LOVE FOREVER

LOVE FOREVER
PART 35



"oh istrimu sedang hamil, yasudah ambillah untuk istrimu"


"hamil??.. saya juga belum tau buk cuman dia minta buah ini"


"seorang wanita hamil akan cenderung ingin makan asam"


" benarkah Bu semoga saja benar , terima kasih Bu " tersenyum bahagia


Tian pun memanjat pohon mangga itu dan memetik beberapa buah .setelah itu tian pergi menuju rumahnya Syifa.


sesampainya dirumah Syifa, Tian segera memasuki rumahnya dan menemui Syifa.


" fa maafin gue ya..ini cuman salah paham kok " meminta maaf


" ya kali ini gue maafin ,lain kali tiada maaf bagimu " berpura-pura masih marah


" oh iya ini mangga yang loe minta"


" kupasin!"manja


" iya baiklah"sambil memulai mengupas mangga


"ini makan mangga nya" menyodorkan mangga yang sudah dikupas


Syifa pun memakan buah itu tapi baru satu gigit Syifa


" huekkkk...." Syifa memuntahi baju Tian


" maaf.. aku tak mau mangga nya , nggak enak"


" iya gak papa , ya sudah gue ganti baju dulu" berjalan pergi ke kamar mandi


selesai ganti baju Tian menemani Syifa berbaring dikasur.


" fa.." sambil memeluk Syifa menandakan kalau dia ingin.


" Tian jangan , kita dilarang begituan dulu sementara "


" kenapa nggak boleh kan gue suami loe " kecewa


"karna disini ada calon anak kita " menaruh tangan Tian diperutnya


" benarkah?? coba sini ku dengar" bahagia sambil menempelkan kupingnya diperut Syifa


" ihh loe ni, mana kedengaran ?? dia itu masih sangat kecil "


"dia akan jadi anak laki-laki yang ganteng kayak gue " kepedean


"idih emang loe tau darimana anak ini cowok "tertawa


" taulah "


tiba-tiba ada pesan masuk


"(hai tian ketemu yuk direstoran xx .. anas)" begitulah isi pesan itu


"siapa ?? "


" teman "


"(maaf nggak bisa , karna aku harus menjaga istriku yang sedang hamil )" balas Tian


di tempat Anas membaca balasan pesan dari Tian .. api cemburu berkobar di diri Anas


"cih.. baru hamil aja manja ,liat saja nanti gue bakal bikin loe kehilangan anak loe " Anas tersenyum jahat


" kalian singkirkan orang yang bernama Syifa, ini fotonya "sambil menyodorkan sebuah foto ke anak buah nya


" baik boss " ucap mereka sambil berlalu pergi


" ****** loe Syifa, gue bakal ngerebut Tian dari tangan loe "


******


hari demi hari sudah dilalui kondisi Syifa juga sudah mendingan ..


tapi kehamilannya ini benar benar membuatnya kerepotan


karna asam,terlalu manis,es, asin ,ayam Syifa benar benar nggak doyan sampai membuat Tian kerepotan jika Syifa sedang menginginkan sesuatu


seperti hari ini Syifa sangat menginginkan sop iga tapi harus dimasak oleh Tian sendiri ..


Tian berbelanja di supermarket bahan-bahan yang diperlukan membuat sop iga.


tian sangat berhati-hati dalam memilih bahan makanan .karna ini demi kesehatan syifa dan calon bayi nya.


setelah belanja Tian langsung sibuk didapur membuat sop iga . setelah sekian lama dia sibuk membuat sop iga akhirnya matang juga.


" Syifa ini sop iga nya udah matang !!" panggil tian


" aku datang "langsung duduk dan menyantap sop iga yang masih panas itu dengan lahap seperti tidak merasakan panas sama sekali.


" itu masih panas loh ,makan pelan-pelan" kawatir


" udah dingin, gue mau yang masih panas, angetin lagi "manja


Tian pun mencoba sop iga nya.Tian terkejut karna Syifa bilang sop nya udah dingin padahal sop nya masih anget.


"ini masih anget fa , ngapain di angetin lagi ??" bingung


" ya ya sudah gue angetin lagi deh " pasrah


" heh Tian lusa kan gue wisuda,jadi gue mau loe ada di samping gue nggak usah keluyuran"


"hah heh hah heh gini-gini suami loe tau sopan dikit dong "


"ya gue ngerti sorry"


hari wisuda tiba


Syifa sudah bersiap dengan pakaian wisuda nya ..acara berjalan sangat lancar.


diujung ruangan.


ternyata Anas juga bersekolah di sekolah yang sama dengan syifa tapi beda kelas


hari ini Anas juga wisuda


ia sangat kesal melihat Tian merangkul mesra seorang wanita yang tidak lain adalah Syifa ..


saat itu Syifa ijin ke toilet


tanpa disadari oleh Syifa Anas mengikutinya dari belakang ..


Syifa masuk ke salah satu ruangan toilet .


Anas diam diam menuang minyak didepan pintu tempat Syifa buang air kecil


setelah itu Anas meninggalkan toilet dan berlagak tidak terjadi apa apa


beberapa saat kemudian Syifa keluar dari ruang toilet itu dan


"BRUUUUKKK...."


Syifa tersungkur hingga pingsan dan mengeluarkan banyak darah


seketika orang yang berada di toilet teriak minta tolong


" tolonggggggg...tolonggggggg.. ada orang berdarah " ucap orang itu didepan toilet


Syifa langsung dikerumuni banyak orang


seorang siswa pun melapor ke Tian


" pak Tian, Syifa pak..hah hah" ucap siswa itu sambil menunjuk arah toilet


Tian pun teringat bahwa Syifa ijin ke toilet tadi ,Tian langsung lari kearah toilet


betapa terkejutnya Tian melihat Syifa pingsan bersumpah darah ..


Dengan panik Tian membawa Syifa kerumahnya sakit


sesampainya dirumah sakit Syifa langsung masuk ruang UGD


beberapa saat kemudian dokter keluar


"maaf bisa bicara dengan suami pasien" ucap dokter


"saya suami nya dok,bagaimana keadaan istri saya" kawatir


" istri Anda sudah melewati masa kritisnya , tapi maaf saya tidak bisa menyelamatkan bayi nya istri Anda keguguran" ucap dokter berlalu pergi


" astagfirullah ya Allah cobaan macam apa ini " menyesal karna tidak bisa menjaga Syifa baik baik


Tian pun terduduk lemas hingga Charles dan dessy datang


"bagaimana ini bisa terjadi?? gimana keadaan Syifa sekarang" khawatir


"Syifa keguguran ma , ini salah Tian nggak bisa jaga Syifa" menangis sambil memeluk dessy


"sudahlah nak ini sudah kehendak Allah sekarang yang harus kita pikirin bagaimana cara kita menyampaikan ini pada Syifa nanti" seraya menepuk pundak Tian


suster keluar dari ruang UGD.


" maaf pasien sudah sadar sudah bisa ditengok ,tapi hanya bisa satu orang ya karna kondisi pasien masih sangat lemah" ucap suster


" baik sus"dessy


suster pergi meninggalkan mereka


" nak temui lah istrimu hiburlah dia"


Tian pun masih terdiam tapi ia berjalan masuk keruangan Syifa dengan sedih


" Syifa maafin gue ya .. gue nggak bisa jagain loe dan calon anak kita" Merasa bersalah karna tak sanggup menjaga syifa dengan baik hingga mengorbankan calon bayi mereka


"ini bukan salah loe Tian ,gue yang salah nggak bisa jagain calon anak kita dengan baik" lemas


" gue janji fa gue bakal jagain loe terus .. gue bakal bahagiain loe terus dan kata dokter kita masih bisa punya anak lagi kok jadi kita ikhlasin aja ya" menyemangati Syifa


" iya Tian .. gue dah ikhlas kok tapi kenapa ya Allah titipin dia sebentar dirahimku ,baru juga gue ngerasain bahagia nya jadi ibu hamil" sedih


" sudahlah sayang mungkin dia nggak ditakdirkan untuk kita.. suatu saat nanti dia bakal balik ke kita lagi hanya nunggu waktu yang tepat"


"ya semoga dia bahagia di surga "


" kamu kenapa bisa sampai jatuh fa??"