
sesampainya dirumah Andra langsung menghampiri Lulu yang asyik menonton tv dan tidak menyadari kehadirannya.
" jangan terlalu serius sayang"bisik Andra ditelinga Lulu
seketika muka Lulu memerah
" ihh kamu apaan sih geli tau "
" sayang ayok kita hmm" memberi kode
"ayok apa kaki ku sakit, aku lagi males jalan jalan "
"maksudku itu nengokin Dede yuk"
" ihh apaan sih kamu " malu
" kan dari kita nikah kita belum pernah ituan.. ayook janji deh bakal pelan-pelan "
"tapi kaki ku sakit "
" tenang saja kamu tiduran saja biar aku yang bermain"
Andra pun mulai ******* bibir Lulu
" rasanya masih seperti dulu benar benar membuatku ketagihan" batin Andra sambil menikmati ciumannya
*
*
*
*
akhirnya mereka sama sama terkulai lemas
"ay apa nggak papa kita gituan pas aku hamil muda gini "
" aku juga nggak tau ,nanti kita tanyakan dokter saat cek kandungan nanti "
" baiklah , tapi jangan sering sering aku cape"
"aduh uluh uluh istriku kecapean ,tenang suamimu ini bakal jagain kamu selalu "
"terus kalau kamu jagain aku terus kita makan apa??"
" tenang ,ayah menghakimi setiap bulan untuk menjagamu dan calon anak kita "
"wah ayahmu begitu baik padahal mereka belum pernah bertemu denganku "
"ayah dan ibu memang sangat baik walau sedikit konyol dan grasa grusu tapi mereka sangatlah lucu serta harmonis"
" andai saja orang tuaku masih hidup"menunduk sedih
"jangan sedih sayang , nanti jagoan kita ikut sedih gimana .. nanti didalam perut dia ngomong( aku sedih mamaku nangis huwa) " menghibur Lulu
" huwaaa Andra kamuuuuu" ucap Lulu sambil memeluk Andra
begitulah keharmonisan 2 sejoli yang merasakan indahnya pacaran setelah menikah..
tian merasa kawatir melihat keadaan syifa yang terus-terusan termenung.ia pun meminta tolong pada sang ibu untuk membujuk syifa.
dessy menghampiri syifa yang sedang termenung melihat keluar jendela.
"mama ngerti kok apa yang kamu rasain,bahkan mama benar-benar stres sampai depresi.saking egois nya mama,adiknya tian menjadi sasaran mama.tapi setelah itu mama menyesal dan menjadi tak terkendali membuat mantan suami mama dulu mengirim mama kerumah sakit jiwa"
syifa yang mendengar dessy bercerita langsung memeluk erat dessy.
"maafin syifa mah,bukan maksud syifa mau buat mama sedih" menangis dan merasa bersalah
" syifa cuma memikirkan bagaimana perasaan tian,aku bahkAn nggak sanggup berbicara dengannya" lanjut syifa
"kamu tenang saja,tian itu anak yang kuat"
" aku berjanji akan berubah jadi lebih baik mah" melepas pelukan dessy
"yasudah mama pergi dulu ya, mau masak dulu" berlalu pergi
syifa pun memutuskan untuk keluar mencari udara segar untuk menjernihkan fikiran .
"ternyata diluar udaranya seger banget.." menghela nafas panjang
tiba-tiba syifa dibekap dari belakang hingga pingsan.orang itu membawa syifa pergi lalu menelfon charles
tuutttt .. tuttttt...
"(hallo apa kabar teman lama)" ucap orang itu
"(kamu!! mau apa nelfon gua!!)"
"(sepertinya loe terlalu santai sebagai pemimpin geng mafia terbesar ya?)"ucap orang itu memancing kemaran charles
"(jarot apa maksudmu??)"marah
ya orang itu jarot adik dari charles. karna dibutakan oleh ambisi jarot menjadi jahat dan terus berseteru dengan charless.
"(gadis ini begitu cantik pantas saja anakmu sangat menyayanginya)"tertawa jahat
"(siapa yang loe maksud hah?!)" mulai kawatir
"(menantu loe ada ditangan gue , gue mau loe nyerahin posisi pemimpin geng ke tangan gue kalau nggak gue nggak bakal jamin menantu loe selamat ) "mengancam
"(hei jangan macem-macem ya loe..!!) "terhenti
tutttt tuttt
telfon terputus
"tiaaannnnnnnn"teriak charles
"iya ada apa yah teriak teriak" sahut tian menghampiri charles
"dimana istrimu ??" panik
"dikamar lah pah emang kenapa??" bingung
"cepat liat syifa beneran dikamar nggak" kawatir