Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Jangan berpaling dariku



Jo tidak bisa langsung tertidur dia hanya duduk termenung , belum pernah dia segelisah ini menanti waktu yang bergulir, terasa sangat pelan , dia ingin pagi segera datang agar dia bisa melihat Alexa tapi pada saat yang sama dia ingin waktu berhenti agar Alexa jangan pergi .


Jo berdiri memandang hujan yang seakan merayakan kesedihannya , semakin deras hujan turun semakin Jo ingin menerobos pintu kamar Alexa , keinginan untuk bersama Alexa sungguh amat kuat , tapi dia sudah terlanjur berjanji , maka dia bertahan di luar .


Tiba- tiba pintu kamar Alexa terbuka ,Jo terpana menatap Alexa yang berjalan menuju sofa ,dengan pelan meletakkan bantal dan selimut , kemudian berbalik menuju arah dia datang , tapi Jo menghadang langkahnya .


" Tatap aku Lex ," ujar Jo sambil memegang kedua tangan Alexa , menyatukannya kemudian membawa tangan itu ke bibirnya , mengecupnya , seakan dia ingin Alexa merasakan hatinya yang merana .


Pelan - pelan Alexa mengangkat wajahnya dan kemudian matanya memandang Jo , Jo merasa hatinya tersayat melihat sinar mata Alexa .


Tidak ada pandangan mencela ,


Tidak ada sinar mata menyalahkan ,


Tidak ada sinar mata membenci ,


yang ada hanya kesedihan yang teramat sangat dalam , sisanya kekosongan .


Jo pun tidak bisa menahan diri lagi , dia mengendong Alexa dan membawanya ke kamar kemudian membaringkan Alexa dan memeluknya erat-erat.


Alexa menangis tanpa suara , hanya air mata yang terus menerus mengalir .


Tadi untuk pertamakalinya dia menatap Jo sejak dia pulang dari apartemen Jo , dan dia melihat hanya ada penyesalan dan rasa cinta yang dalam tercermin di wajah Jo tanpa raut kemenangan atau ketidaksabaran maka hatinyapun luluh.


Alexa dapat merasakan dalamnya perasaan Jo melalui pelukan , dia dapat merasakan gairah Jo yang semakin membengkak mendesak di belakangnya .


" Abaikan Lex , aku tidak bisa menahannya tapi aku tidak akan melakukan apapun yang kamu tidak mau , aku hanya ingin memelukmu , tidurlah sayang ".


Sambil memeluk tubuh lembut Alexa , Jo berdialog dengan diri sendiri __aku tahu sekarang hidupku tidak akan sama lagi tanpa kau dalam pelukanku , jangan pergi dariku Lex , katakan apa yang harus aku lakukan , aku mencintaimu __


Jo tidak bisa segera tertidur , sambil menghirup harum rambut Alexa dia berusaha menghitung mundur untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit di pangkal pahanya yang semakin membengkak karena gairah .


Jo merasakan nafas Alexa mulai teratur , Alexa tertidur nyenyak dalam pelukannya , dia bahagia ..sangat bahagia bisa merasakan lembutnya kulit Alexa , wangi tubuhnya , halus rambut Alexa di pipinya , dia ingin membekukan waktu .


Jo sesaat berpikir untuk menghubungi Arya di Australia , bukan karena dia tidak percaya Alexa , tapi karena dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya , dia pria , dia akan menerima risiko dari apa yang di perbuatnya , dia sudah mengambil apa yang menjadi milik sahabatnya , apapun akan diterimanya , segala derita akan ditanggungnya asal Alexa tetap di sisinya , menemaninya menjalani hari-hari yang panjang membentang.


Sekarang dia tahu , apa yang di rasakannya pasti sama dengan yang Alexa rasakan karena itu betapa Alexa sangat kecewa dan sedih saat dia mengumpamakan dirinya kekasih bayangan , padahal cinta mereka begitu kuat begitu nyata.


Kembali Jo berdialog dengan diri sendiri__


Besok kita harus duduk bersama dan membahas hal ini sampai tidak ada lagi ganjalan di antara kita Lex , kemudian kalau kamu harus pergi ke Australia , aku akan menemanimu tapi jika kamu tidak setuju tidak apa-apa, aku akan menunggumu di sini , aku percaya cinta kita akan membuat kita mampu bertahan dan melewati semua ini __


Setelah menghibur hati dan mengambil keputusan , Jo menempelkan pipinya di pipi Alexa dan berkata " Aku sangat amat mencintaimu ." Kemudian Jo pun mulai tertidur .