
Babak baru dalam hidup Jonatan sudah dimulai, dia merasa matahari bersinar cerah, burung-burung bernyanyi merdu semuanya seakan turut berbahagia bersamanya.
Setelah belasan bulan yang seperti neraka, neraka yang diciptakannya sendiri, kini Jo mendapat kesempatan kedua, kesempatan yang tidak akan disia-siakannya, dia akan melakukan yang terbaik, kali ini tanpa prasangka, tanpa curiga, yang ada k??eterbukaan dan kejujuran.
Dia telah melamar Alexa dengan benar langsung keesokan harinya, dengan banyak bunga mawar, dengan orcestra ternama dan semua di lakukan di taman kota di sore hari yang indah.
Dia memiliki banyak uang hasil keringatnya sendiri, dan dia akan memanjakan Alexa habis-habisan dengan kasih sayangnya dengan perhatiannya dan dengan hartanya.
Dia akan menebus waktu yang telah hilang dan tidak dapat diputar kembali.
Jo mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, kalau dulu dia sangat rajin bekerja karena ingin menghilangkan bayangan Alexandra dari benaknya, kini dia rajin bekerja karena bayangan Alexa memberinya semangat yang luar biasa untuk melakukan apapun yang dia bisa.
Jo teringat percakapannya dengan Alexa saat mereka makan malam setelah Alexa resmi memakai cincin Jo di jari manisnya.
flashback on
"Kamu mau resepsi dimana Lex? Indonesia? Inggris? Paris?" tanya Jo sambil menatap mesra tunangannya.
"Kok Paris?" Alexa terheran-heran mendengar Jo menawarkan mereka menikah di Paris
"Kan kota Cinta Abadi?" jawab Jo dengan suara baritonnya yang sexy.
"Hmm ini resepsi? emang pemberkatannya nggak sekalian?" tanya Alexa yang mulai sadar bahwa tempat yang ditawarkan Jo untuk Alexa pilih hanya untuk resepsi.
Jo memandang Alexa dalam-dalam, kemudian menjawab,"nggak, pemberkatannya aku yang pilih, 3 hari lagi di gereja dekat balai kota, aku sudah minta tolong Montgomery untuk mengurusnya!"
"Tiga hari Jo? beneran?" Alexa sangat amat terkejut, bagaimana dia dapat menyiapkan segalanya, mulai dari baju pengantin dan pernak-pernik nya.
"Kamu hanya tinggal datang saja Lex, semuanya sudah ada yang mengurus, nanti pada saat resepsi baru kamu ambil alih semuanya, mau persiapan panjang sampai 1 tahun kemudian baru kelar, boleh-boleh saja!"
"Tapi itu setelah kita sudah resmi menjadi suami istri, aku tidak mau lagi tidur sendiri setelah 3 hari dari sekarang, itu batas maksimalnya, ok? pembahasan mengenai pemberkatan di tutup!" Jo tersenyum setelah memaparkan rencana super cepatnya untuk meminang Alexa.
"Aku tidak bisa cuti Jo, sekretaris yang ku gantikan masih belum masuk." Alexa berusaha menjelaskan.
"Kamu sudah dapat cuti Lex, mulai besok sampai 1 minggu mendatang, selesai bulan madu baru kamu bekerja kembali."
"Whatt? kamu ancam apa sampai dia mau melepaskan aku?"
"Aku bilang dia hanya punya 2 pilihan, melepaskan kamu untuk bulan madu, atau aku akan melepaskan sahamku, karena dia pengusaha yang cerdas, dia mengijinkanmu untuk berbulan madu!"
flashback off
Itu sudah berlalu 2 hari yang lalu, berarti besok mereka akan resmi menjadi suami istri, olala Jo sangat bergairah hanya membayangkan Alexa akan resmi menjadi istrinya, miliknya.
Dia akan berjuang menghapus semua kenangan Alexa saat bersama Arya, harus hanya dia yang ada di benak Alexa.
Dia bisa membayangkan hari-hari yang akan dilaluinya bersama Alexa, walaupun tanpa anak-anak, baginya asal Alexa bahagia dia pun akan bahagia.
*****
Alexa sibuk banget mencari gaun pengantin putih yang sesuai dengan keinginannya, belu sepatu, tiara dll.
Dia tidak menyangka Jo ingin menikah secepat ini, bahkan Jo besok akan mengajak Alexa untuk melihat rumah-rumah di tengah kota yang sedang ditawarkan.
Pasti mahal harganya, tapi kata Jo terserah Alexa, langit adalah batasnya, wow serasa dimanjain bangetttt.
Yang masih membuat Alexa ragu adalah dia belum memberitahu Jo bahwa dia belum berpengalaman, Jo sering mengisyaratkan bahwa dia dan Arya sudah lama berpacaran jadi pasti sudah sering bercinta.
Semakin mendekati waktunya, Alexa semakin tidak tahu harus berbuat apa, kayaknya mending diam aja deh.
Alexa meneruskan berbelanja, kemudian ketika selesai dia pulang untuk menaruh barang-barang nya dan meluncur menuju rumah makan yang ditunjuk Jo, untuk makan siang bersama.
Tidak berapa lama Alexa sampai, dan nampaklah mobil Jo sudah ada di parkiran.
Setelah mengunci pintu, Alexa buru-buru masuk tetapi kata petugas yang jaga, hari ini tutup.
"Lho pak, tolong bilang manajermu saya tunangan Mr Jonathan, tanyakan ada kesalahan apa?"
Tidak berapa lama, petugas tadi kembali lagi, dengan kepala menunduk dan membawa sesuatu di tangannya.
kemudian di belakangnya berjalan seorang pria yang nampak seperti seorang manajer.
"Maaf bu, restoran kami tutup hari ini."
"Tapi tidak mungkin tunangan saya salah memberikan alamat rumah makan ini pak, please cek ulang."
"Atau ibu mau bertemu dengan manajer kami?"
"Tunggu, itu mobil tunangan saya ada di area parkir, apa ada kantor lain di gedung ini?"
"Tidak ada bu, begini saja ibu ikut kami, biar masalah ini segera bisa di clear kan, mari!"
Daripada tidak selesai-selesai akhirnya Alexa ikut aja kemana karyawan itu menuntunnya.
Mungkin Pierce memang ada urusan di kompleks perkantoran ini sehingga dia salah memberikan alamat.
Setelah sampai di depan sebuah pintu, si Manajer berhenti, dan mempersilahkan Alexa untuk masuk sendiri.
"Mari silahkan masuk bu, sudah ditunggu." dan karyawan itupun berlalu dari hadapan Alexa.
Dengan perlaham Alexa membuka pintu, yang nampaknya gelap dan luas, tiba tiba terdengar ketukan: tuk....tuk....tuk dan seketika lampu menyala terang bersamaan dengan dentingan piano dan mengalunlah lagu klasik Shania Twein "From This Moment".
Dan yang paling memukau adalah sesosok pria tampan yang__ berdiri di sisi lain dari tempat Alexa berdiri__membawa buket bunga mawar merah yang besar dan indah.
Akhirnya mereka berjalan masing-masing menuju satu sama lain, tanpa melepaskan pandangan matanya, mereka bertemu dan Jo mengangkat mesra jantung hatinya, setelah berputar-putar kemudian Jo menurunkan Alexa, menciumnya dengan lapar dan lama.
Saat mereka memisahkan diri, mereka nyaris kehabisan napas.
Betapa mereka sangat bersyukur akhirnya bisa bersatu, tinggal selangkah lagi.
Setelah melepaskan pelukan, Jo menggandeng tunangannya yang cantik menuju meja mereka, yang sudah di tata dengan sangat indah.
"Ini perayaan apa sayang?" tanya Alexa
Jo sangat amat senang mendengar kalimat Alexa, karena Alexa memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Ini early wedding sayang, hanya kita berdua tanpa ada kebisingan dan kerumunan orang banyak, hanya kita berdua, selamat menyongsong hari besar yang akan mengikat kita berdua dalam cinta."
"Aku tidak menjanjikan kita selalu menjalani hidup yang indah, tapi aku menjanjikan akan selalu ada disisimu, selama kau berkenan."
Dengan ruangan penuh bunga, diiringi denting piano, Alexa merasa melayang dan menangislah dia di pelukan kekasihnya.