LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 61



" maaf pak saya.."


BRUKK


Anas jatuh pingsan. marcel dengan segera membawa nya ke dokter.


" bagaimana keadaan istri saya dok ?" panik


" istri bapak nggak kenapa-kenapa cuma butuh istirahat dan ini biasa terjadi di awal masa kehamilan . jadi bapak harus lebih memperhatikan istri bapak "


" hamil dok " berbinar-binar


" iya . selamat ya pak " menyalami marcel lalu pergi


" astaga ! aku akan jadi ayahhh " bahagia luar biasa


marcel langsung masuk menemui Anas.


" sayang,kamu sudah sadar "


" hmmm " dingin


" sayang jangan gitu dong . jangan marah terus! ok aku minta maaf tapi kan ini terjadi juga gara-gara kamu " menunduk bersalah


" telfonin ibu ! aku mau pulang sama ibu . dan jangan dekati aku ! badanmu sangat bau bikin aku mual " ketus


" masa sih aku bau " mengendus endus badannya


" nggak bau kok sayang. ini wangi coba cium deh " mendekatkan diri nya ke anas


" huekk.. jangan dekati saya badanmu sangat bau " menutup hidung nya


" yaudah deh, aku telfon ibu dulu " sedih


Marcel menghubungi dessy dan memberitahu jika anas masuk rumah sakit.belum selesai menjelaskan dessy sudah menutup telfon nya.


selang beberapa lama dessy dan Tian datang bersama kerumah sakit .


" adek gue loe apain hah " marah


" anas kenapa nak?" kawatir


"tenang kak, ibu . anas gakpapa ! anas hamil " bahagia


" benarkah! dimana anas sekarang " dessy


" didalam bu. dia sedang istirahat "


dessy dan tian bergegas masuk je dalam menemui anas.


" dek gimana ? apa yang kamu rasain ?" kawatir


"aku gakpapa kak! dan tolong suruh dia keluar kak aku nek liatnya " memegangi perutnya karna mual


" sabar ya nak marcel. ini biasa terjadi saat kehamilan .jangan dimasukkan ke hati ya" menyemangati marcel


"iya bu.marcel ngerti kok" berjalan keluar


" anas. kamu nggak boleh gitu sama suami sendiri " menasehati


" badan nya bau banget buk, anas nggak tahan "


" yasudah mari pulang! kasian kaka iparmu sendiri dirumah "


mereka menuju rumah sedangkan marcel hanya bisa sabar merenungi nasib


*sesampainya dirumah *


anas diantar masuk ke dalam kamarnya.


sherin yang melihat anas sudah pulang langsung menghampirinya.


"kamu nggak papa kan dek? bagaimana keadaanmu sekarang ?" kawatir


" aku nggak papa kok kak" tersenyum


" iya, anas nggak papa sayang. dia cuma kelelahan karna sebentar lagi dia akan jadi seorang ibu " jelas tian


" wah !! selamat ya dek . terus apa suami mu sudah tau kalau kamu hamil ?"


anas hanya diam tak mau menjawab jika itu berhubungan dengan marcel.


" hemm, marcel sudah tau nak . sekarang dia sibuk dikantor, nanti juga dia akan pulang tepat waktu " sahut dessy


" baguslah kalau begitu. kamu istirahatlah ! jika butuh sesuatu bisa panggil aku atau mama ya " perhatian


"betul kata syifa, kamu harus banyak istirahat! ibu akan buatkan sesuatu yang segar untukmu " berjalan menuju dapur


" kami tinggal ya dek " tian


" iya kak "


tian dan syifa kembali ke kamar mereka.


" sayang, sebaiknya jangan singgung soal marcel didepan anas " memperingati syifa


" loh emang kenapa nggak boleh mas?"bingung


" sekarang anas lagi sensitif banget soal marcel. kamu kan ngerasain sendiri gimana kalau mood mu lagi jelek "


"iya sih mas " tertunduk


"oh iya mas, tadi aku bisa rasain anak kita gerak-gerak tau " bahagia


" benarkah , coba aku dengar " menempelkan kuping nya diperut syifa


"nggak kedengeran apa-apa tu sayang ?" bingung


" ya kan gerakan nya masih halus. sebentar lagi juga akan semakin terasa dengan bertambahnya usia kandunganku " tersenyum


" ya. semoga kamu dan bayi kita sehat selalu " memeluk syifa


" aaminn. mas aku kangen mama papa ku, kapan ya mereka kembali dari bali ?" rindu


" paling juga sebentar lagi, kamu sabar aja.mereka disana juga kan lagi bantuin om kamu buat ngurusin pernikahan kakak sepupu kamu "


"aku tahu kok tapi kan aku rindu sangat dengan mereka" sedih


" gimana kalau video call aja " mengeluarkan ponselnya


" bagus, capat cepat telfon papa" gembira


"sebentar" mencari kontak vino


tutt..tuttt