
selesai makan semua berkumpul di ruang tv.
kecuali iver yang selalu sibuk belajar.syifa yang mengetahui sang anak tidak ikut makan siang pun membawakan makanan ke dalam kamar iver.
tok..tok..
"sayang ini mama buka pintu nya" teriak syifa
iver yang mendengar teriakan syifa langsung bergegas bangun dari duduknya dan membukakan pintu untuk sang mama.
" iya ma " membuka pintu.
"kamu sedang apa? ini mama bawakan makanan!" langsung masuk dan meletakkan nampan nya di meja.
iver menutup pintu. ia menghampiri syifa .
"aku lagi belajar ma!" tatapan wajah serius.
"aduh anak mama, jangan pasang wajah seperti ini!" mencubit pipi iver.
"mama! jangan cunit iver lagi! iver itu udah gede tau" iver berkata dengan nada kesal dan menggembungkan pipi nya.
"hahaha kamu lucu banget sih mmuachh.." syifa mencium pipi iver karna gemas.
"mama!!" iver berteriak
" iya maaf deh. sini mama suapin kamu makan" menepuk tepi tempat tidur.
iver duduk disamping syifa.syifa langsung mulai menyuapi iver. " nak, kamu harus bersikap layaknya anak seusiamu. kalau kamu bersikap seperti ini kamu nanti nggak punya teman"nasehati syifa
"hmmm" mengunyah makanan nya.
"kamu denger nggak?"
"iya denger kok" dengan nada datar.
"jangan ngikutin sifat ayah mu yang buruk itu !"
"iya"mengunyah
"nggak boleh.."terhenti
"aku sudah kenyang ma, mama sekarang keluar ya ! aku mau mandi" ucap iver menghentikan syifa yang terus menerus berbicara tanpa henti.
"eh tapi sayang! ini dikit lagi nanggung" menyodorkan sendok.
"aku sudah kenyang mah, dah " mendorong syifa pelan keluar kamar.
"brakk" iver menutup pintu
"astaga anak ini" heran dengan kelakuan iver.
*diruang tv*
via dengan asik main kuda-kudaan bersama charles bergantian dengan tian.
"ayo kuda ku lali hahaha" teriak via dengan gembira.
"hah.. hah.. kuda nya capek mau istirahat" ucap charles kelelahan mengikuti kemauan sang cucu .
"astaqfiruallah. tian sini!" panggil charles.
tian menghampiri charles." ada apa yah?"bingung
"nah sekarang kuda nya ganti yang baru " menundukan tian dan menaikkan via ke punggung tian.
"holeeee aku sayang ayah" teriak via dengan gembira.
" ok kalau begitu, tuan putri mau kemana?" ucap tian dengan penuh semangat
"aku mau ke istana plinces"
"princes sayang bukan plinces" dessy membetulkan perkataan via.
"aku kan nggak bisa ngomong plinces , oma!" mimik wajah imut.
"aduh cucu oma imut nya"
*dirumah marcel*
marcel baru saja tiba.Ia langsung bergegas menemui sang istri.sedangkan anas sedang menemani Lean tidur karna lelah selepas membaca buku.
"istriku daku pulang!!" membuka pintu kamar
"syuuttt.. Lean baru saja tidur " berdiri dengan hati-hati.
"mari makan!kamu pasti lapar,aku sudah siapkan sup daging untukmu " menggandeng marcel untuk keruang makan.
tapi langkah anas terhenti karna marcel menahannya.Anas menoleh kebelakang karna bingung .
"kenapa berhenti?"bingung. dengan cepat marcel menarik anas dalam pelukannya.
seketika wajah anas memerah."ka..kamu mau ngapain?"gugup.marcel tersenyum dan mempererat pelukannya.
"hmm sepertinya Lean udah waktu nya punya adik dah. ayok bikin yok" menggendong anas ke kamar tamu.
"tu..tunggu aku belom mandi"memberontak..
"gakpapa, aku juga belom mandi!" tersenyum manis.
marcel mengunci pintu setelah itu Ia langsung me*l*mat bibit anas dengan lembut. mereka terhanyut suasa nya yang penuh gairah . hingga ...
tok..tok..
"ayah!" panggil lean..
"itu lean ! aku mau keluar dulu liat lean"ucap anas
"nanggung sebentar lagi sayang" akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
diluar kamar Lean mendengkus kesal karna tak dibukakan pintu.
"ihhh olang dewasa memang aneh. tadi belisik sampe aku nggak bisa tidul.tapi,sekarang malah sepi..sebenalnya mereka ngapain sih"melipat tangannya dan mendengkus kesal.
"ayah!! bunda !! liat aja aku ngambek..ngambekk.. jangan deketin aku!" teriak Lean.