
"Via kamu cepat makan " mengabaikan Elisa
tau diabaikan oleh Oliver, Elisa semakin dibuat kesal.
Brakkkk..
Elisa menggebrak meja " maaf Via , aku pindah saja! " tatapan penuh amarah.
" Tapi Eli.."
Elisa langsung berpindah ke meja yang lain nya dengan perasaan penuh amarah.
"kakak! kenapa kakak nggak bisa jaga omongan kakak sih " marah dan pergi menghampiri Elisa.
" buk..." belum selesai bicara Oliver sudah ditinggal pergi oleh Via.
"aishss anak ini" kesal
" lagian kakak, punya mulut kayak piso !" ledek Lean.
" Diam kamu!!" gertak Oliver. seketika Lean langsung terdiam.
Via menghampiri dan duduk di sebelah Elisa.
"maaf ya! kakak ku emang gitu , nggak peka ama orang lain " jelas Via.
" tapi omongan kakakmu itu udah keterlaluan!" kesal
"iya. atas nama kakak ku, aku minta maaf deh " bujuk Via. memohon dengan tatapan sedih
"hahhhh baiklah " luluh melihat Via
"makasih ya Eli " memeluk erat Elisa.
"Via tolong lepaskan pelukanmu! aku nggak bisa nafas " ucap Elisa dengan gelisah.
" oh iya maaf " melepaskan pelukannya.
" hah hah hah " Elisa terengah engah..
" mari makan bersama! aku yang traktir " ucap Via dengan penuh semangat.
setelah kelas selesai Elisa menunggu sang supir untuk menjemputnya.
"aduh kenapa pak Darto belom dateng ya?" (pak Darto adalah supir pribadi Elisa)gelisah sambil melihat jam.
Oliver bersaudara baru saja keluar dengan menaiki mobil.melihat Elisa kebingungan dipinggir jalan . Via meminta Oliver untuk berhenti.
Via membuka kaca mobilnya.
"hai Elisa! kamu lagi nunggu siapa?" sapa Via
"oh Via. itu lagi nunggu jemputan tapi dari tadi nggak dateng-dateng!"
" gimana kalau bareng pulang nya ?" ramah
"Via kamu !" tatapan tidak setuju oleh Oliver.
"sssttt kakak diam aja" melotot.
"hahh terserah lah " mengalah
"nggak kok. cepat naik! " membuka pintu mobil
"baiklah, makasih ya Via" memasuki mobil
setelah itu Oliver melajukan kembali mobilnya.
"hmmm rumah kamu dimana?" tanya Lean
" dikomplek melati" ramah
"loh berarti rumah Elisa tetanggaan dong ama kak Via " sok akrab sok kenal.
" wah, berarti kita bisa lebih akrab dong" gembira
"hehehe iya"
disisi lain Oliver dengan aura suram menyetir dengan perasaan tidak senang karna mobil pribadinya dimasuki oleh orang asing.
"Via"berbisik
"iya" mendekat ke Elisa.
"kakak mu kenapa?serem banget"berbisik
"hmm abaikan aja . dia itu gila kebersihan jadi nggak usah diurusin" bisik Via
"oh gitu! tapi kok ini bukan arah pulang ya?" bingung
"kita mau antar adik kecil kami pulang!"senyum
"adik kecil?"bingung
Lean menengok kebelakang dan menyapa dengan mengedipkan mata dengan imut.
"iya mau antar aku pulang dulu"tersenyum
" oh, adik kecil ya" baru ngeh..
setelah mengantar Lean pulang. Oliver berhenti dan menengok ke belakang .
" Via! kamu fikir kakak mu ini supir! cepat pindah ke depan !" perintah Oliver dengan tegas.
" Eli , kamu aja duduk di depan ok . aku lelah ingin nyelonjorin kaki " ucap Via
" tapi.. "
" cepat!!" bentak Oliver
Elisa dengan terpaksa pindah ke bangku depan.Oliver baru ngeh jika yang duduk disampingnya adalah Elisa.
"kamu ngapain duduk disini?" dingin
" hmm Via yang memintaku !"
Via yang menyadari sang kakak marah pun berpura-pura ketiduran.
seketika Oliver langsung menengok ke belakang .berniat memarahi Via tapi terhenti karna tidak tega melihat Via tertidur pulas.