
"tadi sih mau beli bubur ayam tapi ternyata abis " kecewa
"loh, sejak kapan kamu doyan bubur ayam? setauku kan kamu paling anti ama yang namanya bubur !"
"bukan buat aku, tapi buat istriku! dia lagi ngidam bubur ayam"
"wah,wah parah . masa nikah nggak ngundang-ngundang dah "
"hehehe sorry, lagian aku juga nggak tau kamu tinggal dimana?"
" iya juga sih. yaudah ni buat istri kamu aja deh , kasian ntr anak kamu ngiler lagi ngidamnya nggak keturutan "
" thank ya Ra.lain kali main kerumah ya! ni alamat rumah ku " memberikan kartu nama
" ok sip dah. yaudah aku pergi dulu ! da!!"
melambaikan tangan nya.
setelah itu tian kembali kerumah.
" ni bubur ayam nya sayang " menyodorkan nya ke syifa
" makasih ya" mulai memakan bubur ayam
"beli cuma satu! buat mama mana ?" sahut dessy
" maaf ma! tadi buburnya abis! ini aja dikasih temen,karna aku bilang syifa lagi ngidam "
"oh yaudah gakpapa. oh iya tian tolong antar mama kerumah anas ya ! sekalian kamu berangkat ke kantor
" iya mah "
tian dan dessy pergi ke rumah Marcel. sesampainya dirumah marcel.
" ini bener rumah nya marcel,tian?" nggak percaya
" iya ma, masuk aja! mereka kan dirumah "
" tapi.." bingung
" tapi apa mah? tian udah telat nih "
dessy akhirnya terpaksa turun.sebenarnya dia masih tak percaya jika rumah marcel bisa semegah rumah charles.
"ting tong " dessy memencet bell
" kreet" pintu terbuka
" iya siapa" sapa marcel
" nak marcel ini ibuk nak"
" masuk buk " mempersilahkan dessy untuk masuk
" silahkan duduk buk! aku panggilkan anas dulu !"
" iya nak " duduk di sofa
marcel berjalan masuk menuju kamar anas.
" anas! itu ibu datang " memberitahu anas
" benarkah !" berlari keluar
" haduh jangan lari begitu " kejar marcel karna kawatir
" astaga sayang, jangan berlari begitu! ingat kamu lagi hamil jadi harus lebih hati-hati "
" hehehe maaf bu, anas terlalu rindu sama ibu " cengengesan
" hah..hah.. anas kamu..hah..jangan lari begitu " terengah engah
" bu ayo masuk liat kamar anas yuk " mengabaikan marcel
" aku dicuekin hixs..hixs.."
anas membawa dessy masuk ke kamarnya.
" kamar mu luas juga ya! bahkan lemari pakaian bisa seluas ini " heran
" iya ma.menurutku sih sayang kalau ruangan seluas ini cuma buat lemari pakaian"
" bagaimana jika ruangan ini untuk meletakkan semua kebutuhan cucu ku nanti" antusias
" wah ide bagus bu.nanti aku akan minta kak marcel untuk merombak nya"
" oh ya bu, malam ini ibu nginep sini aja ya temenin anas "
" tapi nak, lusa ibu akan pergi ke bali buat menghadiri pernikahan nya sepupu nya syifa. jadi ibu ingin menyiapkan beberapa kebutuhan untuk dibawa "
" hmm begitu ya " kecewa
" iya nak. nggak enak kalau nggak dateng , buat ngewakilin tian yang nggak bisa datang "
"kenapa nggak kakak aja sih yang pergi?"
" kakak kamu kan sibuk akhir-akhir ini mengurus perusahaan ditambah kakak iparmu sedang hamil. jadi nggak memungkinkan untuk nya berangkat " jelas dessy
" baiklah anas ngerti kok bu "
diluar marcel sibuk didapur menyiapkan beberapa cemilan dan jus buah untuk istri serta ibu mertua nya.
selesai membuatnya marcel langsung mengantarkan nya ke kamar anas.
" ibu, ini marcel buatkan jus buah sama cemilan. anas juga ikutan makan ya! "
" iya" jawab anas singkat
" makasih ya nak. udah repot-repot segala " tersenyum
" nggak repot kok bu ! aku dah biasa lakuin ini semua "
" wah hebat ya. beruntung anas ku mendapatkan suami sepertimu.baik,perhatian , pinter masak lagi " puji dessy
" ah ibu bisa ajA" malu
dessy bersyukur anak nya bisa mendapat kan suami terbaik.bahkan bisa mengerti sifat anas yang keras kepala.itu membuat dessy benar-benar bahagia.
"hmm ngomong-ngomong rumah sebesar ini apa tidak ada pembantu sampai kamu yang membuatkan cemilan ini" heran
"ada kok bu! tapi besok dia baru tiba"
" oh gitu , syukurlah jadi kamu bisa lebih fokus ngurusin anas nya ya"
"pasti nya dong mah" percaya diri
anas hanya menghela nafas panjang melihat kelakuan marcel yang sok cari muka di depan mata nya.