
"oh gitu kirain mikirin apaan "
sesampainya dirumah syifa masuk duluan kekamar merapikan semua belanjaan nya kelemari.
syifa berniat mencoba lingrie itu apA cocok di tubuhnya. syifa pun mandi karna dia merasa tubuhnya sangat lengket karna keringat.
tian yang baru masuk ke kamar masih terpikirkan masalah lingrie tadi. sayu-sayu ia mendengar suara syifa sedang mandi .
selang beberapa saat syifa keluar dari kamar mandi dengan menggunakan lingrie itu niat hati ingin berkaca ke cermin untuk melihat apa cocok nggak tanpa iya sadari tian mengamati nya dari tempat tidur.
"hmmm lumayan, tapi terlalu nerawang "sambil memutar-mutar badannya.
"oh ternyata lingrie itu dibeli sama syifa" batin tian
tian pun menghampiri dan langsung memeluk syifa dari belakang.tian meletakkan tanganny Tepat di P*y*da** syifa, membuat syifa kaget.
"sayang kamu terlihat sexsi " bisik tian sambil memberi rangsangan ditengkuk syifa
"ihh tian kamu ngapain sih " berusaha melepaskan pelukan tian.
"sayang diamlah, aku hanya ingin memelukmu " bisik tian ditelinga syifa.
syifa pun akhirnya bisa melepaskan pelukan tian. "sebaiknya aku ganti baju dulu ! baju ini membuatku risih "menuju kamar mandi.
dengan sedera tian menarik syifa kedalam pelukannya. semakin lama tian memperdalam ciumannya.
.
.
.
.
.
"sebaiknya aku buang baju ini lah " gumam syifa mendengkus kesal.
" sudahlah sayang jangan ngambek gitu dong " rayu tian.
"ini pasti kerjaan kamu kan huhhh" kesal
"hehehe iya, tapi tak kusangka baju ini sungguh cocok kamu kenakan bahkan bisa membangkitkan gairahku" tersenyum usil.
"pinggangku sakit sekali . malas keluar lah " membelakangi tian.
"tapi sayang sebentar lagi makan malam . nanti apa kata mama sama ayah !"
"terserah, tanggung jawabmu . ini semua gara-gara kamu!"
"jangan gitu dong sayang! aku minta maaf deh " sambil memeluk syifa
"hmmm " sahut syifa
semua orang sudah duduk dimeja makan. dessy merasa heran melihat syifa jalan terpincang sambil memegang pinggang.
"kamu kenapa nak ?" tanya dessy kawatir.
" nggak papa kok ma, ini tadi jatoh dikamar mandi " menahan malu
"iya ma tadi syifa nggak sengaja terpeleset dikamar mandi tapi untungnya gakpapa " jelas tian .
charles menatap tian curiga . pasti tian menyembunyikan sesuatu pikir jordan.
" jatoh dikamar mandi apa jatoh dipelukan kakak ! untung punya handseat . urusan orang dewasa memang sangat rumit " gumam anas yang sebetulnya merasa kesal karna tidur sorenya terganggu oleh suara has yang berasal dari kamar tian.
ya kamar tian dan anas berdampingan tak heran jika anas tak sengaja mendengarnya.
"hmmm ayah tau sekarang . tian lain kali lebih hati - hati "dengan tatapan penuh makna
"iya pa tian ngerti "
" sial ini semua gara-gara tian. malu banget gue " batin syifa.
"ma syifa sudah kenyang mau istirahat dulu " ucap syifa.meninggalkan meja makan.
" bener-bener anak jaman sekarang nggak bisa nahan diri ya ma " gumam charles menyindir tian
"kayak kamu nggak aja . kamu dulu juga gitu " membela tian
" bu ,pa anas masuk kamar dulu.percakapan orang dewasa kenapa begitu vulgar sih " gumam anas meninggalkan meja makan.
tian tertawa kecil melihat ayahnya diserang balik oleh mama nya hingga tak sanggup berkata-kata.
"Diam kamu " menggertak tian
"tian mau ke kamar istirahat" meninggalkan meja makan.
"sayang kenapa kamu membicarakanku didepan anak- anak kan malu" manja
"jangan macam-macam pada anak ku " memperingatkan
"aa sayang kamu jahat " berpura-pura manja .
"sudah. kalau kamu kayak gitu sama sekali nggak mirip pimpinan geng mafia malah lebih mirip banci tau nggak " celetuk dessy.
"hmmm hmmm bukan begitu, tadi hanya bercanda " mengubah cara bicaranya.
dirumah jordan.
jordan sebetulnya tak mengijinkan anas untuk tinggal dirumah charles . siang tadi anas menelfonnya dan meminta izin untuk tinggal beberapa hari dirumah charles.
"(Ayah bilang tidak boleh ya tidak boleh )" dengan nada tinggi ditelfon
"(ayah jahat, ayah nggak sayang anas lagi )" menangis