Miss You, Ndut

Miss You, Ndut
Akhirnya Terurai



Jo mematikan ponsel Alexa bersamaan dengan itu Alexa segera berdiri dan duduk di kursi lain.


"Kamu tidak bisa seenaknya kembali , tiba-tiba muncul kemudian mengklaim kita masih memiliki hubungan, seakan-akan tidak pernah ada terjadi sesuatu diantara kita , Jo ... sejak kau pergi tanpa pesan banyak yang sudah berubah !" kata Alexa .


" Memang banyak hal yang harus kita luruskan, harus kita bicarakan dan semuanya harus selesai malam ini, kita clearkan semuanya , Lex tapi pertama aku ingin tahu dimana Ar... suamimu ? "


" Selama hidupku aku belum pernah menampar orang lain , jangan provokasi aku sampai aku harus melakukannya 3x dalam semalam Jo , apa maksudmu bertanya tentang suamiku ? "


" Aku sudah bilang Lex , secepat mungkin kamu bercerai kemudian kita menikah , dan itu berarti aku harus bertemu suamimu kan ?"


"Menurutmu siapa nama suamiku ?"


" Lex ...."


" Jawab Jo ?"


" Arya kan ?"


" Darimana kamu memutuskan hal itu ?"


" Dari undangan yang kalian kirim ke aku !"


" Undangan ???"


" Undangan....Invitation warna kuning muda ," Jo melihat kebingungan di mata Alexa kemudian dia terdiam .


" Trus kamu nggak datang kan , kenapa ?"


" Aku ada final negotiation di Turki Lex ."


" Kenapa kamu tidak kirim pesan ke aku kalau kamu gak bisa datang ?"


" Aku kirim pesan ke Arya !"


" Tapi __," belum selesai Alexa berbicara Jo sudah menyela ,


" Cukup Lex , aku tidak mau kita bahas yang sudah lewat, aku sangat mencintaimu aku hanya akan menjelaskan satu hal , satu kesalahanku karena pergi tanpa pesan , aku tidak sanggup melihatmu dengan Arya , Lex ...karena itu aku pergi ."


" Kapan kamu bertemu Arya ?"


" Pagi hari, hari yang sama saat aku pergi darimu Lex ."


" Setelah semalaman kamu memelukku dalam tidurmu seakan-akan tidak ingin melepaskanku , kemudian seketika sikapmu berubah total , kamu sudah pergi saat aku selesai mandi ." Alexa mengenang hari dimana semua penderitaannya berawal .


" Apa yang terjadi Jo ?"


" Itu sudah tidak penting lagi Lex ."


" Itu sangat penting Jo , aku ingin tahu apa yang tidak kelihatan yang demikian hebatnya sampai bisa memisahkan kita Jo !"


" Aku hanya ingin kamu bahagia Lex , karena itu aku pergi ."


" Jangan ucapkan omong kosong Jo, dulu aku sangat bahagia bersamamu !"


" Dulu ???" Jo mengulang kalimat Alexa dengan wajah pias.


" Yah , dulu kita sangat bahagia sampai kamu melakukan aksi menghilangmu yang luar biasa sukses , kenapa Jo ?"


" Aku sudah berjanji padamu Lex , dan aku menepati janjiku ."


" Mari kita mundur sebentar , janji mana maksudmu Jo ?"


" Janjiku padamu , aku tidak akan memaksamu untuk memilih Lex , kamu tinggal kirim isyarat dan aku akan pergi ."


" Dan isyarat apa yang aku kirim ?"


" Kamu masih menyimpan .... hadiah ... dari dia ."


" Hadiah ???" Alexa teringat peristiwa pagi itu saat Jo meledek baju tidurnya yang seksi dan dia menjawab " ini hadiah ".


"Jo , dengan kecerdasanmu kamu bisa membangun bisnismu , tapi kenapa masalah sepele bisa membuat kamu melakukan hal yang sangat konyol ? kamu menyebabkan kita berdua menderita berbulan-bulan hanya karena aku bilang baju ini hadiah ? , please Jo !"


" Bukan sepele kalau kamu membawa hadiah itu terbang ribuan kilometer Lex , aku menangkap itu sebagai isyarat kamu masih tidak bisa meninggalkannya ." Jo tidak ingin membela diri tapi dia ingin Alexa memahami pergulatan hatinya saat itu.


" Banyak orang yang tanpa sengaja memakai pemberian kekasihnya tapi itu tidak berarti mereka akan kembali bersama Jo !"


" Tapi Arya bilang dia menyesal pernah memgabaikanmu dan mengharapkan kalian kembali bersama Lex ."


" Arya ??" Alexa berseru keheranan.


" Ya ... Arya ...." jawab Jo


" Kapan Arya mengatakan hal itu padamu ???"


" Di hari yang sama aku memutuskan mundur ."


" Arya menelponku Lex , dia ingin curhat tapi kemudian aku mendengar dia berkata kepadamu menyuruhmu jangan berteriak , aku tutup ponselku, dan terbang ke Australia ."


" Aku mengira kau datang karena rindu padaku ." kata Alexa sendu.


" Ini lebih dari sekedar rindu Lex , aku yang seharusnya berhadapan dengan dia ..bukan kamu Lex , akulah orang ke 3 diantara kalian ."


Jo tidak menyesal menjadi orang ke 3, dia tulus mencintai Alexa , kalaupun waktu diputar ulang dia akan tetap memilih jalan yang sama.


" Tidak perduli berapa jarak yang harus kutempuh , aku ingin selalu ada untukmu saat kamu membutuhkan aku Lex ."


" Tapi kamu selalu mengambil keputusan sepihak Jo, tanpa cross chek, tanpa konfirmasi."


" Ku akui jika menyangkut dirimu nalarku tidak berfungsi dengan baik Lex ."


" Jadi kamu memutuskan kepergianmu akan menolong kami berdua, dengan begitu kami akan bersama ? apa yang berbeda kali ini Jo ?"


" Kali ini aku tidak akan mundur Lex ," kata Jo perlahan dan mantap seolah sedang berjanji terhadap diri sendiri.


" Sorry kalau mengecewakanmu Jo, kali ini aku yang pergi ."


" Tidak Lex , aku tidak akan membiarkanmu pergi ! kata Sam kamu sudah 5 bulan bekerja dengannya berarti kamu menikah hanya sebentar saja , karena kalian tidak bahagia bukan ?"


Alexa hanya diam menerawang memandang lukisan camar terbang di atas lautan.


" Aku menikmati pekerjaanku , kesendirianku , hidupku , mungkin memang ini warna hidupku Jo ," suara Alexa semakin lirih.


" Nggak Lex , kau tidak bahagia karena kau bukan miliknya ... kamu tercipta untukku , kau milikku , aku tidak akan membiarkan kita terpisah lagi " Jo seketika berdiri dan merengkuh Alexa , memeluknya seakan ingin menghancurkan masalah yang menghalangi mereka .


Alexa berdiam diri , dia merasa badannya sangat lelah , dimulai dari kemaren hingga hari ini , banyak peristiwa yang membebani hatinya .


" Dulu Arya membuatku percaya aku bisa kembali bahagia , kemudian kamu datang dan aku yakin aku berhak bahagia .. bersamamu aku pasti bahagia .. tapi lihatlah apa yang terjadi ..., aku sudah lelah Jo !"


" Kalau dahulu cintamu tidak cukup kuat untuk tetap tinggal apa yang ku harapkan saat ini Jo ?"


" Kamu salah Lex aku mampu pergi darimu justru karena kekuatan cintaku , aku hanya ingin kamu bahagia ..dengan atau tanpa aku Lex , tapi itu dulu , hari ini semuanya berubah !"


" Ada apa dengan hari ini ?" Alexa kembali heran dengan penjelasan Jo .


" Hari ini aku melihat emosimu meledak Lex , kamu marah ..murka.. dan itu menunjukkan dalamnya perasaanmu padaku , jadi terimalah Lex ,mulai hari ini tempatmu disisiku , aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi ."


Jo semakin merapatkan pelukannya , dia menunduk dan menyusupkan kepalanya di leher Alexa .


" Please sayang , beri aku kesempatan , aku tidak ingin berada di neraka itu lagi , saat aku harus hidup tanpamu Lex ."


" Kau akan berbahagia dengan gadis lain dengan masa lalu yang tidak rumit Jo , yakinlah ."


" Aku tidak menginginkan gadis lain Lex , aku tidak bisa bersama siapapun sejak kita berpisah , tidak pernah bisa Lex ."


Alexa mendengarkan perkataan Jo sambil tetap berada dalam rengkuhan satu-satunya pria yang dirindukannya


" Aku tidak bisa hidup normal tanpamu bahkan sampai hari ini , aku tidak bisa berkencan dengan siapapun , karena mereka bukan kamu Lex , beri aku kesempatan sekali lagi ."


" Dulu setiap malam aku memimpikan saat ini tiba , saat aku kembali berada dalam pelukanmu tapi selalu aku bangun dan masih tetap tidak tahu dimana aku dapat menemukanmu ." Alexa bergumam seolah sedang bercakap dengan dirinya sendiri.


" Sangat sulit bagiku pergi meninggalkanmu Lex , aku sampai harus menunggu 4 jam di bandara karena aku tidak yakin sanggup meninggalkanmu kalau sampai kita bertemu ."


" Seringkali tanpa sadar aku sudah berada di depan apartemenmu dan kemudian berharap dapat melihatmu untuk mengobati rinduku ." kata Jo dengan suara serak.


"Yang paling membuatku menderita adalah malam-malam saat aku membayangkan kau bersama dia bukan aku !"


kata Jo sambil menyusupkan wajahnya semakin dalam .


" Masih ada satu hal yang menjadi tanda tanya di hatiku Jo ?" kali ini Alexa bertanya dengan lembut seperti Alexa yang Jo kenal .


" Tanyakan sayang, kita selesaikan semuanya malam ini ."


" Saat kita nyaris bercinta , kenapa tiba-tiba kau .... berhenti ?"


" Sweetheart ... ." Jo tidak meneruskan perkataannya .


Alexa heran melihat ada rasa panik di mata Jo tapi bercampur dengan rasa cinta dan keinginan untuk melindungi.


" Oke aku ulang , kau bukan sekedar berhenti Jo , tapi dari panas membara seketika berubah sedingin es , why ?"


Jo merasa tidak mungkin dia bilang kalau dia berhenti karena Alexa menyebut nama Arya .


tapi apa yang harus dikatakannya ?


Biarlah dia saja yg tahu , dia akan berusaha mencintai Alexa hingga Alexa dapat melupakan saat-saat bersama Arya.


Dia akan terus berusaha hingga namanya yang akan keluar dari bibir Alexa .


Mungkin dia bukan pria yang pertama bagi Alexa , tapi dia akan memastikan dialah pria terakhir yang menemani Alexa menyongsong masa depan bersama.