
"oh iya, mama hampir lupa! ayo lekas berangkat"
semua orang masuk ke mobil.barang bawaan dessy juga sudah tian masukkan bagasi .setelaah itu mereka menuju ke bandara.
*1 jam berlalu *
akhirnya mereka sampai dibandara.dessy sudah selesa melakukan chek-in tiket pesawat.
"hati-hati ya ma!" peluk syifa
" iya,kamu juga hati-hati dirumah ya !" melepas pelukan syifa
"bu! jangan lama-lama ya,nanti anas kangen." peluk anas sambil menangis.
"aduh jangan cengeng begini sayang. ibu kan cuma seminggu dibali" melepas pelukan anas
"hati-hati ma"tian
"hati-hati ya bu" marcel
" iya,kalian yang akur ya! jaga istri kalian jangan sampe teledor " serius
" iya baik ma,bu !" serentak tian dan marcel
setelah berpamitan dessy langsung masuk kebandara.sedangkan yang lain memutuskan untuk kembali pulang.
sesampai nya dirumah tian.tian dan syifa memilih untuk istirahat .sedangkan anas tertidur karna terlalu banyak menangis.marcel membawa nya langsung pulang kerumah nya.
sampai dirumah,marcel menggendong anas ke dalam kamar dan membaringkannya ke tempat tidur dengan hati-hati.
"kalau tidur gini, imut banget sih !" gemes
" mumpung dia tidur,sebaiknya aku masak untuk makan siang deh " pergi ke dapur
didapur ,marcel sibuk memotong-motong sayur dan buah.setelah sekian lama sibuk didapur akhirnya marcel selesai memasak.
"ting..tong "suara bel pintu berbunyi
dengan segera marcel membukakan pintu.
"cari siapa ya?"
"maaf tuan,saya ditugaskan oleh tuan dores untuk menjadi ARt disini " ucap perempuan paruh baya.
" oh kamu mbk sani ya!"
" iya tuan " ramah
" mari masuk! aku akan menunjukan kamar mu " mengarahkan ke kamar disamping dapur .mbk sani mengikuti arah yang diarahkan oleh marcel.
"nah ini kamar mbak sani. moga betah ya " tersenyum
"wah kamarnya nyaman banget tuan " terheran-heran.
"iya. yasudah sekarang anda istirahat dulu! nanti akan saya kenalkan pada istri saya "
"baik tuan "
marcel meninggalkan kamar mbak sani dan melanjutkan untuk menata makanan yang telah ia buat tadi.
dikamar marcel.
"hmm aku dimana " bingung dan melihat sekitar.
" oh dirumah kak marcel "
kruyukkk..
" aduh kamu laper ya sayang. kita ke dapur dan lihat apa ada yang bisa dimasak " jalan menuju ke dapur.
didapur ternyata marcel sedang sibuk menata makanan.
"wah kakak sudah masak ya " mata berbinar binar melihat begitu banyak makanan.
"iya. sini kamu makan " menggeser bangku untuk anas duduk.
" makasih kak " duduk dan tersenyum
" siapa?" sambil mengunyah
" mbak sani !!!" panggil marcel
" iya tuan " sahut mbak sani sambil menghampiri ke meja makan.
" saya tuan "
" ini kenalkan istri saya, namanya anastasya "
" salam nyonya "
" jangan panggil nyonya . karna saya belum setua itu " tersenyum
"baik.kalau begitu saya panggil nona saja tidak apa-apa kan" meminta ijin
"boleh " tersenyum
" satu lagi .karna istri saya sedang hamil jadi mbak sani harus memperhatikan apapun yang mbak sani masak dan yang utamakan kebersihan "
" baik tuan "
" mbak sini duduk "
" tapi nona .." ragu-ragu
"gakpapa duduk saja " ucap marcel dengan ramah.
mbak sani pun ikut duduk dan makan siang bersama.tak ada jarak diantara mereka.
disisi lain.
sepulang dari bandara, syifa langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur.
" capek nya! sayang pijitin dong " manja
" yang mana,yang capek?" lembut
" pinggangku rasanya pegel banget, kaki juga gitu " eluh syifa
" tapi kata dokter kan pinggang nggak boleh dipijit! kaki aja ya aku pijitin "
" hmm baik lah"
setelah beberapa saat . syifa berubah posisi menjadi duduk.
" nah sekarang pundak aku ya " tersenyum manja.
" ok,ok!"
sekian lama memijat pundak syifa .niat usil tian pun muncul. tangan tian sedikit demi sedikit mencoba meraba kedepan. perlahan dan lembut.
syifa yang tersadar langsung menepis nya.
" kamu mau ngapain?" bingung dan kaget
" hmm bukan apa-apa" kecewa karna di tolak
" aku ingin keluar cari angin " lanjut tian karna sedikit kesal.
syifa yang melihat tian dengan tatapan kesal. membuat syifa teringat kejadian kemaren saat tian ngambek.
tian hendak keluar. dengan sigap syifa menahan tangan tian.
" sayang duduk sini " manja
" hmm baiklah " datar
tian duduk kembali ke tempat tidur.
cupp..
bibir syifa mencium bibir tian