
Charles dan dessy kerumahnya vino untuk menanyakan keadaan Syifa.
"Vin gue Dateng kesini mau liat keadaan Syifa "
" Charles kasih tau anak loe ya jangan pernah sakitin anak gue" marah
" gini Vin mereka itu cuman salah paham , Tian cuma makan biasa saja di restoran itu. karna nggak sengaja ketemu" jelas Charles
" oh gitu ya mungkin Syifa hanya cemburu dan terlalu sensitif , oh iya gue punya kabar gembira "antusias
" kabar apa??" penasaran
"kita akan segera punya cucu "senang
" Alhamdulillah " ucap Charles dan dessy kompak
" pantas kata Tian belakangan ini Syifa suka ngambek ngambek nggak jelas "
" berarti Tian sudah menyadari nya tapi belum mengetahui jika Syifa hamil"
"ya begitulah namanya juga laki. suka nggak peka" sindir dessy
" siapa yang nggak peka sayang"
" nggak tau orang lewat kali"
" oh ya Ra kita ke kamar liat menantu kesayanganku" ajak dessy ke Zahra
" ayo mari Des "
Zahra dan dessy berjalan menuju kamar Syifa.
" perempuan dimana mana ribet tau susah banget ditebak "
" ya begitulah cukup sabarin dan iya ini aja "
dikamar Syifa
" sayang bagaimana keadaanmu?" menghampiri Syifa yang sedang bersender
" Alhamdulillah ma sudah mendingan sudah nggak pusing lagi" tersenyum
"Mama mu sudah memberitahuku kalau kau sedang hamil , mulai sekarang jaga kesehatanmu ya dan jangan sungkan jika kau menginginkan sesuatu "
" iya ma Syifa ngerti"
"nak kamu tau tidak suami mu begitu stress kau tinggal pulang"
" biarin saja ma biar dia mikir "
" kamu salah paham nak itu bukan selingkuhan Syifa tapi itu teman Tian yang pernah Tian tolong jadi dia mentraktir Tian sebagai ucapan terima kasih "
Zahra meninggalkan dessy dn Syifa agar leluasa berbincang bincang nya
" benarkah itu mah ?"sumringah
" benar sayang mama nggak bohong "
dirumah Jordan tepatnya dikamar Anas
" Tian kamu ngganteng banget sih tapi sayang kamu dah punya istri"Anas sedih
" kalau menyerah jangan panggil gue anastasya , gue bakal rebut Tian dari istrinya bagaimana pun caranya " gumam Anas tersenyum jahat
tiba-tiba Jordan memasuki kamarnya
" apa yang membuatmu begitu bahagia nak?"
" pah apa aku boleh minta tolong suruh anak buah papah buat singkirin seseorang"
"tentu saja boleh dong , mereka akan menuruti semua perintahmu"
"papaku memang yang terhebat, aku sayang papa" memeluk jordqn
" aku juga sayang padamu nak"
disisi lain Tian sedang menantikan kepulangan orang tua nya .dia benar-benar sudah tak sabar ingin mengetahui kabar Syifa.
pintu rumahnya terbuka
" bagaimana keadaaan Syifa mah, pah" tidak sabar
" istrimu ingin mangga muda tolong Carikan nanti antarkan padanya langsung" perintah dessy
"mangga muda?? dimana Tian carinya mah ini kan lagi nggak musim mangga" bingung
"cari saja sampai ketemu .. "
" tapi ini buat apa??"
" sudah cari saja , kamu mau nggak sih istrimu maafin kamu"
" baiklah mah, Tian pergi dulu" berlalu pergi untuk mencari mangga
" hihihi nggak nyangka anak kita sudah besar ya mah" tertawa
" iya pah.. coba dari dulu kita kayak gini pasti bahagia banget ya"
" ya mah , aku juga berharap nya begitu"
Tian terus berkeliling mencari mangga. semua pelosok pasar dia telusuri,tapi hasilnya tetap nihil..
hingga dia melihat sebuah pohon mangga yang masih berbuah
"permisi.. permisi "
"iya ada apa" jawab seorang ibu
"bolehkah saya meminta beberapa buah mangga milik ibu??, berapa pun harga nya saya akan bayar"
"mangga saya masih muda nak ,nanti saja kalau sudah matang boleh kamu ambil !"tersenyum
"tapi buk istri saya minta nya mangga muda jadi bolehkah Bu ??" memohon