
" maaf pak saya.."
BRUKK
Anas jatuh pingsan. marcel dengan segera membawa nya ke dokter.
" bagaimana keadaan istri saya dok ?" panik
" istri bapak nggak kenapa-kenapa cuma butuh istirahat dan ini biasa terjadi di awal masa kehamilan . jadi bapak harus lebih memperhatikan istri bapak "
" hamil dok " berbinar-binar
" iya . selamat ya pak " menyalami marcel lalu pergi
" astaga ! aku akan jadi ayahhh " bahagia luar biasa
marcel langsung masuk menemui Anas.
" sayang,kamu sudah sadar "
" hmmm " dingin
" sayang jangan gitu dong . jangan marah terus! ok aku minta maaf tapi kan ini terjadi juga gara-gara kamu " menunduk bersalah
" telfonin ibu ! aku mau pulang sama ibu . dan jangan dekati aku ! badanmu sangat bau bikin aku mual " ketus
" masa sih aku bau " mengendus endus badannya
" nggak bau kok sayang. ini wangi coba cium deh " mendekatkan diri nya ke anas
" huekk.. jangan dekati saya badanmu sangat bau " menutup hidung nya
" yaudah deh, aku telfon ibu dulu " sedih
Marcel menghubungi dessy dan memberitahu jika anas masuk rumah sakit.belum selesai menjelaskan dessy sudah menutup telfon nya.
selang beberapa lama dessy dan Tian datang bersama kerumah sakit .
" adek gue loe apain hah " marah
" anas kenapa nak?" kawatir
"tenang kak, ibu . anas gakpapa ! anas hamil " bahagia
" benarkah! dimana anas sekarang " dessy
" didalam bu. dia sedang istirahat "
dessy dan tian bergegas masuk je dalam menemui anas.
" dek gimana ? apa yang kamu rasain ?" kawatir
"aku gakpapa kak! dan tolong suruh dia keluar kak aku nek liatnya " memegangi perutnya karna mual
" sabar ya nak marcel. ini biasa terjadi saat kehamilan .jangan dimasukkan ke hati ya" menyemangati marcel
"iya bu.marcel ngerti kok" berjalan keluar
" anas. kamu nggak boleh gitu sama suami sendiri " menasehati
" badan nya bau banget buk, anas nggak tahan "
" yasudah mari pulang! kasian kaka iparmu sendiri dirumah "
mereka menuju rumah sedangkan marcel hanya bisa sabar merenungi nasib
*sesampainya dirumah *
anas diantar masuk ke dalam kamarnya.
sherin yang melihat anas sudah pulang langsung menghampirinya.
"kamu nggak papa kan dek? bagaimana keadaanmu sekarang ?" kawatir
" aku nggak papa kok kak" tersenyum
" iya, anas nggak papa sayang. dia cuma kelelahan karna sebentar lagi dia akan jadi seorang ibu " jelas tian
" wah !! selamat ya dek . terus apa suami mu sudah tau kalau kamu hamil ?"
anas hanya diam tak mau menjawab jika itu berhubungan dengan marcel.
" hemm, marcel sudah tau nak . sekarang dia sibuk dikantor, nanti juga dia akan pulang tepat waktu " sahut dessy
" baguslah kalau begitu. kamu istirahatlah ! jika butuh sesuatu bisa panggil aku atau mama ya " perhatian
"betul kata syifa, kamu harus banyak istirahat! ibu akan buatkan sesuatu yang segar untukmu " berjalan menuju dapur
" kami tinggal ya dek " tian
" iya kak "
tian dan syifa kembali ke kamar mereka.
" sayang, sebaiknya jangan singgung soal marcel didepan anas " memperingati syifa
" loh emang kenapa nggak boleh mas?"bingung
" sekarang anas lagi sensitif banget soal marcel. kamu kan ngerasain sendiri gimana kalau mood mu lagi jelek "
"iya sih mas " tertunduk
"oh iya mas, tadi aku bisa rasain anak kita gerak-gerak tau " bahagia
" benarkah , coba aku dengar " menempelkan kuping nya diperut syifa
"nggak kedengeran apa-apa tu sayang ?" bingung
" ya kan gerakan nya masih halus. sebentar lagi juga akan semakin terasa dengan bertambahnya usia kandunganku " tersenyum
" ya. semoga kamu dan bayi kita sehat selalu " memeluk syifa
" aaminn. mas aku kangen mama papa ku, kapan ya mereka kembali dari bali ?" rindu
" paling juga sebentar lagi, kamu sabar aja.mereka disana juga kan lagi bantuin om kamu buat ngurusin pernikahan kakak sepupu kamu "
"aku tahu kok tapi kan aku rindu sangat dengan mereka" sedih
" gimana kalau video call aja " mengeluarkan ponselnya
" bagus, capat cepat telfon papa" gembira
"sebentar" mencari kontak vino
tutt..tuttt