh dari memukau , tapi semoga gadis itu tidak terlalu membosankan, biar dia tidak susah menunaikan tugasnya beberapa jam ini .


Menemani gadis cantik dan memukau saja dia tidak merasa susah ___karena tidak ada hati yang di pertaruhkan , hatinya sudah bukan miliknya ___apalagi menemani gadis yang biasa biasa saja , yang datang tepat waktu aja nggak bisa.


*****


Alexa datang naik taxi dan sudah terlambat hampir 1 jam , itu karena dia bimbang karena dia tidak punya gaun pesta yang pantas untuk datang malam ini .


Bukannya dia ingin tampil menarik bahkan sebaliknya dia hanya ingin tampil biasa-biasa saja sedangkan gaun pesta yang dimilikinya adalah gaun yang dibelinya karena ingin terlihat seksi di mata Arya.


Gaun simplicity berwarna ungu muda yang pas badan dan berpayet di bagian dada , dengan tali bahu di satu sisi saja , bagian depan dan belakang berbentuk V , dan panjang persis di atas mata kaki dengan belahan panjang yang memperlihatkan betisnya yang indah .


Tapi karena dia sudah berjanji pada Sarah bahwa dia akan datang , jadi dia tetap mengenakan gaun itu , membiarkan rambutnya tergerai , memakai make up seadanya , kemudian dia memesan taxi .


........


Alexa menghampiri Sarah dan teman-temannya yang segera memperkenalkan mereka , banyak yang terkagum kagum dengan kulit Alexa yang kuning langsat ,mulus dan wajah cantiknya yang menawan dengan aura tenang dan tidak sombong .


Kemudian Sarah menggandeng Alexa dan membawanya berjalan mendekati kelompok pria di pinggir bar , yang jumlahnya sudah semakin bertambah .


Saat Sarah berjalan semakin dekat , beberapa di antara mereka berhenti berbicara dan mulai ber suit an .


" Amazing ....kenapa yang spesial selalu muncul belakangan ya ?"


" Busyet body nya !"


" Wajah yang bisa meluncurkan 1000 kapal ..."


Suara mereka saling tumpang tindih .


Pria asing itu tidak menghiraukannya , bukan karena dia sok jual mahal ,tapi memang dia merasa sepertinya dia sudah mati rasa .


George pun yang sudah sering melihat Alexa ,malam ini mengakui betapa Alexa sangat memukau ,wajah tenang yang amat sangat cantik.


Kemudian George memegang bahu temannya dan berbisik ,


" Pasanganmu sudah datang ,Man ."


dan kemudian membalikkannya menghadap Sarah dan Alexa , kemudian berkata ,


" Kenalkan ....ini teman Sarah .....namanya ........


George tidak melanjutkan kalimatnya karena dia melihat temannya yang tertegun , yah siap yang gak terkesima pikir George, tetapi Alexa pun tertegun .


Mereka berpandangan cukup lama , kemudian keheningan dipecahkan oleh pria itu ,sambil mengulurkan tangannya,


" Alexa ...apa kabar ."


Alexa tidak bisa berkata - kata , dia tidak menyangka akan melihat Jo di Inggris.


Sesaat dia melihat Jo tertegun tapi kemudian dia melihat sinar kemarahan di sana , apa salah dia ? kata hati Alexa.


Tiba- tiba Jo menggandeng tangan Alexa dan membawanya pergi menuju pintu keluar .


" Man .... where are you going ?" teriak George


" I call you, later ," jawab Jo


" Jo ... apaan sih , lepasin tanganku !", kata Alexa sambil menarik tangannya .


Tapi Jo tidak melepaskan tangannya hanya memperlambat langkahnya .


" Jo .... jawab aku dulu , kenapa marah ?"


Jo tidak.menjawab pertanyaan Alexa , dia hanya memandang mata Alexa , memandang seluruh tubuh Alexa , kemudian melanjutkan langkahnya sambil tetap menggandeng tangan Alexa.


Sesampai di samping mobilnya , dia membuka sisi penumpang dan berkata pada Alexa ,


" Masukk ..".


Alexa sambil keheranan dengan sikap Jo , dia masuk dan duduk diam di dalam mobil .


Jo pun masuk ke dalam mobil , duduk diam melihat lurus ke depan selama beberapa saat, kemudian memandang Alexa , kemudian dia meraih tengkuk Alexa sambil berbisik ,


" Lain kali butuh pasangan , tilp aku ." Dan Jo pun mencium Alexa mesra dan lama .


( kok Alexa diam aja , Jangan men-judge dulu ya , ikuti lanjutannya )