
*dikantor*
"haihhh tau begini aku kekampus saja " menyenderkan badan nya dikursi.Lean memejamkan mata karna lelah.dia tak mengira bekerja diperusahaan bisa begitu rumit dan melelahkan.
tokk..tok..
Lean membuka mata saat mendengar ketukan pintu. " masuk!!" berusaha bersikap normal.
deny memasuki ruangan, menghampiri meja Lean " maaf pak. saya membawa dokumen yang harus anda tanda tangani dan mulai besok paman anda akan bekerja diperusahaan sebagai wakil direktur pemasaran " ucap deny dengan serius.
" baik . wah kakek ternyata cepat juga ya mengambil tindakan!" menyeringai
deny meletakkan beberapa dokumen ke atas meja. " kalau bapak perlu sesuatu bisa panggil saya .saya undur diri !" berbalik meninggalkan ruangan Lean.
"kita liat sampai mana tua bangka itu berulah" membalikkan kursi menghadap jendela dan tersenyum penuh makna.
*dikampus.*
Olivia dan Oliver sampai dikampus.tak disangka Elisa juga sudah berada di kelas.duduk dengan serius membaca buku.
"kak, kamu pindah ke belakang aja! aku ingin duduk disamping Elisa " pinta Via
"terserah " dingin.Oliver berjalan ke bangku belakang tanpa penolakan.
"hai Elisa" tiba-tiba duduk disamping Elisa. membuat Elisa kaget.
"iya hai " tersenyum ramah.
" loh kamu duduk disini ?" bingung karna biasa nya Oliver yang duduk disampingnya.
" oh kakak. aku suruh tukar bangku denganku " tersenyum imut.
" kamu imut ya! nggak kayak kakakmu " mencubit pipi Via karna gemas.
" aduhh sakit tau! " mengelus elus pipi nya.
"hehehe maaf . kamu sih imut banget" tersenyum anggun.
"oh ya rumah kamu dimana sih? ntar kapan-kapan kan kita bisa belajar bareng " pinta Via.
"rumahku cuma beda 1 rumah denganmu kok "
" wahhhhhh " berbinar binar
" Via yok sarapan bareng kita !" sekelompok laki-laki murid baru dari kelas lain menghampiri Via yang sedang mengobrol.
"ckk.. kalian siapa? jangan sok kenal deh !" ketus.
" ayolah cantik ntar kita-kita yang traktir " tersenyum mesum.
"ayolah " memaksa dan menarik tangan Via
" jangan gitu dong! kan Via udah bilang nggak mau !" berusaha menolong Via.
semua siswa hanya diam tak bergeming dan tiba-tiba.
BRAKKKK..
Oliver menggebrak meja dan menghampiri sang adik.dengan sigap ia memegang tangan laki-laki tersebut..
grooooo...
hawa penuh amarah yang meledak ledak terpancar jelas di wajah Oliver.
" eh loe siapa! jangan ikut campur !" sombong dan sok jagoan .
"lepaskan tanganmu dari adikku " dingin.berusaha menahan agar tidak memukul orang.
"kalau gue bilang nggak mau! emang loe mau apa ?" dengan nada tinggi.
bukkk..
Lean memukul perut laki-laki tersebut hingga tersungkur ke lantai.
" ckkk sial kenapa kalian diam saja! cepat hajar dia !" memerintah kawan-kawan nya.
"baik bos!" mengepal tangan nya.
" cih berlagak jadi orang. mau jadi pahlawan kesiangan loe " maki salah seorang dari mereka.
dan bukkk...bukk..bukk...
beberapa menit kemudian mereka terkapar tak berdaya.
" ckk liat aja loe nanti gua bakal bikin loe ngerasain apa yang gue rasain " berusaha bangun dan pergi.
Elisa terbengong melihat aksi Oliver yang bah pahlawan super." hei Elisa ngapain kamu bengong?" melambaikan tangan di depan mata Elisa.
" eh nggak kok. oh iya kamu nggak sakit kan ?" kawatir.
" nggak kok.. tenang ajA kalau ada kakak ku, aku nggak bakal terluka " membanggakan Oliver.
tanpa berbicara sepatah kata pun . Oliver kembali ke bangku nya.
beberapa siswa berbisik takjub melihat aksi Oliver. pesona nya benar-benar semakin meningkat dan membuat para murit perempuan semskin tergila gila